Warga Bintan Diminta Waspadai Obat Palsu


Sabtu, 13 Agustus 2016 - 04:17:33 WIB

BINTAN, HALUAN — Ika­tan Apoteker Indonesia (IAI) mewanti-wanti ma­syarakat Indonesia, khu­susnya, di Kabupaten Bintan agar cer­das dalam menggunakan obat-obatan, terutama obat-obatan dengan kadar yang tergolong keras. Sebab, bu­kannya malah sembuh justru akan berdampak lebih buruk pada tubuh manusia.

Peringatan ini menyusul rumor yang belakangan sem­pat menghebohkan masya­rakat Indonesia tentang bere­darnya vaksin palsu. Ketua IAI Nurul Falah Eddy Pari­ang menjelaskan, peredaran obat-obat di tengah ma­syara­kat sulit diawasi karena dalam pengadaannya, obat-obatan palsu tersebut tidak melalui jalur distributor yang resmi melainkan disalurkan secara ilegal.

Untuk itu, agar ma­syara­kat terhindar dari obat palsu, pria yang akrab disapa Nur itu menyarankan, masyarakat membeli obat-obatan dari distributor resmi karena ha­nya dengan cara itu masya­rakat bisa terhindar dari obat palsu.

“Cara yang paling ampuh untuk menghindari obat palsu adalah dengan membeli obat dari apotek, farmasi apotek di rumah sakit. Karena sudah jelas dari distributor resmi yang dipastikan obat-oba­tannya aman (tidak palsu),” imbaunya saat acara sosia­lisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) di Hotel Sahid Bintan, Teluk Bakau Kecamatan Gunung Kijang, Kamis (11/8).

Obat-obatan palsu, khu­susnya obat keras untuk pe­nyakit seperti hipertensi dan diabetes, kata Nur, justru sama sekali tidak memiliki kadar khasiat untuk me­nyembuhkan penyakit terse­but. Justru lanjutnya, bukan­nya sembuh dari penyakitnya, masyarakat malah menderita penyakit komplikasi karena salah dalam menggunakan obat.

“Kalau obat palsu isinya senyawa aktif farmasi lain yang bisa menyebabkan kom­plikasi,” tambahnya.

Untuk itu, kata dia, peran petugas apoteker sangat di­per­lukan agar masyarakat bisa memahami da menge­tahui khasiat serta efek da­ripada obat yang hendak dikonsumsi oleh masyarakat. Dengan memberikan penje­lasan dan pengetahuan oleh petugas apoteker, masyarakat akan lebih mudah mengenali efek yang akan timbul dari­pada obat tersebut.

Selain itu, dia juga meng­imbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam me­ngon­sumsi obat dengan cara berle­bihan. Sebab, kata Nur, obat adalah racun. Bila dikon­sumsi secara berlebihan jelas akan berdampak buruk pada tubuh.

Sementara itu, dalam acara tersebut, Asisten III Bupati Bintan RM Akib me­nyam­paikan, acara sosialisasi GeMa CerMat ini merupakan upaya bersama antara pe­merintah dan masyarakat agar cerdas dalam berobat.

Tujuannya untuk pe­ning­­katan pemahaman dan kesa­daran masyarakat tentang pentingnya penggu­naan obat secara tepat dan benar. Ke­mu­dian mening­katkan ke­man­dirian masya­rakat dalam memilih, men­dapatkan, meng­gunakan, menyimpan dan memus­nahkan obat se­cara tepat dan benar.

“Kegiatan ini juga sebagai peningkatan penggunaan obat secara rasional. Jika tidak rasional dapat menga­kibatkan terapi kurang efektif dan efisien.

Apalagi menurut WHO, 50 persen obat di dunia diresepkan dan digu­nakan itu secara tidak tepat,” kata Akib. (h/cw95)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]