Soal Snack ‘Bikini’, Mendikbud Tak Setuju Pelaku Dipidana


Selasa, 09 Agustus 2016 - 03:46:48 WIB
Soal Snack ‘Bikini’, Mendikbud Tak Setuju Pelaku Dipidana

JAKARTA, HALUAN — Men­teri Pendidikan dan Kebu­dayaan Muhadjir Effendy me­nyatakan tidak setuju pembuat snack (makanan ringan) “Bi­kini” dipidanakan karena pro­duk makanan ringan tersebut berawal dari tugas sekolah.

“Kami hargai kreativitas dia. Saya tidak setuju kalau dipidanakan,” ujarnya setelah bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Senin.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur itu mene­gaskan bahwa tidak ada yang salah dari segi kreativitas murid dalam produksi makanan rin­gan jenis bihun yang cara memakannya diremas terlebih dulu.

“Gurulah yang seharusnya punya otoritas untuk me­ngarah­kan kreativitas murid. Mungkin saja itu keteledoran guru yang banyak pekerjaan. Guru bisa dikenai sanksi pe­langgaran etika, tapi muridnya jangan dipasung,” ujar Mu­hadjir yang baru menjabat Mendikbud menggantikan Anies Baswedan itu.

Walau begitu, terkait de­ngan penarikan produk tersebut dari pasaran, dia menyatakan setuju karena memang dapat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

Pembuat “Snack Bikini” Pertiwi Darmawanti Oktavia (19) mengaku menemukan ide kreativitas tersebut bersama lima orang teman sekolahnya.

Kemudian slogan “Remas Aku” di dalam kemasan maka­nan ringan beranimasi bikini tersebut diakuinya berasal dari pemberian sang guru.

Kepolisian Resor Depok, Jawa Barat masih memintai keterangan sejumlah orang setelah Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan meng­gerebek lokasi pembuatan makanan ringan tersebut di kawasan Sawangan.(h/ans)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]