Ruang Terbuka Hijau


Kamis, 18 Agustus 2016 - 03:43:34 WIB

Keinginan Kabupaten Dharmasraya untuk memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) patut kita dukung. Banyak manfaat yang diperoleh masyarakat dengan adanya RTH ini.

RTH ini merupakan ruang yang diren­canakan karena kebutuhan akan tempat-tempat pertemuan dan aktivitas bersama di udara terbuka yang cukup luas.

Banyak manfaat yang diperoleh dengan adanya RTH ini di antaranya sebagai sarana aktivitas sosial bagi anak-anak atau keluarga, memperbaiki iklim mikro dan meningkatkan cadangan oksiogen.

Pada dasarnya, RTH ini tanpa bangunan yang berfungsi sebagai kawasan pertamanan, hutan, rekreasi, olahraga, pertanian, jalur hijau dan sebagainya.

Adanya RTH, memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas ling­kungan permukiman, dan merupakan suatu unsur yang sangat penting pula dalam kegiatan rekreasi. RTH ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

RTH ini juga bisa menjadi objek wisata, tergantung penataannya apakah menarik bagi orang untuk berkunjung ke sana. Jika menarik tentu orang ramai mengunjunginya seperti adanya tanaman-tanaman langka yang dikembangkan.

Begitu penting dan banyaknya manfaat yang diperoleh sebuah kota/kabupaten dengan adanya RTH ini, tentunya sangat disadari oleh Pemkab Dharmasraya.

Seperti dikemukakan Wakil Bupati Dharmasraya H. Amrizal Dt. Rajo Medan, masyarakat Dharmasraya sangat berharap pembangunan RTH ini dapat direalisasikan. Harapan ini ditujukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada pembukaan Pembukaan Focus Group Disccution (FGD), Selasa (16/8) di Aula Kantor Bupati Dharmasraya. 

Wabup memanfaatkan kehadiran Su­geng dari Ditjend Cipta Karya Kementerian PUPR untuk menyampaikan harapan masyarakatnya.

Pemkab Dharmasraya siap untuk meme­nuhi segala persyaratan yang diminta oleh pihak Kementerian PU agar RTH dapat dibangun di lokasi yang sudah disediakan.

Wabup mengatakan, RTH sangat ber­manfaat bagi masyarakat Dharmasraya khususnya dan masyarakat yang melintas di Dharmasraya umumnya. Karena Dhar­masraya membentang di jalan lintas Suma­tera sepanjang 60 kilometer.

Pemkab Dharmasraya menyatakan siap menyediakan lahan untuk RTH tersebut berikut dengan segala persyarakatan yang diperlukan. Namun langkah Pemkab Dhar­masraya untuk punya RTH ini tidaklah mudah. Untuk membangun RTH ini  harus melalui 10 tahapan yakni Surat Minat, Workshop RAKH, Proposal RHKH, Piagam Kota Hijau, Forum Kota Hijau, Penyusunan Manajemen Kota Hijau, Penyusunan Peta Komunitas Hijau, Festival dan Aksi Kota Hijau dan Penyusunan DED RTH.

Jika Pemkab Dharmasraya bersungguh-sungguh mengadakan RTH di daerahnya,  tentunya 10 persyaratan itu tidak akan menjadi halangan. Apalagi RTH ini meru­pakan keinginan masyarakat sendiri.

Keinginan masyarakat dan Pemkab Dharmasraya ini diharapkan juga me­nginspirasi kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat yang belum memiliki RTH.

RTH ini bisa menjadi kebanggaan suatu daerah. Kabupaten dan Kota yang punya RTH bisa dianggap punya kepedulian ter­hadap lingkungan hidup. ***

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 31 Oktober 2016 - 01:24:18 WIB

    Baliho Porno di Ruang Publik

    Tiba-tiba saja, warga Kota Padang dihe­boh­kan dengan trerpajangnya baliho berbau porno di dua persimpangan jalan di Kota Padang, di Pasar Pagi Kecamatan Padang Barat, serta di bilangan jalan utama Sawahan, Kecamatan Padang.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]