JELANG PERAYAAN HUT RI

Polri Lacak Akun Medsos Anggota ISIS


Rabu, 10 Agustus 2016 - 04:20:52 WIB

JAKARTA, HALUAN — Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun RI ke-71, Kepolisian Negara RI meningkatkan pengamanan di sejumlah daerah dari ancaman teror. Penelusuran akun milik anggota dan simpatisan Negara Islam di Irak dan Suriah pun dilakukan guna mengan­tisipasi rencana aksi teror.

“Kelompok (teroris) me­ngang­gap pemerintah sebagai lawan sehingga simbol-sim­bol negara dan perayaan nasional, seperti 17 Agustus, menjadi salah satu target aksi penyerangan mereka. Karena itu, kami mencermati dengan baik potensi ancaman itu dengan meningkatkan kewas­padaan,” ujar Kepala Divisi HumasPolri Inspektur Jen­deral Boy Rafli Amar, Senin (8/8/2016), di Markas Be­sar Polri, Jakarta.

Boy menambahkan, ka­rak­teristik kelompok teroris ialah selalu mencari waktu yang tepat untuk melakukan amaliah sehingga dapat me­ng­hasilkan serangan dengan dampak besar.

Terkait dengan hal itu, tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror menangkap empat tersangka teroris pada 8-10 Juni lalu di Surabaya, Jawa Timur, karena merencanakan aksi teror pada bulan Rama­dan dan Idul Fitri.

Mereka adalah Priyo Ha­di Purnomo, Befri Rah­ma­wan alias Ibnu alias Azis, Feri Novandi alias Abu Fahri alias Koceng, dan Sali As Sabah. Sementara itu, pada 5 Juli atau satu hari menjelang Idul Fitri, Nurohman meledakkan diri di Markas Kepolisian Resor Kota Solo, Jawa Tengah.

Pada Agustus 2015, Den­sus 88 Anti Teror juga me­nang­kap empat ter­duga­te­roris, yaitu Ibadurrahman alias Ali Robani, Yus Kar­man, Sugi­yanto alias Gen­tong, dan Syafiudin alias Udin. Mereka merencanakan aksi teror di wihara dan gereja pada 17 Agustus 2015 di Solo.

Telusuri Komunikasi

Sebagai salah satu upaya pencegahan, menurut Boy, Polri juga secara intens mela­cak aktivitas pemimpin sayap militer Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) asal Indo­nesia, Bahrun Naim. Ko­munikasi melalui akun media sosial, terutama Facebook, kata Boy, menjadi cara Bah­run Naim merekrut anggota, melatih perakitan senjata dan bahan peledak, hingga me­ren­canakan teror.

“Kami tidak bisa mere­mehkan kelompok ini karena Bahrun Naim membentuk sel teroris dari Suriah,” kata Boy.

Keberadaan Bahrun Na­im diketahui pertama kali saat merencanakan dan mem­berikan dana untuk kelom­pok teroris pimpinan Ibadur­rahman di Solo. Ia juga terli­bat perencanaan teror akhir 2015 di Jakarta, yang akan dilakukan Arif Hidayatullah alias Abu Musab.

Pekan lalu, Bahrun Naim pun dicurigai sebagai peren­cana dan pemberi dana Ke­lom­pok Gonggong Rebus (KGR) yang berencana men­yerang Singapura. Menurut Boy, dari hasil komunikasi melalui Facebook, Bahrun Naim memerintahkan KGR untuk merekrut anggota dan menyiapkan aksi teror.

Kepala Kepolisian Da­erah Kepulauan Riau Brigadir Jen­deral (Pol) Sam Budigus­dian mengatakan, pihaknya terus mendalami lima terduga teroris yang ditangkap Jumat (5/8). Lima dari enam orang itu sudah intensif berlatih perang di Batam.

Sebelumnya, Densus 88 Anti Teror menangkap GRD (31), ES (35), T (21), TS (46), HGY (20), dan MT (19) di tempat yang berbeda di Batam (Kompas, 6/8/2016). MT dilepaskan karena bukan sasaran Densus.

Dari Palu, Sulawesi Te­ngah, dilaporkan, Satuan Tugas Operasi Tinombala mendekati keluarga dari ang­gota kelompok Santoso, yang tercantum dalam daftar pen­carian orang (DPO), untuk membujuk mereka agar men­yerahkan diri. Ini dilakukan setelah akhir pekan lalu dua orang yang tercantum dalam DPO menyerahkan diri atas bantuan keluarga.

Jumri alias Tamar men­yerah­kan diri Jumat (5/8), Salman alias Opik menyerah­kan diri Minggu (7/8). Deng­an demikian, Satgas masih me­nge­jar 16 orang yang tercantum dalam DPO tersisa. (h/cnn)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]