Inflasi Sumbar Tertinggi Ketiga Tingkat Nasional


Senin, 08 Agustus 2016 - 03:37:30 WIB
Inflasi Sumbar Tertinggi Ketiga Tingkat Nasional Ilustrasi.

PADANG, HALUAN — Laju Inflasi bulanan Sumbar pada Juli 2016 sebesar 1,52 persen, meningkat signifikan daripada laju inflasi pada Juni 2016 yang hanya 0,18 persen. Secara tahun berjalan, laju inflasi Sumbar mencapai 1,72 persen.  

Sementara itu, secara tahunan, laju inflasi Sumbar berada pada level 3,49 per­sen. Pencapaian inflasi posisi Juli tersebut menjadikan Sumbar sebagai provinsi dengan laju inflasi tertinggi ketiga secara nasional. Secara spasial, inflasi Sumbar di­sumbang oleh inflasi Padang dan Bukittinggi yang masing-masing sebesar 1,52 persen dan 1,46 persen. 

Wakil Ketua Tim Koor­dinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumbar, Bi­mo Epyanto mengatakan, inflasi tersebut menjadikan Padang sebagai kota dengan laju inflasi tertinggi ke lima dan Bukittinggi posisi ke tujuh secara nasional.

“Inflasi Sumbar disum­bang oleh inflasi seluruh komponen pembentuk inflasi yang meliputi kelompok ba­han pangan bergejolak, ke­lompok barang yang diatur pemerintah dan kelompok inti. Kelompok bahan pa­ngan bergejolak, kelompok barang yang diatur peme­rintah dan kelompok inti masing-masing mencatat inflasi sebesar 4,03 persen, 1,48 persen dan 0,27 persen,” tuturnya di Padang, Jumat (5/8).

Ia mengutarakan, ke­naikan harga bahan pangan bergejolak disebabkan oleh terganggunya pasokan bahan pangan strategis dari sentra pro­duksi di luar Sumbar. Se­lain itu, meningkatnya per­mintaan (seiring dengan lon­jakan jumlah pemudik di Sumbar) untuk pemenuhan kebutuhan kuliner lebaran berimbas pada kenaikan har­ga bahan pangan lainnya, termasuk jengkol dan ken­tang. Kenaikan harga pada ke­lom­pok barang yang diatur peme­rintah disumbang oleh kenai­kan tarif angkutan udara se­iring dengan arus mudik dalam rangka perayaan Lebaran.

“Kenaikan harga ke­lom­pok inti masih tergolong rendah yang mencerminkan masih rendahnya daya beli masyarakat. Kenaikan harga kelompok inti tersebut di­sumbang oleh kenaikan pada sub kelompok transportasi, kesehatan dan pendidikan.

Selanjutnya, tekanan in­flasi ke depan diprakirakan masih akan meningkat, ter­utama disumbang oleh ke­lompok bahan pangan ber­gejolak,” ujarnya. 

Tekanan inflasi tersebut, kata Bimo, diprakirakan berasal dari kenaikan harga bahan pangan seiring dengan masih berlangsungnya gang­guan cuaca di Jawa yang berpotensi menganggu paso­kan barang. Selain itu, adanya kemungkinan peningkatan tarif listrik secara bertahap hingga akhir tahun akan mendorong tekanan inflasi ke depan dari sisi harga ad­ministratif. Tekanan dari kelompok inti diprakirakan stabil seiring dengan masih terbatasnya daya beli dan ekspektasi masyarakat. 

Selama periode sebelum dan sesudah lebaran, TPID Sumbar mengintensifkan pelaksanaan Operasi Pasar (OP) beras guna mengan­tisipasi lonjakan permintaan beras pada periode tersebut.  (h/win)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 19 September 2020 - 15:51:40 WIB

    IHK Sumbar Agustus 2020, Padang Alami Inflasi 0,09% dan Bukittinggi Deflasi 0,17%

    IHK Sumbar Agustus 2020, Padang Alami Inflasi 0,09% dan Bukittinggi Deflasi 0,17% HARIANHALUAN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) Sumbar per Agustus 2020 di dua kota pengukur inflasi di Sumbar yaitu Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,09 persen sedangkan Kota.
  • Rabu, 01 Juli 2020 - 14:38:14 WIB

    Tarif Tiket Pesawat hingga Ojol Sumbang Inflasi Juni 2020

    Tarif Tiket Pesawat hingga Ojol Sumbang Inflasi Juni 2020 HARIANHALUAN.COM - Kelompok transportasi pada bulan Juni mengalami inflasi sebesar 0,41%. Bahkan kelompok ini menyumbang andil pada inflasi Juni 2020 sebesar 0,05%..
  • Rabu, 03 Juni 2020 - 08:43:11 WIB

    Inflasi Lebaran Tahun Ini Sangat Rendah, Ada Apa?

    Inflasi Lebaran Tahun Ini Sangat Rendah, Ada Apa? HARIANHALUAN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Mei 2020 sebesar 0,07%. Angka ini tercatat sangat rendah jika dibandingkan bulan ramadhan di tahun-tahun sebelumnya..
  • Jumat, 24 Januari 2020 - 16:20:39 WIB

    Ini Empat Tips Pengendalian Inflasi Ala Gubernur Sumbar

    Ini Empat Tips Pengendalian Inflasi Ala Gubernur Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menghadiri pertemuan tahunan Rapat Forum Komunikasi Ekonomi Kreatif (FKEK) di ruang rapat Dinas Pangan Sumbar, Jumat (24/1/2020) yang merupakan salah.
  • Jumat, 03 Januari 2020 - 15:58:19 WIB

    Inflasi 2019 Rendah Karena Daya Beli Bermasalah, Ini Kata BPS

    Inflasi 2019 Rendah Karena Daya Beli Bermasalah, Ini Kata BPS EKBIS, HARIANHALUAN.COM -- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data inflasi 2019 yang sebesar 2,72 persen. Ini adalah laju paling lambat sejak 1999. Inflasi rendah bisa dilihat dari dua kacamata. Pertama, keberhasilan pem.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]