Pembangunan Jembatan Gunung Nago Terkendala Pembebasan Lahan


Selasa, 16 Agustus 2016 - 04:26:36 WIB
Pembangunan Jembatan Gunung Nago Terkendala Pembebasan Lahan

PADANG, HALUAN — Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kuranji-Pauh di Gunung Nago, Kecamatan Kuranji masih terbengkalai. Proses pembebasan lahan yang dilakukan semenjak tahun 2015 itu hingga  kini masih belum selesai. Masih ada dua dari tujuh titik lokasi tanah yang belum di­be­bas­kan.

“Masih ada dua titik loka­si yang belum bisa dibe­baskan karena masyarakat belum mau menerima harga yang dite­tapkan oleh Pemko Padang.

Sampai saat ini negosiasi dan pendekatan masih terus dilakukan,” kata Wakil Wali­kota, Emzalmi kepada Ha­luan, Senin (15/8).

Ia juga mengatakan harga tanah yang diminta oleh ma­syarakat terlalu tinggi yaitu sebesar Rp1,5 juta per meter. Sedangkan Pemko Padang hanya bisa menyanggupi mak­simal Rp450.000 per meter.

“Harga pembelian yang tidak cocok. Kami minta segini, mereka minta segitu. Makanya belum selesai juga. Ini tahun kedua pengerjaan jembatan Kuranji terbang­kalai gara-gara tanah belum juga tuntas. Akhir­nya ang­garan untuk pembe­basan lahan dititipkan ke Ke­jaksaan Negeri Padang,” kata­nya

Emzalmi menuturkan Pem­­ko Padang saat kini su­sah mengambil kebijakan terkait pembebasan lahan yang masih dipertahankan warga ini.

Pasalnya, seluruh ang­garan pembebasan lahan hingga pem­ba­ngunan kon­struksi berasal dari dana emprov Sumbar.

Alasan inilah yang mem­buat Pemko Padang juga tetap bersikukuh untuk tidak me­naikkan harga pembelian tanah.

“Kami hanya memediasi pembebasan lahan. Se­dang­kan anggaran dari Pemprov Sumbar dan telah ditetapkan anggarannya berapa.

Makanya kami tidak bisa menaikkan harga pembelian, walaupun masyarakat bersi­kukuh juga mempertahankan tanah dengan harga tinggi,” katanya.

Pembangunan jembatan yang menghubungkan Ku­ranji – Pauh yang dimulai semenjak tahun 2011 diha­rapkan mampu menjawab persoalan kemacetan di By­pass.

Awalnya, pelaksanaan jembatan yang diserahkan kepada PT Duta Graha In­dah, Konsultan PT Herda Carter Indonesia menar­getkan masa pengerjaan se­lama 395 hari. Namun, sam­pai sekarang pe­ngerjaan se­lalu terkendala karena per­soalan pembebasan lahan. (h/mg-ang)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]