Bantuan Untuk Keltan Berkurang, Tahun Ini Hanya Rp7 Miliar


Senin, 15 Agustus 2016 - 11:25:54 WIB

PADANG, HALUAN—Pada tahun 2016 ini, bantuan untuk kelompok tani dari Dinas Perta­nian, Pertenakan, Perkebunan dan Ke­hutanan (Dispernakbunhut) Kota Padang sebesar Rp7 Miliar.

Jumlah itu diakui Kepala Dinas Dipernakbunhut Kota Padang Dian Fakri memang jauh berkurang dari tahun 2015 lalu yang mencapai Rp17 Mi­liar.

“Dispernakbunhut setiap tahun selalu memberikan ban­tuan bagi petani khu­susnya untuk mendukung upaya swa­sembada pangan.

Karena anggarannya di APBD juga turun, maka ban­tuan yang diberikan pada kelom­pok tani juga turun,” katanya pada Haluan, Sabtu (13/8).

Karena berkurangnya dana APBD Kota Padang untuk Dipernakbunhut maka Dian Fakri berusaha untuk mencari bantuan ke Kemen­trian Per­tanian (Kementan) RI untuk mendapatkan alat-alat per­tanian (alsintan).

Untuk tahun 2016 dari Januari hingga Juli Diper­nakbunhut sudah mem­beri­kan bantuan kepada ke­lom­pok tani Kota Padang berupa 30 traktor tangan, dua mesin panen, 13 pompa air, 750 Ha perbaikan irigasi dan enam lokasi pem­bangunan dam parit senilai Rp950 juta

“Untuk irigasi yang 750­Ha tersebut dikerjakan lang­sung oleh Perkumpulan Pe­tani Peng­guna Air (P3A) senilai total Rp1,2 Miliar,” terangnya. 

Dikatakannya, setiap ta­hun Dipernakbunhut Kota Padang selalu memberikan bantuan mesin pertanian dari APBN untuk kelompok tani.

Bantuan diberikan dalam kaitan mendukung Upaya Khu­sus (Upsus) swasembada pa­ngan. Jumlah kelompok tani di Kota Padang sebanyak 366 kelompok.

Untuk kelompok tani yang paling banyak men­dapatkan bantuan berasal dari Koto Tangah, Kuranji, Pauh, Bungus, Lubuk Ki­langan dan Nanggalo.

Dikatakannya, bantuan yang diberikan oleh Diper­nakbunhut apabila kelompok tani mengajukan proposal.

“Tidak ada syarat bagi kelompok tani yang ingin me­ngajukan proposal ban­tuan kepada Dipernakbunhut untuk dana APBN.

Yang terpenting ada ke­lompok tani dan luas sawah minimal 15 Ha. Kalau lebih dari itu akan menjadi prio­ritas penerima bantuan.

Tapi untuk penerima ban­tuan yang bersumber dari dana APBD syaratnya ke­lompok tani harus berbadan hukum Indo­nesia,” jelasnya.

Ditambahkannya lagi, pem­bagian untuk alat-alat pertanian yang datang dari pusat tidak serentak.

“Jika barang datang seba­nyak 10 langsung dibagikan, datang dua juga langsung di­bagikan. Bahkan hingga De­sember nanti masih akan ada lagi alsintan yang datang dari pusat,” tutupnya. (h/mg-mel)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]