Ratusan Ha Lahan Bekas Tambang Rusak


Senin, 08 Agustus 2016 - 12:00:09 WIB

DHARMASRAYA, HALUAN— Sekitar 300 hektare lahan bekas tambang liar di satu lokasi Bukit Mindawa sudah hancur. Belum lagi lahan atau lokasi tambang liar yang lain seperti di Aur Jaya Sitiung V dan lokasi sulit untuk dijangkau.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Dhar­masraya, dr.Rahmadian menga­takan, lahan yang rusak bekas tambang liar di Dharmasraya bisa jadi keseluruhan mencapai 1.000 hektare.

Ke depan jumlah lahan yang rusak tersebut diharapkan tidak bertambah lagi. Seluruh mas­yarakat dan stakeholder yang ada di Kabupaten Dharmasraya dapat menjaga lingkungan dari orang orang yang tidak bertanggung jawab.

Apalagi katanya, akibat dari rusaknya lingkungan tersebut akan dirasakan oleh orang ba­nyak sampai ke anak cucu, tetapi yang memperoleh keuntungan dari aksi ilegal tersebut hanya sebahagian orang saja.

Ia mengajak semua lapisan masyarakat dan seluruh stake­holder untuk memerangi aksi tambang liar di Ranah Cati Nan Tigo ini, karena katanya, masalah lingkungan bukanlah masalah yang harus di hadapi oleh BLH saja, tetapi itu merupakan tang­gung jawab bersama. “Masalah lingkungan hidup bukan hanya masalah BLH saja, tetapi adalah tanggung jawab bersa­ma,” te­gasnya dalam suatu acara bebe­rapa waktu lalu di Sungai Dareh yang juga dihadiri oleh Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Kajari Pulau Punjung, Harjo,SH, Kapolres Dharmasraya, AKBP.Lalu Muhammad Iwan Mahardan serta Kepala SKPD dan camat.

Ia mengatakan, praktik tam­bang liar ini juga mencemarkan  lingkungan sampai ke aliran sungai. Bahkan Sungai Batang­hari sebagai sumber hajat hidup orang banyak yang mengaliri saluran irigasi sampai ke Provinsi Jambi, sudah dinyatakan tercemar dan melampaui ambang batas pencemaran.

 Artinya kata dokter ini, akibat ulah sekelompok orang, kehidu­pan orang banyak sudah teran­cam oleh penyakit yang sangat berbahaya yaitu lumpuh layuh, dimana orang tersebut hidup tetapi tidak normal lagi dan otaknya tidak berfungsi karena termakan air pencemaran limbah tambang liar tersebut.”Mari kita jaga lingkungan bersama demi anak cucu nantinya,”ajak Rah­madian.

“Kalau tidak masyarakat Dhar­masraya yang menjaga, siapa lagi, karena orang luar Dharmasraya yang datang mencari kehidupan dari aksi illegal tersebut akan pergi meninggalkan Dharmasraya setelah lingkungan sudah han­cur,”tutupnya.(h/mdi)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM