Polri Hentikan Selidiki Haris Azhar


Kamis, 11 Agustus 2016 - 03:58:01 WIB

JAKARTA, HALUAN — Badan Reserse Kriminal Polri menghentikan semen­tara penyelidikan terhadap Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar terkait dengan upaya mengumpulkan fakta melalui tim independen.

“Prioritas utama me­nem­puh langkah-langkah kon­firmasi tentang testimoni Fredi. Belum mengarah ke projusticia,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat memberikan konferensi pers bersama Haris di salah satu rumah makan, Jakarta Se­latan pada Rabu (10/8).

Haris dilaporkan ke Ba­res­krim Polri oleh Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan orga­nisasi masyarakat Pemuda Panca Marga setelah mem­publikasikan artikel hasil percakapannya bersama ban­dar sekaligus terpidana mati kasus narkotik Fredi Bu­diman. Cerita itu diberi ju­dul Cerita Busuk dari Se­orang Bandit.

 Dalam artikel itu, Haris menyampaikan bahwa Fredi diduga memberikan upeti sebesar Rp450 miliar kepada oknum anggota BNN dan Rp90 miliar kepada oknum anggota Polri untuk me­muluskan bisnis narkotiknya.

Bahkan, Haris me­nyebut­kan, Fredi juga bisa menik­mati fasilitas kendaraan se­orang jenderal TNI bintang dua untuk membawa narkotik dari Medan menuju Jakarta, tanpa gangguan apapun.

Belum melakukan penye­lidikan terhadap keempat laporan itu, Polri justru mem­bentuk tim independen. Me­nurut Boy, tim itu akan me­nelusuri kebenaran informasi dalam cerita Haris.

Tim itu akan dipimpin Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jen­deral Dwi Priyatno, dan beranggotakan personel Ba­res­krim Polri, Divisi Hubu­ngan Masyarakat Polri, Ketua Setara Institute Hendardi, anggota Komisi Kepolisian Nasional Poengky Indarti, serta pakar komu­nikasi dari Universitas Indo­nesia Effendi Gazali. 

Terkait dengan langkah penghentian sementara pro­ses penyelidikan itu, bekas Kepala Polda Banten itu menyampaikan bahwa Polri ingin mendapatkan kepastian hukum. ”Semua laporan (pe­nye­lidikannya dihentikan),” ujar dia.

Dia menuturkan pihak­nya akan menindaklanjuti cerita Haris secara objektif. Boy mengatakan dirinya mengkhawatirkan apa yang disampaikan oleh Haris bisa memperlemah penanganan masalah narkotik di In­do­nesia.

Sebelumnya, Polri, BNN, dan TNI melaporkan Haris ke Bareskrim Polri dengan tu­duhan pelanggaran Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Tran­saksi Elektronik.

Haris dituduh telah men­ce­markan nama baik institusi penegak hukum dengan me­nyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta. Polri juga sempat menyatakan bahwa setiap orang tidak boleh sembarangan mengeluarkan informasi yang belum dapat dibuktikan kebenarannya. (h/cnn)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]