Calon Mahasiswa UNP Keluhkan Biaya Kuliah


Rabu, 10 Agustus 2016 - 05:01:59 WIB

PADANG, HALUAN — Sejumlah calon mahasiswa baru jalur seleksi mandiri Universitas Negeri Padang (UNP) mengeluhkan mahalnya biaya kuliah. Untuk bisa kuliah di Jurusan Teknik Mesin, misalnya, mahasiswa harus merogoh kocek sebesar Rp4 juta.

“Kalau sebesar itu, tidak sanggup orang tua saya,” ujar Fenda Lisman, calon ma­hasiswa baru Jurusan Teknik Mesin kepada Haluan, Selasa (9/8).

Fenda bercerita bahwa penghasilan orang tuanya tak cukup untuk membiayai ku­liahnya. Ayahnya bekerja sebagai buruh tukang (bangu­nan), sedangkan ibunya se­hari-hari hanya mengurus rumah tangga. Sementara dari penghasilan itu, orang tua Fenda harus menafkahi empat buah hatinya.

“Bagaimana caranya saya mengatakan berapa gaji ayah sebulan. Kadang iya beliau bekerja, kadang tidak. Be­berapa hari terakhir saja beliau tidak kerja,” kata Fenda melanjutkan.

Saat ditanya lebih lanjut, ternyata Fenda hanya men­daftar kuliah lewat jalur man­diri mengandalkan pres­tasi. Pemuda asal Parik Mung­ko Aia, Kecamatan Lampasi Tigo Nagari, Kota Payakum­buh ini saat SMK pernah juara II pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Sumatra Barat. Di UNP, para juara LKS ter­sebut mendapat jami­nan lulus seleksi mandiri dengan ber­bekal sertifikat juara.  “Tapi saya tidak me­nyang­ka biaya kuliahnya mahal,” kata alumnus Teknik Mesin SMKN 2 Payakumbuh ini.

Ahmad Afandi, calon mahasiswa baru yang lulus di Jurusan Teknik Sipil juga mengeluhkan hal yang sama. Biaya sebesar Rp4 juta yang mesti dibayarkannya dirasa terlalu berat. Ibunya sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh cuci pakaian, semen­tara ayahnya sudah tidak memberi nafkah.

“Saya ingin sekali kuliah. Untuk biaya daftar ulang, saya pinjam dulu uang dari etek. Rencana saya akan kuliah sambil kerja,” kata alumnus Jurusan Teknik Bangunan SMKN 1 Guguk ini.

Rektor UNP, Ganefri, mengatakan bahwa pada tahun ini biaya kuliah jalur mandiri tidak lagi menggu­nakan sistem UKT. Biaya kuliah yang ditetapkan kepa­da mahasiswa, yaitu Rp3 juta untuk bidang ilmu IPS dan Rp4 juta untuk bidang ilmu IPA. Perubahan sistem terse­but, kata Ganefri, ditenggarai oleh tidak cukupnya penda­patan UNP jika tetap meng­gunakan sistem UKT, se­dangkan pendapatan itu digu­nakan untuk biaya opera­sional universitas.

Meski tidak lagi menggu­na­kan sistem UKT, maha­siswa tetap hanya membayar biaya kuliah per semester. Mahasiswa tidak akan lagi dipungut biaya lainnya, se­perti uang pengembangan institusi dan uang wisuda.

Mahasiswa kurang mam­pu yang keberatan dengan biaya kuliahnya, kata Ga­nefri, bisa mendapatkan bi­dik­misi, namun sebe­lumnya sudah mendaftar melalui jalur bidikmisi. Sedangkan, yang mendaftar mandiri bukan jalur bidikmisi akan diprio­ritaskan untuk mendapat beasiswa lainnya asalkan berprestasi.  (h/mg-sas)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 November 2019 - 20:06:30 WIB

    Sidang Alot, Buchari Bachter dan Dady Fatria juga Mundur dari Calon Ketum Kadin Padang

    Sidang Alot, Buchari Bachter dan Dady Fatria juga Mundur dari Calon Ketum Kadin Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Setelah sebelumnya dua calon mundur, penjaringan calon Ketua Umum Kadin Kota Padang akhirnya menyisakan tiga nama. Namun, setelah sidang yang alot, dua calon lagi yakni, Buchari Bachter dan Dady Fa.
  • Kamis, 21 November 2019 - 17:50:16 WIB

    Dua Calon Mundur dari Bursa Ketum Kadin Padang

    Dua Calon Mundur dari Bursa Ketum Kadin Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Dua orang bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Padang mundur dari pencalonan saat digelar Musyawarah Kota (Muskot) Kadin Padang di Hotel Mercure, Kamis (21/11) sore..
  • Selasa, 19 November 2019 - 23:45:45 WIB

    Kadin Padang Segera Gelar Muskota, Lima Nama Calon Ketua Mengapung

    Kadin Padang Segera Gelar Muskota, Lima Nama Calon Ketua Mengapung PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Padang menggelar Musyawarah Kota (Muskota) di ball room Mercure Hotel, Kamis, 21 November 2019 mendatang. Hal itu dikatakan Ketua Karteker, Sam Salam dida.
  • Senin, 14 Agustus 2017 - 17:42:10 WIB

    Baliho dan Poster Bacalon Kepala Daerah Tak Sesuai Perda, Walikota Padang: Sat Pol PP Sudah Tahu Tugasnya

    Baliho dan Poster Bacalon Kepala Daerah Tak Sesuai Perda, Walikota Padang: Sat Pol PP Sudah Tahu Tugasnya PADANG, HARIANHALUAN.COM—Wali Kota Padang, Mahyeldi, akhirnya angkat bicara tentang baliho dan poster bakal calon kepala daerah Kota Bengkuang ini yang mulai muncuil sejak beberapa waktu belakangan. Menurutnya, hal seperti .
  • Kamis, 22 Desember 2016 - 01:08:18 WIB
    JELANG KONFERPROV PWI SUMBAR

    Tiga Calon Mulai Bergerilya

    PADANG, HALUAN – Tiga kandidat Ketua PWI Sumbar periode 2016-2021 mulai ber­gerilya mencari dukungan suara jelang Kon­frensi Provinsi (Konferprov) Persatuan War­tawan Indonesia (PWI) Sumbar yang akan diselenggarakan Seni.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]