TOTAL KERUGIAN DIPERKIRAKAN RP1 MILIAR

Dua Hari Empat Kebakaran


Senin, 08 Agustus 2016 - 04:15:01 WIB
Dua Hari Empat Kebakaran Petugas pemadam kebakaran Kota Padang berjibaku memadamkan api yang melalap rumah semi permanen milik Is (40). Selama akhir pekan, Sabtu (6/8) dan Minggu (7/8), terjadi 4 peristiwa kebakaran di Kota Padang dengan total kerugian mencapai Rp1 miliar. (HUMAS BPBD)

PADANG, HALUAN — Selama dua hari berturut-turut, terjadi empat kali kebakaran di Kota Padang. Pada Sabtu (6/8) sekitar pukul 09.00 WIB, si jago merah melalap pabrik pengolahan batu di Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang.

Penyebab keb­a­ka­ran diduga akibat korsleting pada mesin mini bus Carry milik Id (40), yang sedang par­kir di lokasi pabrik ter­sebut.

Informasi yang didapat Haluan, kala itu pemilik mobil sedang melakukan aktivitas mengganti aki mo­bil. Saat lagi asyik bekerja, tiba-tiba timbul percikan api dari dalam mesin mobil. Tidak sempat me­nye­la­mat­kan diri, api sudah le­bih dulu menyambar dirinya.

Sehingga Id mengalami luka bakar yang cukup se­rius. Si jago merah juga ikut menyambar pabrik pe­ngo­lahan batu dan empat unit sepeda motor milik ka­rya­wan yang bekerja di pabrik itu. Akibat kebakaran itu ke­rugian diperkirakan Rp180 juta.

Menurut salah seorang warga, Nal (40), kebakaran tersebut sempat me­nim­bul­kan bunyi ledakan sebanyak lima kali.

“Saya melihat pemilik mobil Carry sedang meng­ganti aki mobilnya di dekat pabrik. Tak berselang lama, timbul percikan api dari mobil itu dan langsung me­nyambar pemilik yang lagi asyik mengganti aki. Saat itu, saya mendengar bunyi letusan yang cukup keras sebanyak lima kali,” ung­kapnya.

Pada hari yang sama sekitar pukul 19.30 WIB, si jago merah melalap sejumlah bangunan di lingkungan SMPN 16, Balai Gadang, Koto Tangah.

Menurut Kepala BPBD Damkar Kota Padang, Rudy Rinaldy, dugaan sementara kebakaran berasal dari kors­leting listrik dari rumah warga bernama Anto (53), yang merembet ke bangunan sekolah, seperti mesjid, kan­tin dan pustaka sekolah.

“Rumah milik An­to­ se­dang kosong ditinggal pe­milik. Bagunan yang terkena ada empat unit, masing-ma­sing rumah penjaga se­kolah, kantin, dan per­pus­takaan. Taksiran kerugian sekitar Rp350 juta,” te­rangnya.

Sementara itu, Yulizar, Kepala Sekolah SMPN 16 yang ditemui Haluan di­lokasi mengatakan bahwa tidak ada ruang kelas yang terkena.

“Kita bersyukur karena ruang guru dan ruang belajar selamat,” terangnya.

Lebih lanjut dirinya me­ng­atakan, api tidak sampai merambah ruang kelas dan guru berkat bantuan warga.

“Tadi saya lihat ada se­kitar lima armada Damkar yang memadamkan api. Se­lain itu warga juga ikut mem­bantu,” ungkapnya.

Sementara itu Mirkadri, Ketua Komite Sekolah yang ditemui di lokasi, berharap kejadian ini menjadi per­hatian dan lebih berhati-hati.

“Ini musibah. Namun ke depannya kita harus lebih hati-hati lagi agar kejadian ini tidak terulang lagi,” jelasnya.

Bencana yang dise­bab­kan oleh si jago merah ini, tidak berhenti sampai di sana saja. Pada Minggu (7/8), sekitar pukul 06.30 WIB, sebuah kedai buah milik Izal (21), di Simpang Kalawi juga ludes dilalap api. Penyebab kebakaran kedai buah semi permanen ini masih dalam penyelidikan pihak kepo­lisian. Namun kerugian yang dialami oleh Izal ditaksir lebih kurang Rp100  juta.

Untuk meredam amukan si jago merah ini, BPBD dan Damkar Kota Padang me­ngirim 3 unit mobil pe­madam kebakaran.

Berselang satu setengah jam dari kebakaran di Kam­pung Kelawi, satu unit rumah dan warung milik Halim (45) di Bungus RT 02 RW 01, Kecamatan Bungus juga di­amuk si jago merah. Ke­bakaran ini diduga akibat ledakan kompor gas.

Saat api melalap rumah permanen milik Halim, pi­hak­nya sedang tidak berada di rumah. Dia baru me­nge­tahui ketika rumah dan wa­rungnya sudah habis ter­bakar. Sebanyak empat mo­bil  kebakaran dikirim untuk  menjinakkan si jago merah. Personil  Polsek Bungus, Koramil 07dan Pol Air juga ikut andil membantu me­madamkan api.

Dikatakan Halim, pi­haknya mengaku kalau ke­rugian yang dialaminya men­capai Rp320 juta.

“Kami tidak berada di rumah saat kebakaran ter­jadi, namun kejadian ini membuat kami sangat ter­pukul,” akunya.

Kalaksa BPBD Damkar Padang Rudy Rinaldy me­lalui Humas Amrizal Reng­ganis,  mengaku prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di Kota Padang se­lama dua hari berturut-turut.

“Kami meminta agar ma­syarakat selalu waspada ke­tika meninggalkan rumah ataupun tempat-tempat yang kemungkinan besar bisa menimbulkan kebakaran. Jika ingin keluar rumah, pastikan sebelumnya rumah dalam kondisi aman, se­hingga kita bisa mencegah lebih dini agar tidak terjadi kebakaran,” imbaunya.

Di Bungus, BPBD dan Damkar memfasilitasi pen­dirian tenda yang dapat dimanfaatkan oleh korban kebakaran sebagai tempat berteduh sementara. Selain itu, disalurkan bantuan ma­kanan untuk meringankan beban korban kebakaran. (h/mg-ina/hud)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]