Nasib Petani Tomat


Sabtu, 13 Agustus 2016 - 04:20:16 WIB

Harga tomat anjlok, petani mengeluh. Berita begini selalu kita dengar jika harga tomat anjlok. Masalah ini merupakan masalah klasik yang tak belum terpecahkan. Nasib petani umumnya selalu saja dalam keadaan sulit. Sedikit sekali petani yang bisa memetik sukses atau sejahtera.

Saat ini, kembali nasib petani tomat apes. Para petani tomat di Kabupaten Limapuluh Kota mengeluhkan anjloknya harga tomat. Sebelumnya harga komoditi hortikultura itu di tingkat petani Rp2.000 hingga Rp3.000 per kg, saat ini anjlok menjadi Rp1.000 per kg. Sehingga para petani tomat risau karena pendapatan mereka menurun drastis.

Anjloknya harga tomat di tingkat petani di daerah ini, diinilai akibat permintaan pasar lagi menurun. Sedangkan di ladang petani banyak buah tomat yang sedang dipanen. Lagipula buah tomat tidak bisa disimpan lama cepat membusuk, mereka menjual secepat­nya, akhirnya petani para petani merugi.

Para petani berharap kepada Dinas Tanaman Pangan dan Dinas Koperindag setempat untuk mencarikan solusinya. Bagaimana agar harga tomat dapat naik lagi dan para petani tomat dapat untung dari usaha berkebun tomat itu.

Menjawab kegelisahan para petani tomat ini, Kepala Distanhutbun, Afrizul Nazar dan Kadis Koperindag, Yunire menyatakan, biasanya harga murah produksi tomat tak mampu diserap pasar. Untuk menampung kelebihan pasokan tomat seharusnya ada pabrik saus tomat. Tapi kendalanya panen tomat masyarakat belum kontinyu dan berkesinambungan untuk pasokan pabrik. Sehingga untuk jangka sekarang sebelum bertanam tomat perlu diketahui kondisi pasar, jangan asal ditanam.

Untuk menyelesaikan masalah harga tomat yang anjlok ini petani tampaknya tak bisa berharap dari pemerintah. Masalah penurunan harga ini bukan masalah baru lagi, sudah berulang-ulang. Toh, hingga saat ini belum juga ada solusinya.

Mengatasi harga tomat yang murah ini, jalan yang harus dilakukan tentu membuat pabrik pengolahan tomat. Tapi persoalannya siapa yang akan membangun pabrik pengola­han tomat itu. Kalau diharapkan kepada petani jelas mereka tidak akan mampu.

Sementara pihak pemerintah selama ini hanya menyatakan mendorong industri pengolahan ini. Tapi sekali lagi, sejak dahulu kondisinya tetap saja tak berubah. Orang-orang berduit yang akan menjadi investor tetap saja tak menoleh ke industri ini.

Karena itu, petani tomat dan petani hortikultura lainnya harus pandai-pandai membaca situasi. Mereka harus mampu menyerap informasi dan memperhitungkan jumlah produksi tomat di Sumatera Barat agar harga dapat dikendalikan.

Produksi melimpah, harga sudah pasti turun. Sebaiknya ada pihak yang me­ngatur pro­duksi tanaman ini. Namun hingga kini pe­ta­ni seakan dibiarkan jalan sendiri tanpa arah.

Akhirnya, petani seperti ‘berjudi’ kalau harga tomat lagi mahal, maka beruntunglah mereka. Tapi ketika harga tomat anjlok, maka merataplah petani. Kondisi ini tentunya tidak bisa kita biarkan berlarut-larut. Kalau tidak kepada pemerintah, kepada siapa lagi petani ini mengadukan nasib mereka.

Saatnya pemerintah kita, baik provinsi maupun kabupaten dan kota memberikan perhatian lebih untuk peningkatan kesejah­teraan petani.  Kita ingin menyaksikan petani hidup sejahtera, punya rumah bagus dan mampu menyekolahkan anak-anak mereka hingga ke perguruan tinggi. ***

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 26 Agustus 2019 - 16:53:22 WIB

    Bendi, Nasibmu Kini, Dulu Ditunggu, Kini Tak Lagi Dilirik

    Bendi, Nasibmu Kini, Dulu Ditunggu, Kini Tak Lagi Dilirik Bendi merupakan salah satu sarana transportasi tradisional yang keberadaannya kini mulai ditinggalkan. Pasalnya, perkembangan zaman saat ini merubah berbagai jenis angkutan atau alat transportasi di Sumatera Barat baik angkot.
  • Rabu, 10 Juli 2019 - 11:31:58 WIB

    Beda Nasib, Beda Status  Mantan Ketua BPPN Syafrudin dan Pegawai Honorer Baiq Nuril

    Beda Nasib, Beda Status  Mantan Ketua BPPN Syafrudin dan Pegawai Honorer Baiq Nuril HARIANHALUAN.COM-DUA putusan  Mahkamah Agung (MA)  hari ini memantik pendapat pro dan kontra dikalangan pakar dan warga. Putusan itu adalah tentang kasasi Baiq Nuril pegawai  honorer, dan   Syafrudin  Arsyad Temenggung, .
  • Sabtu, 07 Mei 2016 - 06:37:31 WIB

    Nasib Jalan Sicincin-Malalak

    Jalan Sicincin-Malalak yang mulai dibangun masa pemerintahan Gu­bernur Gamawan Fauzi sudah di­gunakan sejak tahun 2010. Jalan ini sebagai alternatif menghindari kemacetan jalur Padang-Bukittinggi melewati Lembah Anai, terut.
  • Sabtu, 30 April 2016 - 02:28:52 WIB

    Nasib Buruh dan Kondisi Perusahaan

    Hari Buruh Internasional di­pe­ringati setiap tanggal 1 Mei yang dikenal dengan May Day. Tahun 2016 ini Hari Buruh jatuh pada hari Minggu besok. Di Ibukota Jakarta, sudah ada rencana buruh melakukan aksi demo. Namun di Sumb.
  • Sabtu, 16 April 2016 - 01:31:35 WIB

    Nasib Nelayan Bagaikan 'Singgang'

    Nasib Nelayan Bagaikan 'Singgang' Secara umum, nelayan yang dipahami adalah mereka yang mela­ku­kan usaha me­nangkap ikan secara teratur di laut. Namun ada kalanya bu­ruh yang be­kerja di kapal tonda, payang dan lain-lain juga disebut nelayan..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]