BUAT HUJAN BUATAN

1 Ton Garam Disebar di Langit Riau


Selasa, 09 Agustus 2016 - 03:18:56 WIB
1 Ton Garam Disebar di Langit Riau Ilustrasi.

PEKANBARU, HALUAN — Sebanyak 1 ton garam sudah disebar di langit Riau guna menghasilkan hujan buatan sebagai upaya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah. Kendati begitu, hingga kini titik panas masih saja terpantau.

Demikian diungkapkan anggota Satuan Tugas Udara Karhutla Riau, Lettu Sherif Yanuardi, kemarin. Dikatakan Sherif, penyebaran garam ter­sebut dilakukan di wilayah Bengkalis dan Dumai.

“Total NaCl (garam,red) yang disebar hari ini seribu kilogram. Sebaran garam dila­kukan di wilayah Bengkalis dan Dumai dengan ketinggian 8.­000-8.500 kaki,” ungkap She­rif.

Dijelaskannya, dari obser­vasi visual saat penerbangan, tutupan awan didominasi awan jenis Stratocumulus dan ter­pantau ada beberapa sel awan Cumulus potensial dengan ketinggian puncak awan men­capai 8.000-9.000 kaki di Dumai dan Bengkalis.

Sementara di dekat per­batasan Bengkalis dan Siak juga terpantau adanya sel awan Cumulus yg cukup potensial dengan ketinggian puncak awan mencapai 10.000 kaki.

Program Teknologi Mo­difikasi Cuaca yang dilakukan Badan Pengkajian dan Pe­nerapan Teknologi bersama dengan Satgas Karhutla Riau dimulai sejak Jumat (15/7) lalu. Operasi TMC tersebut meng­gunakan pesawat Cassa 212 bantuan Badan Nasional Pe­nanggulangan Bencana.

Pesawat yang mampu me­ng­angkut satu ton garam de­ngan sasaran awan Cumulus pada ketinggian 9.000 hingga 12.000 kaki itu terus beroperasi hampir setiap hari selama ada potensi awan.

Beberapa wilayah yang telah disemai garam yakni wilayah pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Siak. Kemudian penyemaian garam juga dilakukan di langit Pelalawan.

Kendati sudah menyebar 1 ton garam, sejumlah titik panas di sejumlah wilayah di Provinsi Riau masih saja terpantau. Pada Minggu (7/8), Badan Mete­reologi, Klimatologi dan Geo­fisika Stasiun Pekanbaru, me­mantau enam titik panas yang terdeteksi satelit Terra dan Aqua, yang menyebar di Kam­par tiga titik, Rokan Hilir dua titik dan Bengkalis satu titik.

Dari enam titik panas ter­sebut, empat diantaranya dipastikan sebagai titik api sebagai indikasi adanya Kar­hutla dengan tingkat keper­cayaan di atas 70 persen. Mayo­ritas titik api terkonsentrasi di Kabupaten Kampar dengan tiga titik sementara satu titik di Rokan Hilir.

Meski begitu, dari infor­masi yang dirangkum dari tim Satgas Karhutla Riau, tiga wilayah yang terpantau titik panas tersebut seluruhnya dipastikan sebagai kebakaran.

Di Bengkalis, kebakaran lahan yang berada di Tasik Serai, Kecamatan Mandau meluas. Tim saat ini mener­bangkan helikopter pengebom air ke wilayah tersebut seba­gai upaya penanggulangan melalui jalur udara. Se­men­tara itu, di Kampar, Karhutla terpantau di wilayah Kampar Kiri Hulu.

“Namun, kebakaran di wi­la­yah Kampar Kiri Hulu ber­hasil ditanggulangi. Sekarang tim bergerak ke wilayah Bang­ko, Rokan Hilir,” terang Lettu Sherif Yanuardi.

Sheriff mengatakan tim Satgas Udara masih terus beru­paya melakukan pengeboman air di wilayah yang terbakar.

Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah mem­perpan­jang status siaga darurat ke­bakaran lahan dan hutan yang berlaku enam bulan atau sejak Juni hingga 30 November 2016.(h/dod)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]