Wartawan Praperadilankan Polres Agam


Rabu, 10 Agustus 2016 - 04:57:24 WIB

Agam, Haluan — Dirut C.V Filma Inti Media pers, Ryan Wafilma mengajukan Pra­pera­dilan kepada pengadilan Negeri Lubuk Basung atas penetapan dirinya sebagai ter­sang­ka oleh Polres Agam. Yang bersangkutan menilai Penetapan tersebut tidak berdasar, karena yang ia merasa sudah menjalankan kode etik jurnalistik dalam pemberitaan.

Pengajuan praperadilan tersebut dimohonkan tepat­nya pada tanggal, 27 Juli 2016. Pengadilan Negeri Lubuk Basung menerima permo­honan praperadilan tersebut. Kedua belah pihak, pemohon Ryan Wafilam, pihak terhohon Polres Agam sudah mulai menjalankan proses persi­da­ngan, lebih kurang tujuh hari, mulai Senin (8/8), kemarin.

Pihak kepolisian se­be­lum­­nya melakukan Pene­tapan status Ryan Wafilma sebagai ter­sangka, dalam kasus tindak pidana merusak kehormatan Bupati Agam Indra Catri me­lalui tulisan bupati Agam Pangi­cuah, diterbitkan pada surat Kabar Independen Me­dia pem­ba­ngunan pada Jumat 5 Mei 2015.

Dirut C.V Filma Inti Media Pers, Ryan Wafilma, Selasa (9/8), mengatakan, pengajuan praperadilan ini bertujuan untuk memeriksa serta mengadili seadil-adil­nya, atas statunya yang di­tetap­kan sebagai ter­sangka. Ia menilai petapan tersebut tidak tepat. Masa wartawan yang dilindungi dengan UU menjalankan pe­ker­jaan­nya lalu ditetapkan saja sebagai tersangka, ini bahanya untuk kebebasan pers.

Menurutnya, penetanan dirinya sebagai tersangka, dalam surat panggilan polisi No S.Pgl/260/VII/2016/Res­krim dan surat Panggilan polisi No S.Pgl/271/VII/2016/Reskrim tidak ber­dasar. Pihak kepolisian hanya menggunakan Rumusan Pa­sal 311 ayat (1) yo pasal 310 ayat (2) KUHP pidana. Ia mengaku dalam dalam kasus tersebut ia senantiasa pem­pedomani UU No 40 tahun 1999 tentang pokok pers.

“Dalam memuat berita kita Selalu mempedomani UU No 40 tahun 1999 tentan pokok pers, kemudian kaidah kode etik jurnalistik, diama adanya nara sumber, serta konfirmasi terhadap sumber dan objek pemberitaan,” jelasnya.

Dikatakannya, sidang su­dah dua kali dengan hari ini, pada sidang pertama, ter­ho­mohon sudah menyam­paikan duplik, nanti pihaknya juga membuat replik jawaban se­cara tertulis. Melalui prape­radilan ini ia ber­harap penga­dilan membatalkan, peneta­pan pemohon sebagai ter­sang­ka dan memulihkan harkat dan martabat serta nama baik pemohon sebagai warga negara yang bebas. (h/yat)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]