Pemerintah Lirik Sapi dari Amerika Latin dan Eropa


Kamis, 11 Agustus 2016 - 04:00:37 WIB
Pemerintah Lirik Sapi dari Amerika Latin dan Eropa Menteri Koordinator bidang Pere­kono­mian Darmin Nasution.

JAKARTA, HALUAN — Pe­merintah memperlebar kerja sama dengan banyak negara untuk menstabilkan harga jual daging dalam negeri. Menteri Koordinator bidang Pere­kono­mian Darmin Nasution mengatakan, alternatif impor daging kini tak hanya dari Australia.

“Kami akan mem­buka alternatif impor sapi bakalan dan in­dukan juga dari Ame­rika Latin,” ujar Darmin di Kompleks Istana Ke­presidenan, Rabu (10/8).

Hal itu disampaikan Darmin usai meng­ha­dap Presiden Joko Wi­do­do. Menteri Dalam Negeri Enggartiasto Lu­kita dan Menteri Perta­nian Amran Sulaiman juga terlihat menghadap Jokowi pagi tadi. 

Menurut Darmin, keran impor dibuka karena harga daging di pasar masih tinggi. Sebe­lum­nya, Bu­log memastikan impor 9,5 ribu ton daging kerbau asal India akan masuk bulan ini. Sehingga Darmin mem­per­kira­kan, harga da­ging di pasaran segera turun. 

Senada, Men­teri Per­da­gangan Enggartiasto Lukita menye­butkan negara-negara Amerika Selatan dan Eropa yang nanti akan mengekspor daging ke Indonesia, antara lain Meksiko, Brasil, Argentina, dan Spanyol. Menurutnya, hal itu diperlukan untuk memicu kes­tabilan har­ga. 

“Kami akan segera buka tahun ini. G to G (government to government) nanti kami lakukan. Diversifikasi sumber. Kalau satu sumber itu mono­poli, “ kata Enggar.

Dia enggan me­nyebutkan kuota daging riil yang di­bu­tuhkan pe­merin­tah saat ini. Impor daging itu segera dila­kukan meski Bu­log yang me­nge­tahui waktu pasti pelak­sanaan. 

Politikus Partai NasDem ini me­mastikan daging-daging impor nantinya akan disalurkan ke seluruh daerah yang mem­butuhkan. Pemerin­tah juga memastikan produksi daging dalam negeri dan Bulog diin­struksikan untuk menyerap seluruh hasil produksinya. 

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan juga menge­luar­kan regulasi khusus supaya dapat mengurangi keter­gan­tungan Indonesia terhadap impor daging sapi untuk me­me­nuhi kebutuhan dalam ne­geri.

Para importir daging sapi diminta mulai membangun peternakan sendiri guna men­dapatkan izin impor di masa mendatang. Pasalnya, itu akan menjadi salah satu syarat dan kompensasi bagi pemerintah untuk memberikan izin impor sapi di masa mendatang. 

Kementerian Pertanian su­dah menghapus kewajiban importir untuk menyerap da­ging sapi lokal sebesar 3 persen dari total kuota impor yang diperoleh. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Per­tanian (Permentan) Nomor 34 Tahun 2016 tentang Pema­sukan Karkas, Daging, dan Olahannya ke Wilayah Indo­nesia.

Pemerintah menetapkan kuota impor sapi bakalan seba­nyak 600 ribu ekor untuk tahun ini, melanjutkan kebijakan serupa pada tahun lalu yang sebanyak 617 ribu ekor. (h/cnn)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]