Pengunjung Taman Satwa Padangtujuh Merasa Dipungli


Kamis, 18 Agustus 2016 - 13:00:47 WIB

PASBAR, HALUAN — Sejumlah pengunjung taman satwa dan hutan yang diinisiatori oleh Dinas Kehutanan Pasbar di Padangtujuah, Nagari Lingkungaur, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasbar, mulai resah. Pasalnya, selain ada dugaan pungutan liar untuk tiket masuk senilai Rp 5 ribu/orang, kepada pengunjung juga dibebankan biaya parkira sebesar Rp5 ribu/kenderaan.

Informasi yang dihimpung Haluan di lapangan beberapa hari belakangan ini, bagi pe­ngunjung yang ingin masuk “dipalak” Rp10 ribu dengan rincian sebesar Rp 5 ribu untuk parkir kenderaan roda dua dan Rp 5 ribu untuk tiket masuk. Sejumlah masyarakat menilai kupon berwarna ku­ning dan merah itu, tidak ada dasar hukumnya.

Karena tidak ada tertulis Peraturan Daerah (Perda) atau­pun Peraturan Bupati (Per­bup). Selain itu tidak ada juga nomor seri dari kupon layak­nya kupon atau retribusi di sejumlah tempat rekreasi atau objek wisata yang ada di Kabupaten Pasbar. Biasanya kupon atau retrebusi itu di keluarkan oleh Dinas Pen­dapatan Daerah (Dispenda) Pasbar.

“Kami sangat kecewa ada­nya dugaan pungli di hutan kota dan taman satwa milik Pemda Pasbar ini. Kalau ada dasar hukumnya dari pihak berwenang tidak jadi masalah. Ini kupon retrebusinya bo­dong. Setahu saya kalau resmi itu ada Perbup atau Perdanya,” kata Zulkifli, 33, pedagang, warga Pasamanbaru, Keca­matan Pasaman.

Zulkifli mengaku, dirinya datang ke lokasi rekreasi itu bersama teman-temannya yang ma­sih dari Sim­pang em­pat dan Pasamanbaru. Mereka mengetahui ada tempat re­kreasi berupa taman kota dan taman satwa dari informasi masyarakat secara beruntun.

Akibat adanya dugaan pung­li ini kepala daerah harus menindaklanjutinya. Karena kalau hal ini dibiarkan ma­syarakat menjad resah. Karena sebelum diresmikan Bupati Pasbar H Syahiran pada Rabu (17/8) kemarin, hutan kota dan taman satwa ini sudah dibuka beberapa bulan belakangan ini.

“Kalau hari libur, pe­ngun­jung ada yang masuk ke lokasi itu ratusan orang. Pemda harus bertindak tegas memerangi pungli di Pasbar ini. Jangan ada pembiaran dari pihak penegak hukum dari dugaan pungli ini,” tegas Zulkifli.

Sementara, Sekretaris LSM Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) Kabupaten Pasbar, Devi Irawan saat diminta tang­ga­pannya seputar dugaan pung­li ini menyayangkan ada­nya dugaan pungli di hutan kota dan taman satwa.

Karena tempat rekreasi itu milik negara, bukan milik pribadi. Agar tidak ada ge­jolak sosial dari dugaan pungli ini, dalam waktu dekat pi­hak­nya akan turun langsung u­n­tuk melakukan investigasi terkait kebenaran dari dugaan pungli ini.

“Kalau memang benar, akan kami laporkan hal ini ke pihak penegak hukum.

Karena pungli itu jelas perbuatan kriminal dan bisa dipidana,”kata Devi Irawan.

Sementara, Bupati Pasbar H Syahiran saat peresmian lokasi rekreasi menegaskan, Dinas Kehutanan Pasbar tidak boleh melakukan pungutan liar kepada masyarakat. K­e­cuali ada peraturan bupati atau peraturan daerah. Ke­mu­dian kalau ada lembaga yang ingin kerjasama tentang pe­nge­lolaan rekreasi ini, tentu harus sepengetahuan pe­me­rintah daerah.”Jangan ada lagi saya dengar pungli di tempat rekreasi ini. Kecuali ada pa­yung hukum yang jelas untuk mengaturnya. Pengelolaan hutan kotan dan taman satwa ini harus transparan,” tegas Syahiran.

Kehadiran tempat rekreasi ini sangat diapresiasi tapi harus dikelola dengan jalan yang benar. Kemudian, untuk pemeliharaannya harus men­dapatkan izin sebab ada be­berapa hewan yang dipelihara itu harus memiliki izin dari instansi berwenang.

Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Pasbar Syahnan saat ingin dikonfirmasi terkait dugaan pungli ini belum ber­hasil. Karena saat dihubungi beberapa kali melalui via selulernya tidak mengangkat.

Sementara saat peresmian itu, Syahnan menegaskan, kawasan hutan kota dan taman satwa memiliki luas 3,7 hektar. Di hutan tersebut ada berbagai jenis pohon yang berfungsi ekologi, estetika dan sarana rekreasi serta pendidikan bagi masyarakat.

Jenis pohon yang ditanam mulai dari pohon mahoni, durian, rambutan, banio, aren, cempedak hutan. Sedangkan untuk jenis hewan yakni bua­ya, beruang, monyet, burung hantu, kukang, kancil, landak, kura-kura. Tidak hanya itu saja, di lingkungan ini ter­dapat berbagai fasilitas seperti cafetaria, wahana bermain anak, kolam pancing dan lain­nya. (h/ows)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]