Lampu PLN Sering Pudur di Lawai


Kamis, 18 Agustus 2016 - 13:02:56 WIB

DHARMASRAYA, HALUAN — Tidak ada angin tidak ada hujan, lampu PLN terus saja mati, masyarakat mengeluhkan ulah PLN ini, apalagi umur NKRI sudah 71 tahun. Namun pelayanan PLN terhadap pelanggannya tidak juga berubah ke arah yang lebih baik.”Seharusnya PLN tidak seenaknya mematikan lampu, apa salahnya mematikan lampu selama 2,5 jam ada pemberitahuan,”ucap Bambang, salah seorang warga Lawai kepada Haluan, Rabu (17/8) kemaren.

Ia mengungkapkan, pada Selasa (16/8) malam, lampu PLN pudur dari pukul 20.00Wib sampai 23.20 Wib, tanpa ada pemberitahuan lebih dulu, sementara pelanggan PLN lain yang berada di pinggir Jalinsum di Gunung Medan tidak merasakan hal yang sama. Ia balik bertanya apakah ia membayar tidak pakai uang seperti pelanggan lain.Yang membuat ia kesal, matinya lampu PLN, yang menjadi sasaran adalah pelanggan yang bermukim di bagian Lawai Nagari Gunung Medan ke belakang sampai ke Timpeh, padahal hak dan kewajiban pelanggan atau konsumen sama.”Kalau menunggak PLN mengancam akan memutus lampu, tapi kalau PLN melakukan kesalahan, konsumen tidak dapat berbuat apa apa selain marah marah atau menelpon pihak PLN.

Ia berharap agar pihak pihak ber­wenang harus segera memanggil pihak PLN seperti YLKI untuk meminta pen­jelasan kepada PLN Ranting Sitiung, karena ada pembedaan kon­su­men. ”Ke­napa di nagari yang sama perlakukan PLN berbeda,”katanya.

Lain lagi dengan Hendri, ia me­nge­luhkan ulah PLN yang sering mematikan lampu membuat usaha rumah tang­ganya yang berkait dengan menggunakan lampu PLN, karena matinya lampu PLN membuat usahanya tidak berjalan. Begitu pula ulas warga Lawai ini, dengan seringnya lampu PLN mati hidup membuat rusak peralatan elek­tro­niknya.”Peralatan elektronik saya jadi cepat rusak,”keluhnya.

Ia minta pihak PLN jangan sering sering mematikan lampu dan kalau matinya lama dapat memberikan pe­ngumuman.”Tolong diumumkan kalau mati akan di matikan,”harapnya.

Manager Ranting PLN Sitiung, Marli Mandri Putra, ketika di konfirmasi Haluan lewat telpon selulernya menjelaskan, matinya lampu PLN di jalur Lawai karena jalurnya berbeda dengan jalur Gunung Medan bahagian depan. Sedangkan aliran depan tersebut satu aliran dengan RSUD dan Kepolisian, karena dua instansi tersebut harus diutamakan karena me­nyangkut pelayanan orang banyak. Se­dangkan aliran Lawai sampai ke Timpeh kalau digabung akan membuat penc­ahayaan redup.

Sedangkan untuk menghidup dan mematikan lampu PLN tidak ada kewenangannya karena kewenangan yang lebih tinggi.Namun ketika ditanya kenapa mati lampu sampai 2,5 jam, ia mengaku tidak tahu bahwa lampu mati di wilayah Lawai pada malam itu.(h/mdi)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]