Penyelamat Penyu dari Pasir Jambak


Senin, 15 Agustus 2016 - 11:28:05 WIB
Penyelamat Penyu dari Pasir Jambak PATI Hariyos, penyelamat Penyu di Pasir Jambak sedang memeriksa ratusan tukik-tukik hasil penangkarannya sebelum di lepaskan ke laut.

PADANG, HALUAN—Pri­hatin keberadaan penyu yang kian langka, Pati Hariyos tergerak untuk menye­lamat­kan satwa yang dilindungi itu.

Ia bukan hanya mengor­bankan tenaga dan waktu, tapi juga uang dari koceknya sendiri.

Di tengah gemericik air di baskom-baskom pe­nam­pu­ngan di belakang warung adiknya, Yos panggilan seha­rinya-harinya serius menga­mati setiap anak penyu yang dirawatnya. Setiap hari, war­ga Pasir Jambak itu memang tak bisa dilepaskan dari pe­nyu.

Selama beberapa tahun terakhir, Yos telah berhasil menangkarkan sekitar 6.000 ribuan telur penyu yang di­kumpulkan dan dibelinya dari nelayan-nelayan yang me­ngambil telur-telur penyu untuk di tangkarkan.

 Awalnya Yos berjuang menyelamatkan satwa langka yang dilindungi itu seorang diri, tanpa banyak bicara, apalagi bantuan dari peme­rintah.

Namun belakangan Yos mengajak beberapa teman-temannya untuk ikut serta dan kelompok-kelompok pecinta alam lainnya.

Kepuasan Yos terbayar lunas, bila ia bisa menyak­sikan penyu-penyu yang dipeliharanya bisa kembali ke habitatnya di laut lepas.

 Tukik-tukik penyu ter­sebut tidak hanya dilepas di pantai Pasir Jambak sekitar warung adiknya, kadang-kadang bersama teman-te­mannya menyewa boat untuk melepaskannya kembali ke pulau tempat asal telur, se­perti pulau Toran.

“Telur-telur tersebut saya beli seharga Rp2.000 sampai Rp3.000 perbutirnya dari nelayan, secara otodidak ditangkarkan di bak-bak penangkaran sederhana” ujar Yos. 

Sampai telur-telur itu menetas, ia selalu mengontol dan merawat anak penyu hingga cukup besar dan bisa dilepas ke laut. Jenis penyu tersebut ia rawat di bak-bak pembesaran miliknya, yaitu penyu hijau, penyu sisik dan penyu lekang. 

“Kendala bukannya tak ada. Tak jarang, penyu-penyu itu terserang penyakit, seperti infeksi jamur, terakhir bak-bak penangkaran dan bak-bak pembesaran juga sudah hancur akibat tersapu abrasi beberapa bulan yang lalu” imbuh Yos.

Tangan dingin Pati Ha­riyos sampai ke Dinas Peri­kanan dan Kelautan Kota Padang.

Kini ia pun dipercaya sebagai pengurus kelompok pengawasan di daerah Pasir Jambak.

Pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Padang pun memberikan kompensasi untuk setiap tukik-tukik yang ia lepaskan kelaut, ataupun setiap ada event-event yang digelar berbagai pihak ten­tang pelepasan tukik, tukik-tukik hasil penangkarannya diberikan semacam kom­pensasi oleh pihak-pihak yang membutuhkan.

 ”Saya tidak mem­bisnis­kannya, tetapi kompensasi yang diberikan tersebut, cukup membantu untuk pem­belian telur-telur dan pera­watan ratusan tukik, untuk dibesarkan sebelum siap dilepaskan” tambah Yos.

Kini, untuk mengurus anakan penyu itu, Yos ber­sama kelompoknya dan di­bantu teman-temanya yang sering mampir ke warung adiknya, secara bergantian dan selalu setia mengganti air di baskom-baskom pem­be­saran dan bak pembesaran. Mereka juga menyiapkan pakan berupa ikan rucah setiap harinya. (h/ita/*)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]