Kurambiak, Senjata Tradisional Paling Berbahaya di Dunia yang Kini Terlupakan


Kamis, 11 Agustus 2016 - 18:25:17 WIB
Kurambiak, Senjata Tradisional Paling Berbahaya di Dunia yang Kini Terlupakan Wisnofen seorang pengrajin Kurambik sedang memperagakan Kurambiak yang merupakan salah satu senjata Tradisional Minangkabau. (APIZ JACKSON)

TANAH DATAR, HALUAN -- Selain karih atau yang biasa di sebut keris Minang, tenyata juga ada senjata tradisional Minangkabau yang bernama kurambiak atau yang biasa di sebut kerambit. Meskipun kurang populer dan tak banyak yang tahu, namun senjata tradisional yang satu ini termasuk salah satu senjata paling berbahaya di dunia.

Berbentuk melengkung menyesuaikan lengkungan tangan, dan pada gagangnya terdapat sebuah lobang yang juga menyesuaikan ukuran jari pemiliknya.

Berbeda dengan senjata lain, kerambit sengaja dirancang lebih melengkung seperti kuku harimau, setelah melihat harimau bertarung dengan menggunakan cakarnya. Hal ini sejalan dengan falsafah Minangkabau yang berbunyi Alam takambang jadi guru.

Salah seorang pengrajin Kurambik asal Jorong Sulayan Nagari Pitalah Tanahdatar Wisnafen menuturkan, Senjata khas Minangkabau ini menjadi bagian terpenting yang tak dapat dipisahkan dari silat Minangkabau.

Keistimewaannya seperti kuku harimau (Minangkabau: inyiak) yang setiap saat secara tiba-tiba keluar dari balik kaki dan tangannya pada saat menerkam atau memangsa lawan. Untuk itu harimau menjadi perlambang satria-satria atau Panglima Minangkabau.

“Sabetan senjata Kerambit bila mengenai tubuh lawan, dari luar memang tampak seperti luka sayatan kecil, namun pada bagian dalam tubuh bisa menimbulkan akibat yang sangat fatal karena urat-urat putus. Apabila mengenai perut, maka usus terpotong atau tercabik-cabik di dalam,” terang Wisnafen yang didampingi M.Yakini.(h/mg-pis)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]