Pemerintah Kaji Dwikewarganegaraan Menteri ESDM


Senin, 15 Agustus 2016 - 05:14:43 WIB
Pemerintah Kaji Dwikewarganegaraan Menteri ESDM Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcan­dra Tahar.

JAKARTA, HALUAN — Wakil Pre­si­den Jusuf Kalla mengatakan, Tim Kemen­terian Hukum dan HAM sedang mengkaji isu dwikewarganegaraan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcan­dra Tahar. “Tim Kemkumham tengah mengkaji,” kata Kalla usai melayat di kediaman Adi Sasono, Pondok Labu, Jakarta, Minggu (14/8).

Kalla belum dapat berkomentar banyak mengenai kajian tersebut. “Tergantung kajiannya,” kata dia. Kalla mengaku baru mengenal Arcandra Tahar saat dipilih Pre­siden Joko Widodo sebagai Menteri ESDM. “Sa­ya baru kenalnya baru kemarin. Tapi baik, orangnya baik,” imbuh dia. Pihak Istana Kepresidenan, hingga Minggu (14/8) belum mau buka-bukaan soal Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar yang diisukan berkewarganegaraan Amerika Serikat.

Presiden Jokowi saat ditanya usai meng­ha­diri acara peringatan hari Pramuka, Minggu pagi ini menyerahkan kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk menjawab pertanyaan itu. “Oh ya terkait itu biar mensesneg yang menyampaikan. Silakan Pak Menteri,” kata Jokowi. Pratikno pun hanya menjelaskan bahwa saat ini Arcandra masih memiliki paspor Indonesia yang berlaku hingga 2017.

Arcandra pulang ke Indonesia dari Amerika Serikat untuk dilantik Jokowi. Namun, Pratikno enggan menjawab apa­kah Arcandra pernah disumpah untuk menjadi Warga Negara Amerika Serikat atau pernah membuat paspor di negara itu.

Dua Pertanyaan

Terpisah, Guru Besar Hukum Inter­nasional Universitas Indonesia (UI) Hikma­hanto Juwana meminta Menteri ESDM Arcandra Ttahar menjawab dua pertanyaan penting seputar isu kewarganegaraan ganda. Pertama, apakah selama hidup beliau pernah mengang­kat sumpah untuk setia pada negara Amerika Serikat? “Kedua, apakah selama hidup pernah memiliki dan memegang paspor Amerika Serikat?” kata Hikmahanto dalam kete­rang­an tertulis yang diterima, Minggu (14/8).

Hikmahanto mengatakan, dua per­tanya­an tersebut cukup untuk menjawab keraguan dan pertanyaan publik saat ini. Pernyataan Arcandra yang mengaku sebagai pemegang paspor Indonesia dinilai tidak ada artinya jika dia tidak secara jujur menjawab kedua pertanyaan tersebut. “Bila salah satu atau kedua jawaban adalah positif, maka beliau telah kehilang­an kewarganegaraan Indonesia berdasar­kan ketentuan UU Kewarganegaraan, sehingga tidak memenuhi syarat menjabat menteri,” ujar Hikmahanto. (h/kmp)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]