DIDUGA KERACUNAN OBAT

Kulit Rahayu Melepuh dan Bersisik


Kamis, 11 Agustus 2016 - 13:13:52 WIB

PADANG, HALUAN – Diduga keracunan obat dari salah seorang dokter di salah satu Puskesmas di Kabupaten Agam, Rahayu Febrida Sanjaya (13) harus menanggung derita dan terkapar di ruang bangsal kulit dan kelamin, RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hampir seluruh kulit Rahayu melepuh dan bersisik seperti orang terbakar. Bahkan setengah badannya ke bawah mati rasa dan layu.

Saat Haluan mengunjungi Rahayu ke ruangannya dirawat, tampak ia sulit berbicara dan terus mengeluarkan keringat. Diakuinya kepada  sang ibu sebelum kedatangan Haluan, Husdadiati (41) kerong­kongannya dan seluruh tubuhnya sangat panas. Hasilnya, Rahayu susah mengucapkan kata-kata dan bergerak.

Saat Husdadiati menaikkan sedikit kepala Rahayu untuk memberikan sedikit air, terlihat daun pisang di balik punggung­nya. Daun ini sudah penuh de­ngan darah dan kulit kering yang sudah terkelupas. Di punggung­nya, ter­nyata banyak lepuhan yang pecah dan menghasilkan luka.

“Lihatlah nak, bagaimana anak amak sekarang ini. Pilu batin amak nak,” lirih Husdadiati, kepada Haluan saat mengunjungi Rahayu di bangsal Kulit dan Kelamin RSUP DR. M. Djamil Padang, Rabu (10/8).

Kondisi yang melanda Raha­yu saat ini berawal dari demam tinggi yang membuat mata dan bibirnya memerah Kamis (27/7) pagi. Cemas anaknya terjadi apa-apa, Husdadiati merujuk Rahayu ke Puskesmas Bawan. Dokter Puskesmas hanya menyatakan Rahayu demam biasa dan mem­berikan empat jenis obat, ke­mudian Rahayu dipersilahkan untuk pulang ke rumah. Setiap meminum obat, kondi­sinya sema­kin parah dan ben­jolan-benjolan kecil  mulai tumbuh dileher.

Apabila benjolan ini pecah, akan mengeluarkan cairan seperti air. Keesokan harinya, Jumat (28/7) Rahayu kembali meminum obat setelah makan siang. Baru saja obat terminum, Rahayu lang­sung menggelepar seperti orang ter­bakar dan berteriak-teriak panas.

Tanpa pikir panjang, Sang ayah, Zainal Abidin membawa Rahayu ke RSUD Lubuk Basung. Setelah di check up oleh dokter RSUD, ternyata pihak dokter menyatakan Rahayu mengalami keracunan obat. Dan meminta kepada keluarga untuk menun­jukkan obat yang diberikan Dok­ter dari Puskesmas Bawan.

“Saya diminta Dokter RSUD untuk menunjukkan obat yang diberikan oleh Dokter di Pus­kesmas. Setelah itulah, saya tahu bahwa Rahayu keracunan obat dari Puskesmas Bawan,” kata Husdadiati lagi.

Setelah mengetahui hal terse­but, Husdadiati kembali ke Pus­kesmas Bawan untuk protes. Namun, Pihak Puskesmas me­minta obat yang telah diberikan kepada Rahayu tersebut untuk diperiksa. Sampai saat ini, pihak Puskesmas tidak pernah mengem­balikan kembali obat tersebut. jika diminta, mereka berdalih sedang diperiksa di laboratorium.

“Saat kami protes, mereka malah minta obat kemarin. Tapi sampai sekarang keberadaan dan kabar dari obat tersebut tidak jelas lagi. Jika kami tanya ke Puskes­mas, mereka berdalih sedang diperiksa di Laboratorium,:” tuturnya.

Husdadiati juga mengatakan sebelumnya Rahayu tidak pernah mengalami alergi apapun. Na­mun, saat berobat karena demam, tahu-tahunya sakitnya tidak kun­jung sembuh namun tambah parah seperti ini. “Sudah 11 hari anak saya di rujuk ke RSUP. DR. M. Djamil ini. Tapi belum ada tanda-tanda kondisinya berangsur lebih baik,” kata Husdadiati lagi.

Sementara itu Dokter Spe­sialis Kulit dan Kelamin RSUP DR. M. Djamil, Gardenia Akhyar, SpKK mengatakan Rahayu terke­na penyakit Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) yang mana terja­di peradangan terhadap kulit yang mengakibatkan organ dalam tidak stabil mengatur suhu tubuh. Hasilnya, kulit akan melepuh dan bersisik seperti orang terbakar.

“Pasien Rahayu memang ter­ke­na alergi obat dan saat dibawa ke RSUP. DR. M. Djamil sudah dalam kategori berat karena sudah banyak terdapat gelembung lesi di sekujur tubuhnya. Gelembung lesi ini apabila terkelupas akan mengeluarkan cairan dan berefek kepada kulit seperti orang ter­bakar,” Kata Gardenia saat dite­mui di ruangannya.

Namun, Gardenia menampik jika terjadi kesalahan obat atau prosedur yang dilakukan oleh dokter di Puskesmas Bawan. Pa­sal­nya, Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) bisa terjadi kapan saja kepada seseorang apabila sedang mengalami kondisi tubuh yang sangat lemah.

“Seluruh obat itu ada zat kimianya. Jadi untuk bisa men­cerna zat kimia tersebut, juga butuh sedikit antibody untuk mencerna obat. Jika tidak ada antibody sama sekali, maka obat yang di konsumsi bisa menjadi racun. Seluruh obat apapun bisa membuat orang keracunan obat seperti Rahayu,” katanya.

Untuk kasus Rahayu ini, pi­hak RSUP Dr. M. Djamil mencu­rigai ada kandungan obat Amoxi­xilin yang menjadikannya seperti ini. Karena kasusnya keracunan obat dan tidak ada antibody yang kuat untuk mendukung mencerna obat, pihak Rumah Sakit mem­berikan dosis yang rendah untuk Rahayu. Dengan tindakan ini, kesembuhan Rahayu dipastikan sedikit lebih lama.

“Kasusnya keracunan obat. Jadi kami hati-hati sekali mem­berikan obat kedalam tubuhnya dan memperhatikan sekali dosis yang akan diberi. Jadi dipastikan Rahayu akan sedikit lebih lama sembuh dari orang yang men­derita penyakit yang sama. Pasal­nya, antibody Rahayu sangat lemah,” katanya lagi. (h/mg-ang)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]