Biaya Renovasi WC DPRD Riau Capai Rp1 M


Senin, 15 Agustus 2016 - 05:03:41 WIB

PEKANBARU, Haluan — Proyek renovasi kamar mandi alias WC gedung DPRD Riau yang dikerjakan oleh CV Putri Sribunga senilai Rp1,070 mi­liar dinilai cukup luar biasa. Meski masih wajar, Wakil Ketua Komisi C DPRD Riau H. Musyaffak meminta proyek tersebut tidak dikerjakan asal jadi.

“Wah, besar juga angga­rannya, ya. Tapi saya rasa masih wajar kalau untuk semua WC di DPRD Riau. Apalagi me­mang keadaannya selama ini rusak-rusak dan bau, wajar direnovasi. Namun dengan angka segitu, tidak wajar kalau hasilnya jelek,” kata Musyaffak, Sabtu (13/8/2016).

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPW PAN Riau ini mengatakan, sepanjang yang dilihat dari hasil kerja masih kurang memuaskan. Seperti kamar mandi yang berada di ruang Komisi C.

Sebelumnya kondisinya masih mendingan, tapi setelah renovasi malah air sering tergenang.

“Airnya ter­ge­nang, padahal bia­sanya lancar. Ini­kan harus diper­baiki, bisa-bisa ter­pleset pula nanti kita lagi di sana. Terlebih saat ambil wudhu, harusnya kaki kita bersih karena mau sholat, tapi kalau gena­ngan air jadi terke­san tak bersih,” lanjutnya.

Ia meminta agar proyek yang dikerjakan dari uang rakyat dilakukan serius, se­hingga tidak mubazir. “Kalau renovasi tambah rusak sama saja tidak ada manfaat. Tapi kalau kerja oke, kami kira tidak ada masalah,” ucap dia.

Sebelumnya, Kepala Sub­bag Perlengkapan Sekretariat DPRD Riau Khairul Fami yang bertindak sebagai PPTK reno­vasi kamar mandi ini mengaku proyek tersebut sudah dila­kukan perencanaan sejak 2014 lalu. Ia menyangkal ada masa­lah dengan proyek tersebut.

“Itu masanya 2014 lalu sebelum saya jadi Kasubbag sudah diren­ca­na­kan, zaman Sek­wan pak Zul Kadir. Kalau kami ikuti rencana awal, me­mang banyak ma­salah. Kalau seka­rang mana ada mark-up, lihat saja sendiri,” tanggap­nya dengan kesal.

Proyek dibawah kordinasi Sekretariat Dewan ini di­tang­gapi beragam banyak pihak. Pasalnya dengan anggaran sebesar itu angka yang cukup besar, padahal masih banyak kebutuhan masyarakat terpe­nuhi, seperti pembangunan infrastruktur.

“Ini jalan tak usah jauh-jauh, di Pekanbaru banyak berlubang. Lihat Jalan Garuda Sakti, itu punya urusan pro­vinsi, tak diperbaiki sampai saat ini, malah ngurus WC dewan. Memang mau tidur di WC dewan tu, bikin nyaman,” kata Helmizar, salah seorang warga Pekanbaru. 

Kejati ‘Endus’ Mahalnya Biaya Fasilitas Buang Hajat di Gedung DPRD

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau berencana menelusuri terkait dugaan kejanggalan pada sejumlah proyek di gedung rakyat, DP­RD Provinsi Riau. Kenapa tidak, untuk fasilitas buang hajat (WC) saja dananya men­capai Rp1,070 miliar.

Padahal, bentuk WC ang­gota dewan tersebut biasa-biasa saja, namun biaya rehabnya menghabiskan anggaran se­besar Rp1,070 miliar, dengan volume 42 kamar, yang diker­jakan atau dilaksanakan oleh CV Putri Sribunga.

“Bisa, bisa saja (anggota) kita datang ke sana dan me­ninjau langsung. Cuma ini kita akan telusuri, apakah memang seperti itu atau bagaimana,” kata Asisten Inteligen Ke­jaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Muhammad Naim, Jumat (12/8) lalu.

Lanjut Naim, selain langkah di atas, pihaknya (Kejati Riau) juga siap menerima laporan terkait kejanggalan ini. “Dari laporan itu kita lakukan Pul­baket (pengumpulan bahan dan keterangann red),” pertegas Naim.

Selain proyek buang hajat yang nilainya fantastis ini, ada juga proyek di DPRD yang justru tidak terkait dengan kepentingan rakyat, seperti perbaikan atap lapangan tenis dengan anggaran sebesar Rp1.­003 miliar, yang dikerjakan oleh CV Riau Jaya Perkasa hingga September 2016 men­datang.

Kabag Umum Sekretariat DPRD Riau yang membawahi pekerjaan proyek di lingkungan sekretariat DPRD Riau, Khu­zairi mengaku tidak bisa men­jawab terkait proyek di Bagian Perlengkapan sebagai sub Ba­gian Umum tersebut.

“Saya tidak bisa jawab itu, langsung saja tanya ke Sek­retaris DP­RD,” ujarnya. (h/rg)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 18 April 2016 - 02:55:53 WIB

    Relokasi Pedagang Rujak Tanpa Biaya

    BATAM CENTRE , HALUAN — Walikota Batam H Muhammad Rudi membantah relokasi 36 pedagang rujak dipungut biaya Rp40 juta. Ia menegaskan relokasi peda­gang rujak tanpa biaya sepeser pun..
  • Jumat, 05 Februari 2016 - 03:02:04 WIB

    Penerima KIS-PBI Tak Dipungut Biaya

    BATAM, HALUAN — Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam men­dirikan posko pe­mantau dan pe­na­nganan pengaduan distribusi Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran (KIS – PBI)..
  • Kamis, 04 Februari 2016 - 03:07:33 WIB

    Biaya Perjalanan Dinas Dipangkas Rp28 Miliar

    BATAM, HALUAN—Pe­me­rin­tah Kota (Pemko) Batam ber­sama DPRD Batam, Ke­pulauan Riau sepakat memo­tong biaya perjalanan dinas dalam APBD 2016 hingga Rp28 miliar. Hal ini sebagai langkah efisiensi belanja dae­rah menyu.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]