Puluhan Ninik Mamak Ikut Sosialisasi KPH


Rabu, 10 Agustus 2016 - 04:38:21 WIB
Puluhan Ninik Mamak  Ikut Sosialisasi KPH Bupati Pasaman, H Yusuf Lubis, Kadishut provinsi Sumbar, Hendri, Kadishut Pasaman, Yozarwardi poto bersama para camat dan Ninik Mamak. (YUDHI LUBIS)

PASAMAN, HALUAN—Puluhan ninik mamak dan tokoh masyarakat di Kabupaten Pasaman, ikuti sosialisasi pem­bangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Selasa (9/8).

Acara ini juga dihadiri perwakilan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Acara bertajuk optimalisasi kelem­bagaan kesatuan pengelolaan hutan (KPH) dalam rangka implementasi Undang-Un­dang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, dibuka langsung oleh Bupati Pasaman, H Yusuf Lubis.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengatakan, kawasan hutan di daerah itu masih dominan. Sekitar 60 persen adalah kawasan hutan, dan masyarakat, kata dia, tinggal dan menopangkan hidupnya terhadap keberadaan hutan. “Jadi, itu dasarnya pemba­ngunan kehutanan merupa­kan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan Pasaman.

Banyak masyarakat masih menggantungkan hi­dup­nya di hutan,” sebut bupati.

Hutan di Pasaman, kata Yusuf Lubis, memiliki karak­teristik tersendiri. Setidaknya, ada lima fungsi hutan seba­gaimana diklasifikasikan oleh Kementrian Lingkungan Hi­dup dan Kehutanan (KLHK), yakni fungsi hutan suaka alam dan wisata (HSAW), fungsi hutan lindung (HL), hutan produksi (HP), hutan produksi konversi (HPK) dan hutan produksi terbatas (HPT).”Dan keseluruhan hutan di Pasaman masih terjaga, masih cukup baik keberadaannya jika di­bandingkan dengan daerah lain,” ujarnya.

Ia mengatakan, isu stra­tegis dalam pengolaan hutan di daerah itu sangat beragam dan konfleks, seperti miskin­nya kondisi perekonomian di dalam dan sekitar kawasan hutan, penggunaan kawasan hutan dan penyelesasian kon­flik tenurial lahan hu­tan. ”Alhamdulillah, pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakab untuk mengatasi permasalahan itu,” ucapnya.

Dikatakan Bupati,  untuk untuk mencapai tujuan pe­ngelolaan hutan, pelu dilaku­kan penyelesaian kawasan hutan dan masyarakat dise­kitar kawasan hutan, mening­katkan kapasitas pengelolaan hutan, mening­katkan SDM dan ekonomi masyarakat seki­tar kawasan hutan.

Selain itu, kata bupati, menyediakan infrastruktur sosial bagi penguatan kelem­bagaan perhutanan sosial, terutama yang mendapat akses pemanfaatan sumberdaya hu­tan.”Saya menyambut baik pelaksanaan acara ini. Nanti, mereka (peserta,red) akan menjadi pengelola hutan yang baik untuk peningkatan eko­nomi dari pemanfaatan hutan,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan Pasaman, Yozarwardi Usama Putra mengatakan, pelaksana­an sosialisasi itu dalam rangka meningkatkan peran dan fung­si kelembaga KPH sebagai organisasi terdepan dalam pengelolaan hutan pada masa mendatang.”Itu menyusul diberlakukannya Undang-Undang nomor 23 tahun 2014, diharapkan dapat duku­ngan penuh dari semua pihak, sebagai upaya mening­katkan kesejahteraan masyara­kat dan menjaga kelestarian hutan dan lingkungan,” ujar Yoz.

Turut hadir, Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat, Hendri Octavia, para Camat, Walinagari dan Ketua KAN. (h/mg-yud)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]