Galian C Aia Dingin Rusak Akses Jalan


Senin, 08 Agustus 2016 - 03:31:18 WIB
Galian C Aia Dingin Rusak Akses Jalan Ilustrasi.

SOLSEL, HALUAN — Sempat terhenti selama lebaran Idul Fitri lalu, tambang galian C, Aia Dingin Alahan Panjang, Kabupaten Solok kembali beraktifitas. Dari pantauan Haluan, Sabtu, (6/8) beberapa truk terlihat tengah mengisi material, berupa pasir yang ada di sekitar lokasi tambang tersebut.

Secara tidak langsung ak­tifitas tersebut berdampak terhadap akses jalan dan ling­kungan sekitar. Bahkan, salah satu alasan pihak terkait untuk membatalkan Tour de Sing­karak (TdS) melewati Solok Selatan (Solsel) akibat ke­rusakan jalan nasional yang ada disekitar tambang itu.

Pengamat Lingkungan Uni­versitas Negeri Padang, Dedi Hermon mengatakan, apabila tambang tersebut memiliki izin tentu memiliki Amdal. “Yang merupakan sinkronisasi antara aspek sosial dan ekonomi di­mana, seluruh dampak di­perh­itung­kan termasuk akses jalan. Jika legal tidak mungkin dila­kukan penambangan dilokasi dekat jalan umum. Ke­mung­kinan itu penamabangan ile­gal,” katanya saat dihu­bungi Haluan, (7/8).

Layaknya sebuah penam­bangan legal itu adalah kata­nya, ekonomi masyarakat jalan, sosial jalan dan ling­kungan lestari. “Ada tidak mereka melakukan reboisasi lokasi bekas tambang terse­but? Ke­mudian, apakah ada izin ke­menterian lingkungan hidup dan kehutanan. Jika tidak ada berarti mereka tidak mem­perhatikan aspek ling­kungan,” ucapnya.

Ia menambahkan, sean­dainya tambang tersebut telah memiliki Amdal atau legal seharusnya dokumen telah disampaikan kepada masya­rakat. Dan jikapun memiliki Amdal, waktu mobil angkut lewat ada waktu tertentu. “Jika tidak itu bisa dituntut ke penga­dilan dan hukumannya penjara itu,” terangnya.

Seharusnya, pemegang ke­bi­jakan perlu tindak tegas karena daerah itu merupakan resapan air untuk mencegah bencana. “Resiko besar me­nanti jika lahan tersebut dibuka seperti bencana alam, kese­hatan, sosial, lingkungan dan ekonomi. Abu tersebut kan berbahaya apalagi abu silica apabila terhirup bisa menye­babkan kematian,” tegasnya.

Yang harus diperhatikan adalah apabila akses tersebut merupakan jalan satu-satunya sebagai penghubung ma­syarakat maka tidak diper­bolehkan mela­kukan tam­bang disekitar lokasi sebab katanya, itu salah satu reko­mendasi layak Amdal. “Ke­sel­amatan lingkungannya disitu. Ini satu-satunya akses jalan ke Solsel diganggu, pemerintah harus bertindak,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Solsel, Ali Sabri Abas menyebutkan dampak secara langusung ketika menambang  akibat tambang tersebut tidak tam­pak. “Tetapi apabila hujan erosinya sampai kejalan. Se­harusnya pemerintah pro­vinsi Sumbar dan Kabupaten Solok mencarikan jalan ke­luar seperti mencarikan akses jalan lain sehingga tidak mengganggu akses jalan na­sional peng­hubung menuju Solsel dan Kerinci,” sebutnya.

Terkait kegiatan ekonomi masyarakat disekitar lokasi pihaknya tidak mem­perma­salahkan namun dicarikan solusi. “Kita tidak melarang karena berkaitan dengan mata pencarian masyarakat. Jika kita melarang artinya kita melarang mereka makan. Tapi, diatur sehingga tidak berdampak langsung ter­hadap akses jalan umum,” katanya.

Sedangkan, Politisi Ge­rin­dra, DPRD Solsel, Armen Syahjohan mengharapkan pi­hak terkait mampu me­nertib­kan tambang galian C tersebut sebab mengganggu akses jalan dan berdampak lang­sung bagi kemajuan dae­rah Solsel. “Se­moga saja segera dilakukan penertiban,” tutupnya. (h/jef)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 21 Juni 2020 - 15:12:32 WIB

    Masyarakat Nagari Limau Purut Minta Aktivitas Tambang Galian C Ditutup

    Masyarakat Nagari Limau Purut Minta Aktivitas Tambang Galian C Ditutup HARIANHALUAN.COM - Puluhan masyarakat di Nagari Limau Purut Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali menyampaikan tuntutannya terkait keberadaan aktivitas tambang galian C yang berop.
  • Senin, 05 Juni 2017 - 15:48:08 WIB

    Aktivitas Galian C di Sungai Naras Kembali Marak

    Aktivitas Galian C di Sungai Naras Kembali Marak PADANG PARIAMAN, HALUAN - Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Padang Pariaman, Rianto, mengajak masyarakat yang tinggal di sepajang aliran Sungai Batang Naras, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, untuk t.
  • Senin, 08 Agustus 2016 - 13:13:23 WIB

    Pengamat Lingkungan : Tambang Galian-C Aia Dingin Berbahaya

    Pengamat Lingkungan : Tambang Galian-C Aia Dingin Berbahaya SOLOK, HALUAN -- Tambang Galian-C Aia Dingin, Alahan Panjang, Kabupaten Solok mengandung zat berbahaya bagi manusia dan mematikan. Hal itu dikatakan Pengamat Lingkungan, Dedi Hermon pada Haluan, Minggu, (7/8)..
  • Senin, 01 Februari 2016 - 01:38:39 WIB

    Pemko Maksimalkan Penggalian Pajak daerah

    PADANG PANJANG, HALUAN — Walikota Padang Panjang H. Hendri Arnis, BSBA minta Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) untuk menggali secara maksimal potensi pajak dari berbagai sektor, khususnya pajak .
  • Sabtu, 23 Januari 2016 - 04:15:54 WIB
    Di Kecamatan V Koto Kampung Dalam

    Warga Dukung Penertiban Galian C

    PADANG PARIAMAN, HALUAN — Masyarakat Kecamatan V Koto Kampung Dalam, sangat mendukung penertiban galian C oleh tim Terpadu Satuan Koordinasi Keamanan Ketertiban Kabupaten (SK4) Padang Pariaman di aliran Sungai Batang Naras.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]