MENTERI ESDM ARCANDRA DIBERHENTIKAN PRESIDEN

Yusril: Tindakan Jokowi Memalukan


Selasa, 16 Agustus 2016 - 04:57:00 WIB
Yusril: Tindakan Jokowi Memalukan Yusril Ihza Mahendra.

Duapuluh hari yang menghebohkan. Itulah Arcandra Tahar, putra Minang yang diangkat Presiden Jokowi jadi Menteri ESDM, kemudian dengan gampang memberhentikannya kembali. Kemanakah staf ahli dan para pembantu Presiden Jokowi yang puluhan jumlahnya?

JAKARTA, HALUAN  — Presi­den Jokowi akhirnya member­hentikan Menteri ESDM Arcan­dra Tahar karena polemik kepe­mili­kan paspor Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Mantan Men­sesneg Yusril Ihza Mahendra mengaku sudah memprediksi langkah ini akan diambil. Bagi Yusril tetap saja mengangkat menteri yang telah kehilangan kewarganegaraannya adalah tin­dakan memalukan.

“Presiden sampai salah me­ngangkat menteri yang ternyata telah kehilangan status WNI-nya adalah tindakan yang me­malu­kan. Kapan sih rakyat negeri ini akan sadar bahwa negara se­harusnya dipimpin orang yang mengerti ngurusi negara, bukan amatiran melulu? Presiden sam­pai salah mengangkat menteri yang ternyata telah kehilangan status WNInya adalah tindakan yang memalukan,” kata Yusril lewat Twitter, Senin (15/8/2016), seperti dilansir detik.com.

Yusril tak hanya mengkritik Presiden yang salah ambil kepu­tusan. Namun para menteri yang juga memberikan penjelasan yang menurutnya bertele-tele, meski kritik dari masyarakat semakin meluas.

“Anehnya, para menteri pem­bantu Presiden memberikan pen­jelasan bertele-tele mengenai status kewarganegaraan Archandra Tahar. Tak kurang anehnya adalah penjelasan Menkumham yang seolah-olah tidak mengerti hu­kum kewarganegaraan RI. Sung­guh amatiran mengurus negara,” katanya.

“Presiden Jokowi harusnya bertanya kepada dirinya sendiri apakah beliau mampu mengurus negara ini dengan benar sesuai amanat konstitusi. Jangan biarkan negara ini amburadul, jadi bahan olok-olok dan tertawaan bangsa-bangsa lain. Kita harus punya harga diri,” imbuhnya.

Dia menutup twit dengan memberikan saran kepada Pres­iden. “Urus negara ini dengan benar, jangan bertindak seperti amatiran yang akhirnya mema­lukan bangsa dan negara,” pung­kasnya.

Sementara itu Staff Khusus Menteri ESDM era Sudirman Said, Muhammad Said Didu mengaku prihatin dengan yang terjadi pada Arcandra Tahar. Pasalnya, Arcandra dinilai meru­pakan korban ketidaktelitian pihak lain.

Saya justru prihatin atas apa yg dialami oleh Pak @Ar­can­draTahar yang menjadi korban ketidaktelitian pihak lain,” tulis Said Didu dalam akunnya @sai­didu, Senin (15/8/2016).

Dia juga menambahkan, Ar­candra merupakan korban ambisi kelompok tertentu tetapi jadi korban ketidaktelitian.

Beliau korban ambisi kelom­pok tertentu + ketidaktelitian Pembantu Presiden,” ungkap dia.

Menurutnya, pembantu pre­siden ini menyudutkan Arcandra dengan cara mengelilingi pres­iden. “Mereka bermodalkan bisik2 dan medsos sdh merasa bisa urus negara dan mengeliling Presiden,” cuitnya.

Sebelumnya, Mensesneg Pra­tik­no dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (15/8/2016), mengumumkan pember­hentian Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM.  “Presiden memu­tuskan untuk memberhentikan dengan hormat saudara Arcandra Tahar dari posisi menteri ESDM,” ujar Pratikno.

Pratikno mengatakan, kepu­tusan ini diambil oleh Presiden Jokowi setelah menyimak dina­mika yang ada. Presiden juga sudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber. “Setelah memperoleh informasi dari ber­bagai sumber,” kata Pratikno.

Luhut Binsar Pandjaitan yang juga menjadi Menko Maritim ditunjuk Presiden Jokowi menjadi pejabat sementara Menteri ESDM. Luhut untuk sementara meng­gantikan Arcandra Tahar yang diberhentikan dengan hormat.

“Menunjuk Luhut Binsar Pan­djaitan yang juga Menko Kemaritiman sebagai pe­nanggung jawab Menteri ESDM sampai diangkatnya menteri definitif,” jelas Mensesneg Pratik­no dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Arcandra Tahar dilantik Pre­siden Jokowi menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said pada 27 Juli 2016. Sampai hari ini masa kerja Archandra Tahar tak sampai 20 hari.

Polemik soal dwikewarga­negaraan Arcandra, berawal dari pesan singkat di WhatsApp dise­butkan Candra menjadi warga negara AS pada Maret 2012 melalui proses naturalisasi. Can­dra juga sudah mengambil sum­pah setia kepada negeri Paman Sam itu.

Masih dalam pesan tersebut juga dikatakan, pada Februari 2012, Candra mengurus paspor Indonesia kepada KJRI Houston dengan masa berlaku selama lima tahun. Dengan demikian, alum­nus ITB itu memiliki dua kewar­ganegaraan.

Bahkan, disebutkan jika Can­dra sering mondar-mandir ke Indonesia dengan menggunakan paspos AS. Ketika akan dilantik Jokowi pada 27 Juli 2016 lalu, Candra kembali dari AS dengan menggunakan paspor Indonesia yang secara hukum tak sah digunakan.

Belum diketahui siapa yang menyebar pesan yang menyebut Candra WN AS. Pesan berantai yang menjadi pembahasan luas itu isinya juga mempertanyakan integritas Candra yang berpaspor AS. Terlebih Indonesia tak me­nga­nut sistim dwi kewarganega­raan.

Meski hanya menjabat 20 hari sebagai Menteri ESDM,  cukup banyak yang telah dilakukan Arcandra dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu tersebut. Pada satu minggu pertama usai resmi menjabat sebagai orang nomor satu di ESDM, Archadra telah melakukan pertemuan de­ngan Inpex untuk membahas mengenai pengembangan Blok Masela, Maluku.

Selanjutnya, Arcadra telah membahas mengenai Indonesia Deepwater Development (IDD) dengan Chevron. Di mana, dalam pertemuan dengan Tim Chevron masalah mengenai IDD tetap akan dilanjutkan.

Selain itu, Arcandra juga mem­buat Blok Natuna sebagai program prioritas Kementerian ESDM. Sebab, blok tersebut memiliki cadangan gas yang cukup besar meskipun banyak kendala-kendala secara teknikal yang harus diselesaikan peme­rintah.

Arcandra mengaku, telah ber­temu dengan pihak Exxon me­ngenai pengembangan Blok Natu­na dan juga dengan Pertamina. Selain itu, Arcandra juga mela­kukan meeting-meeting maraton dengan tim Pertamina terkait pengelolaan Blok Mahakam yang saat ini masih dioperasikan oleh Total. (h/ald)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 21 Maret 2020 - 00:39:29 WIB

    Yusril: Lockdown untuk Selamatkan Rakyat dari Wabah Korona

    Yusril: Lockdown untuk Selamatkan Rakyat dari Wabah Korona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah dinilai tidak memiliki pilihan lain kecuali menyelamatkan nyawa rakyat dari wabah virus korona (Covid-19). Misalnya dengan membatasi keramaian umum atau melakukan lockdown..
  • Sabtu, 12 Oktober 2019 - 21:30:25 WIB

    Usai Menjenguk di RSPD, Yusril: Kondisi Wiranto Sudah Membaik

    Usai Menjenguk di RSPD, Yusril: Kondisi Wiranto Sudah Membaik JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Kondisi Menko Polhukam Wiranto sudah membaik. Tinggal pemulihan yang diperkirakan sepekan lagi. .
  • Selasa, 18 Juni 2019 - 12:05:31 WIB

    Sidang MK, Yusril: Ini Bukan Perselisihan Konsepsi Ketuhanan

    Sidang MK, Yusril: Ini Bukan Perselisihan Konsepsi Ketuhanan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Ketua tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra menilai bahwa hal yang diperselisihkan dalam perkara sengketa Pilpres 2019, bukanlah berkaitan dengan perselisihan mengenai konsepsi Ketuhan.
  • Rabu, 16 November 2016 - 00:11:59 WIB
    EKSEPSI IRMAN DI PENGADILAN TIPIKOR

    Yusril: KPK Sengaja Jebak Irman

    Yusril: KPK Sengaja Jebak Irman JAKARTA, HALUAN —- Man­tan Ketua DPD Irman Gusman mengajukan keberatan atas dak­waan penuntut umum melalui eksepsi yang dibacakan tim kuasa hukumnya, Selasa (15/11) di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Tim kuasa hukum Irman Gu.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]