Ribuan Dosen Tak Lulus Sertifikasi


Senin, 15 Agustus 2016 - 05:14:01 WIB
Ribuan Dosen Tak Lulus Sertifikasi Ilustrasi.

JAKARTA, HALUAN—Sebanyak 1.580 dosen dari sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air tak lulus program sertifikasi dosen tahap pertama yang diselenggarakan oleh Ke­men­terian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

“Jumlah dosen yang me­ngi­kuti sertifikasi dosen tahap pertama sebanyak 4.512 dosen. Sedangkan kuota ser­tifikasi untuk tahun ini hanya 10.000 dosen,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Ke­mris­tekdikti Ali Ghufron Mukti di Jakarta, Minggu (14/8).

Menurutnya, dengan de­mi­kian, untuk tahap per­ta­ma jumlah dosen yang lolos sertifikasi untuk tahap per­tama sebanyak 2.932 orang.

Penyebab utama banyak dosen yang tak lulus ser­tifikasi dosen adalah rendah nilai gabungan dan deskripsi diri. “Sebagian besar para dosen menulis deskripsi diri mereka mencontek atau copy paste dari dosen yang telah lulus sertifikasi,” katanya.

Ghufron memperkirakan para dosen yang tidak lulus itu mencontek deskripsi diri dari dosen yang telah lulus sertifikasi dengan harapan bisa lulus juga. Padahal tim sertifikasi memberi perhatian lebih pada keaslian deskripsi diri tersebut.

“Dosen kita itu lihat ada yang lulus langsung men­contek. Padahal itu harus dihindari dan diperingatkan. Menurut saya, besok di situs­nya harus diperingatkan kalau copas dijamin tak lulus,” tegas Gufron. 

Banyak dosen yang tak lulus sertifikasi tersebut, lanjut dia, merugikan ke­uang­an negara karena pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp800.000 untuk tiap dosen yang melaksanakan uji kom­petensi/sertifikasi itu.

“Ini sangat merugikan, kami akan memikirkan ba­gai­mana mekanismenya agar para dosen yang tak lulus ini bisa lulus. Tentunya harus melalui serangkaian tes lagi,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gad­jah Mada itu.

Seorang Tim Data Ser­tifikasi Dosen Nasional Su­gianto mengatakan sebagian besar penyebab ke­tidak­lul­usan dikarenakan dosen men­contek. Nilai maksimum untuk sertifikasi dosen itu adalah tujuh.

Disinggung apakah jum­lah deskripsi diri copas se­ma­kin banyak atau turun, Su­gian­to menyebutkan bahwa jumlahnya turun di­ban­ding­kan tahun lalu.

“Tahun lalu 27 persen, tahun ini menurun menjadi 20 persen,” ujarnya pula.

Ke depan, dia berharap semakin banyak dosen yang memperhatikan keaslian dari deskripsi diri tersebut. Sebe­lumnya, tim seleksi sertifikasi melakukan yudisium ke­lulusan selama beberapa hari di Yogyakarta. (h/ant)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 26 September 2020 - 07:04:06 WIB

    Ribuan Lapak Online Jual 'Obat COVID-19', BPOM Lakukan Ini

    Ribuan Lapak Online Jual 'Obat COVID-19', BPOM Lakukan Ini HARIANHALUAN.COM - Ribuan lapak obat online ilegal berani mengklaim dagangannya sebagai 'obat COVID-19', padahal hingga saat ini dipastikan belum ada obat yang definitif untuk mengatasi virus Corona COVID-19..
  • Selasa, 08 September 2020 - 06:38:23 WIB

    Ribuan WNI Dideportasi dari Malaysia Sepanjang Tahun 2020

    Ribuan WNI Dideportasi dari Malaysia Sepanjang Tahun 2020 HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Malaysia telah mendeportasi 1.137 warga negara Indonesia (WNI) sepanjang tahun 2020. Dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri, WNI yang dideportasi itu adalah mereka tersangkut masalah hukum d.
  • Sabtu, 25 Juli 2020 - 14:51:27 WIB

    Waduh, Cuma Karena Melanggar Ini, Ribuan Pemotor Kena Tilang

    Waduh, Cuma Karena Melanggar Ini, Ribuan Pemotor Kena Tilang HARIANHALUAN.COM - Korlantas Polri telah memulai melaksanakan Operasi Patuh Jaya 2020 pada Kamis 23 Juli 2020, kemarin. Parahnya, pada hari pertama pelaksaannya di Jakarta, berhasil mencatat 1.763 pengendara yang diberi sangk.
  • Ahad, 12 Juli 2020 - 10:52:11 WIB

    Politisi PAN Desak Kementerian ATR Komplikasikan Ribuan Kasus Sengketa Tanah

    Politisi PAN Desak Kementerian ATR Komplikasikan Ribuan Kasus Sengketa Tanah HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi II DPR RI , Guspardi Gaus mendesak Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Melakukan kompilasi penyelesaian sengketa tanah di Indonesia. Hingga tahun 2020,.
  • Rabu, 01 Juli 2020 - 21:15:08 WIB

    Ombudsman Terima Ribuan Aduan Covid-19, Paling Banyak Soal Bansos

    Ombudsman Terima Ribuan Aduan Covid-19, Paling Banyak Soal Bansos HARIANHALUAN.COM - Ombudsman RI menerima 1.330 pengaduan daring dari masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Paling banyak yang diadukan oleh masyarakat itu ialah soal penyaluran bantuan sosial..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]