OLIMPIADE 2016

Angkat Besi Medali Pertama Indonesia


Senin, 08 Agustus 2016 - 04:19:14 WIB
Angkat Besi Medali Pertama Indonesia Lifter putri Sri Wahyuni Agustiani meraih medali perak di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, sekaligus medali pertama untuk Indonesia. Sri Wahyuni turun di kelas 48 kg, Minggu (7/8).

‘Merah Putih’ berkibar di Rio de Janeiro, setelah lifter putri Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani meraih medali perak.

Rio de Janeiro, Haluan — Angkat besi menyumbang medali pertama untuk Indonesia di Olim­piade 2016. Lifter Sri Wahyuni Agustiani meraih medali perak. Ini menempatkan ‘Merah Putih’ di peringkat 14 klasemen sementara.

Turun di kelas 48 putri di Riocentro Pavilion 2, Rio de Janeiro, Minggu (7/8), Sri mencatat total angkatan 192 kg. Pada angkatan snatch, dia mampu me­ngangkat beban 85 kg. Sementara di angkatan clean & jerk, lifter berusia 21 tahun itu mengangkat beban 107 kg.

Dengan total angkatan 192 kg, Sri menempati posisi kedua dan berhak mendapat medali perak. Medali emas sendiri di­rebut lifter Thailand, Sopita Tanasan.Sopita mencatatkan total angkatan 200 kg. Pada angkatan snatch, Sopita mengangkat beban 92 kg sedangkan di angkatan clean & jerk 108 kg. Sementara itu medali perunggu menjadi milik lifter Jepang, Hiromi Miya­ke. Dia total mencatatkan ang­katan 188 kg dengan masing-masing 81 kg di angkatan snatch dan 107 di angkatan clean & jerk.

Dengan keberhasilan lifter Sri Wahyuni Agustiani meraih medali perak Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro menegaskan betapa ang­kat besi rutin jadi penyumbang medali buat Indonesia di pesta olahraga multicabang sedunia itu.

Sri Wahyuni, yang baru perta­ma kali tampil di Olimpiade, menandai debutnya dengan me­dali perak nomor 48 kg. Itu sekaligus menjadi medali pertama Indonesia di Olimpiade kali ini dan yang ke-28 sepanjang sejarah keikutsertaan ‘Merah Putih’ di ajang tersebut.

Merinci lebih jauh, Bulu­tangkis menjadi penyumbang terbanyak buat Indonesia dengan 18 medali (6 emas, 6 perak, 6 perunggu). Angkat Besi kemudian ada di posisi dua dengan sembilan medali (4 perak, 5 perunggu), diikuti Panahan dengan 1 perak.

Angkat Besi menyumbang medali Olimpiade pertamanya buat Indonesia lewat pencapaian atlet putri Papua, Lisa Rumbewas, yang menyabet perak nomor 48 kg pada Olimpiade Sydney tahun 2000. Ada pula perunggu dari Sri Indriyani (putri 48 kg) dan Wi­narni (putri 53 kg).

Empat tahun kemudian dalam Olimpiade Athena tahun 2004, Lisa Rumbewas kembali unjuk gigi dengan meraih medali perak ketika beraksi di nomor 53 kg.

Di tahun 2008, saat Olim­piade dihelat di Beijing giliran dua atlet putra, Eko Yuli Irawan (56 kg) dan Triyatno (62 kg), yang menambah koleksi medali perak persembahan angkat besi buat Indonesia.

Tradisi medali dari angkat besi terjaga dalam Olimpiade 2012 di London. Triyatno me­nyabet perak nomor 69 kg, se­dang­kan Eko Yuli meraih pe­runggu nomor 62 kg.Tahun ini, tentu saja, ada Sri Wahyuni yang sudah memastikan tradisi itu tidak terhenti. Peluang Angkat Besi menambah sumbangan me­dalinya pun masih terbuka lebar mengingat di Olimpiade kali ini Indonesia mengirimkan total tujuh atlet angkat besi yakni Sri Wahyuni, Dewi Safitri, Eko Yuli, Triyatno, M. Hasbi, Deni, dan I Ketut Ariana

Sementara itu tim panahan putra Indonesia terhenti di perem­patfinal usai dikalahkan tim Amerika Serikat.  Indonesia yang diperkuat Riau Ega, Hendra Pur­nama, dan Muhammad Hanif Wijaya melewati babak perdela­pan final dengan mulus setelah menang atas Taiwan dengan skor 6-2 di gelanggang Sambadrome, Sabtu (6/8). Namun demikian, pencapaian serupa tak mampu mereka lanjutkan saat meng­hadapi para pepanah Amerika Serikat di babak perempatfinal pada Minggu (7/8).

“Untuk tim putra penampilan di perdelapan final melawan Tai­wan saya menilai bagus baik teknik maupun mental sehingga dapat menyelesaikan dengan point 6-2. Namun pada perem­patfinal kalah dengan AS denga point 2-6 karena USA memang lebih baik dari tim kita,” kata pelatih panahan Indonesia Denny.

Cabang panahan masih me­miliki kesempatan di nomor individu alias perorangan. Menu­rut Denny, peluang Indonesia di nomor itu cukup bagus.”Tidak ada kendala. Semuanya berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Untuk nomor perorangan pe­luangnya cukup bagus karena kita punya 4 atlet perorangan yang sementara ini merupakan atlet terbaik kita,” ujarnya.

Selain Riau Ega, Hendra Pur­na­ma, dan Muhammad Hanif Wijaya, ada pula nama Ika Yulia­na Rochmawati yang diharapkan bisa menyumbang medali buat Indonesia di nomor individu panahan Olimpiade kali ini.

 

Bonus Rp2 Miliar

Menteri Pemuda dan Olah­raga, Imam Nahrawi, menegaskan Sri Wahyuni akan mendapatkan bonus Rp2 miliar atas keber­hasilannya merebut medali perak di Oimpiade 2016 dari ajang angkat besi 48 kg.  “Selamat ya Yuni, bonus dari pemerintah sebesar Rp2 miliar telah menjadi hakmu,” kata Imam seusai me­nyaksikan pertandingan di Rio­cen­tro Paviliun 2, Sabtu (6/8) malam.

Sebelum kontingen Indonesia berangkat ke Rio De Janeiro, Kemenpora menjanjikan pening­katan bonus untuk Olimpian yang berhasil merebut medali. Perebut medali emas akan mendapatkan Rp5 miliar, perak Rp2 miliar, dan perunggu Rp1 miliar.

Imam juga mengharapkan keberhasilan Sri Wahyuni meraih perak dapat menambah semangat juang rekan-rekannya. Peluang menambah medali, kata Imam, masih terbuka lebar karena Olim­piade baru dimulai sehari.

“Bukan hanya dari angkat besi, saya tetap optimistis ada tambahan medali bagi Indonesia pada cabang lainnya,” ujarnya.

“Yuni pasti menjadi pe­nye­ma­ngat baru bagi atlet lainnya untuk meraih yang lebih baik. Yuni ini masih muda dan pro­duktif sehingga saya yakin untuk Olimpiade berikutnya akan meningkatkan raihan medali,” ujar menteri. (h/san)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]