SIDANG DUGAAN GULA NON-SNI

Dakwaan JPU Dinilai Kabur


Kamis, 18 Agustus 2016 - 13:04:25 WIB

PADANG, HALUAN — Ter­sangka dalam kasus dugaan peredaran gula tanpa label Standar Nasional Indonesia (SNI), Mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya Xa­veriandy Susanto (55) alias Tanto, menilai bahwa dakwaan yang disampaikan Jaksa Pe­nuntut Umum (JPU) terhadap dirinya kabur dan tindakannya bu­kan merupakan tindak pida­na, sehingga layak dibatalkan.

Hal itu disampaikannya pada sidang lanjutan pe­ngajuan eksepsi (nota ke­beratan), yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pa­dang, Selasa (16/8). Tanto menyatakan pendistibusian sekitar 30 ton gula melalui CV-nya merupakan per­min­taan Kementerian Pe­rin­dustrian, guna menjaga stabi­litas harga gula

“Yang dilakukan CV. Rimbun Padi Berjaya bukan perbuatan pidana, melainkan perbuatan yang didasarkan atas kepentingan negara,” terang Sutanto di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Sutedjo.

Dalam berkas eksepsi Tanto menguraikan, pada 11 April 2016 lalu pihaknya menyampaikan permohonan konsultasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 pada Badan Penelitian dan Pe­ngem­bangan Industri Balai Besar Industri Agro, Ke­menterian Perindustrian.

Atas permohonan ter­se­but, Balai Besar Industri Agro mengeluarkan Surat Keterangan No. 1934/Bd/BBIA/IV/2016 tertanggal 22 April yang intinya bersedia menindaklanjuti Konsultasi/Pendampingan Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.

Selanjutnya pada 14 April, Pemerintah Provinsi Sumbar menyurati Menteri Perda­gangan Up. Dirjen Pe­r­lin­dungan Konsumen dan Tartib Harga Departemen Per­da­ga­ngan, perihal distribusi gula oleh CV. Rimbun Padi Berjaya, dan menerangkan  perusahaan daerah yang mengemas gula dari isi karung 50 kg menjadi 1 kg, untuk diedarkan guna memenuhi kebutuhan ma­syarakat.

“Namun kami tidak me­ngetahui aturan tentang gula kemasan harus mencan­tum­kan label SNI, lagipula so­sia­lisasinya baru dilakukan Dinas Perindustrian dan Per­dagangan Sumbar pada 12-13 April 2016. Selama regu­lasi itu masih tahap sosia­lisasi, kami sudah mengurus ISO 9001:2008 untuk mem­peroleh SPPT SNI. Selama ini, Rimbun Padi Berjaya memang aktif melakukan operasi pasar atas permintaan Pemprov,” jelas Tanto.

Namun secara tiba-tiba, lanjutnya, pada 26 April Penyidik Dirkrimsus Polda Sumbar melakukan penye­gelan gula di gudang CV. Rimbun Padi Berjaya yang berada di kawasan Bypass Kota Padang.

Adapun gula yang disegel antara lain merk Berlian Jaya kemasan 1 kg  dan gula merk Induk Koperasi Kartika ke­masan 50 Kg. Padahal, ka­tanya, Induk Koperasi Kar­tika merupakan lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk melaksanakan operasi pasar guna melakukan stabilisasi harga. Meskipun belum ber­label SNI, gula tersebut sudah memenuhi standar.

“Sudah coba kami jelas­kan pada Penyidik Polda Sumbar, bahwa gula tersebut dalam proses pengurusan SNI, dan gula Induk Koperasi Kartika sudah terbit SNI tertanggal 5 Mei 2016. Bah­kan pada tanggal 28 April telah keluar hasil uji la­bo­ratorium Sucofindo-nya,” katanya lagi.

Kemudian, lanjutnya, Ka­polda Sumbar telah disurati oleh Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Dirjen Kementrian Pe­rda­ga­ngan pada 23 Mei, di mana dije­las­kan bahwa pendistri­busian gula tersebut dalam rangka membantu peme­rintah dalam menekan inflasi harga gula. Diperkuat lagi oleh surat Kementrian Per­dagangan RI dengan surat No: 813/SJ-DAG/6/2016 pada 9 Juni untuk me­nguat­kan surat sebelumnya. (h/isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]