BERKAT BANTUAN DANA KEMITRAAN PERTAMINA

Usaha Dendeng Blang Rakal Kembali Bangkit


Selasa, 09 Agustus 2016 - 03:52:56 WIB
Usaha Dendeng Blang Rakal Kembali Bangkit Area Manager Communication & Relations Pertamina Sumbagut Fitri Erika dan Manager Blang Rakal Nurmansyah memperhatikan karyawan Blang Rakal memotong daging untuk dibuat dendeng di tempat usaha tersebut, di Jl. Teuku M. Daudsyah No. 118 Banda Aceh, baru-baur ini. (AFRIANITA)

BANDA ACEH, HALUAN — Jika ke Provinsi Aceh, jangan lewatkan untuk membeli den­deng khas Aceh yang gurih dan manis. Salah satu usaha yang membuat dendeng itu adalah usaha Blang Rakal di Jl. Teuku M. Daudsyah No. 118 Banda Aceh.

Usaha tersebut sebenarnya sudah berdiri ada sejak 20 tahun terakhir. Namun, baru beberapa tahun terakhir ada jenis lain, seperti dendeng bakso, kopi, dan emping.

Usai tsunami, Zunimar Umar, pemilik Blang Rangkal, sempat mengalihkan produk­sinya ke rumahnya. Setahun berselang, akhirnya usaha ini menunjukkan kemajuan hing­ga akhirnya bisa punya tempat usaha baru. Mereka pindah ke Jln. Teuku M. Daudsyah No. 118 Banda Aceh yang kini menjadi tempat produksi seka­ligus pemasaran.

Usaha itu adalah salah satu yang mendapatkan ban­tuan kemitraan dari Pertamina dengan nilai Rp30 juta pada tahap pertama. Setelah usa­hanya berhasil, Pertamina kemudian membantu lagi pada tahap kedua senilai Rp50 juta pada 2004.

Manajer Blang Rakal, Nur­mansyah menerangkan, dendeng buatannya berbahan baku daging impor dari Aus­tralia. Hal itu untuk menjaga kualitas dendeng Blang Rakal dan daging impor yang teksturnya lebih baik saat dipotong menjadi dendeng.

“Dalam sekali produksi dendeng, jumlahnya bisa men­­capai 30 kilogram da­ging. Dalam sebulan, rata-rata kami memproduksi 2 hingga 3 kali,” tuturnya di toko ter­sebut baru-baru ini.

Ia kemudian menceritakan sedikit cara membuat den­dengnya. Pertama, daging dipotong tipis dengan mesin, kemudian dibumbui dan di­diamkan hingga 24 jam. Setelah itu, daging dijemur.

“Jika cuaca bagus, proses pembuatannya sampai jadi dendeng kering yang siap untuk dipak sekitar se­minggu,” tuturnya.

Perbedaan dendeng Aceh dengan dendeng Sumbar, menurutnya, misalnya rasanya yang manis. Bumbunya juga identik dengan penggunaan ketumbar yang menjadi wangi khas dendeng tersebut.

Nurmansyah menjual den­deng seberat 250 gram seharga Rp65 ribu. Sementara itu untuk berat 500 gram har­ganya Rp130 ribu.

Pertamina Kucurkan Rp30 Miliar Dana Kemitraan di Aceh  Sejak tahun 1993-2016, Pertamina sudah menyalurkan dana kemitraan di Aceh sebe­sar hampir Rp30 miliar kepada 1.818 mitra binaannya.

Menurut Area Manager Communication & Relations Pertamina Sumbagut, Fitri Erika, usaha yang ingin men­dapatkan dana kemitraan bisa membuat proposal dan mengajukannya.

“Nantinya akan ada dari Pertamina yang meninjau langsung kelayakan usaha itu untuk diberikan dana bergulir dengan bunga hanya 6 persen per tahun tersebut. Namun, ada juga dari Pertamina yang mendatangi langsung calon mitra untuk diberikan bantuan. Tak hanya dana, mitra binaan juga ada yang dibiayai untuk ikut pameran,” tuturnya.

Blang Rakal—salah satu mitra binaan Pertamina—saat ini memiliki 16 pekerja  untuk mengembangkan jenis usaha dengan menambah variasi produk menu.

“Ir. Zunnizam Umar, pemilik usaha Blang Rakal juga telah mengikuti pelatihan mitra unggulan di Jakarta pada Juni lalu serta mengisi stan di Pameran Jaringan Kota Pusaka Aceh pada Mei 2016,” tambah Erika. (h/ita)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]