TAK HANYA SOAL NARKOTIK

Rp3,6 Triliun untuk Kejahatan Kompleks


Senin, 15 Agustus 2016 - 05:12:18 WIB

JAKARTA, HALUAN — Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso menyatakan, temuan aliran dana mencurigakan diduga berhubungan dengan jaringan narkotik terpidana mati men­diang Fredi Budiman, tak hanya terkait pere­daran narkoba tapi juga tindak kejahatan lainnya.

Aliran dana mencapai Rp­3,6 triliun melibatkan tindak pidana kejahatan yang kom­pleks. Tindak pidana kejahatan tersebut terdiri dari kejahatan pencucian uang, penye­lundu­pan, pemalsuan dokumen im­por, serta per­judian online.

“Temuan kami mengin­dikasikan kejahatannya meli­bat­kan beberapa delik hukum serta bersifat kejahatan yang terorganisir dan cross-border,” ujar Agus, Minggu (14/8).

Agus mengatakan, PPATK telah menemukan transaksi pembayaran luar negeri yang berasal dari pihak-pihak yang diduga terkaiit dengan jaringan narkotik Fredi Budiman. Di­duga aliran dana ini melibatkan oknum-oknum bahkan ja­ring­an internasional.

PPATK memeriksa aliran dana yang berputar dari satu rekening ke rekening lain se­la­ma tahun 2014-2015. Pihak-pihak yang terkait dalam lapo­ran tersebut, tutur Agus, me­ru­pakan anggota jaringan Fredi. Namun ia tidak bisa me­mas­tikan apakah aliran transaksi tersebut terkait dengan oknum aparat lembaga negara. Yang jelas, kata Agus, hasil temuan­nya juga mengindikasikan ada keterlibatan tahanan narkoba dari balik penjara.

Ada beberapa oknum ban­dar narkoba yang diduga ma­sih terlibat dalam jaringan Fredi walaupun mereka ada di dalam lembaga pe­masya­rakatan (LP). ”Temuan kami sifatnya dugaan dan ditindak­lanjuti BNN (Ba­dan Narkotika Nasional),” ujar Agus.

Temuan PPA­TK di­serah­kan kepada BNN pada April 2016 untuk diselidiki lebih lanjut. Agus menyatakan, PP­A­­TK sudah memegang nama-nama oknum terkait jaringan narkoba yang didapatkan dari BBN dan akan menelusuri aliran dana transaksi tersebut. “Kalau BNN butuh data tam­ba­han untuk penyelidikan, PPATK siap untuk melakukan pendalaman,” kata Agus.

Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Slamet Pribadi sebelumnya membenarkan BN­N menerima laporan PPA­TK hasil analisis transaksi keuangan yang mencurigakan yang ber­latar belakang narkotik.

“Menyelidiki aliran uang terkait laporan PPTAK bukan perkara mudah, butuh waktu yang cukup lama untuk mene­lusurinya,” kata Slamet Pribadi, Sabtu (13/8).

Slamet menyebutkan, isu uang Rp3,6 triliun telah disam­pai­kan Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso lima bulan yang lalu. laporan te­muan PPATK tersebut saat ini sedang diselidiki oleh Divisi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) BNN dan mem­butuh­kan waktu selama dua hingga tiga tahun. (h/cnn)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 16 April 2020 - 20:06:52 WIB

    Kementan Pangkas Rp3,6 T untuk Penanganan Corona

    Kementan Pangkas Rp3,6 T untuk Penanganan Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan pemangkasan anggaran tahun ini sebesar Rp3,61 triliun yaitu dari semula sebesar Rp21,05 triliun menjadi Rp17,44 triliun. Hal itu dilakukan untuk percepa.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]