DUGAAN KORUPSI

Laporan Tersangka Tak Hambat Penyidikan


Kamis, 18 Agustus 2016 - 13:14:30 WIB

PADANG PANJANG, HALUAN —Mes­kipun telah dilaporkan salah seorang tersangka terkait kasus dugaan korupsi rumah dinas Walikota Padang Panjang, yang tak lain adalah istri Walikota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika, namun Kapolres Padang Panjang AKBP. Heru Yulianto. SIK, tetap bersikukuh untuk terus melakukan pengembangan kasus korupsi tersebut.

Heru Yulianto dengan tegas mengata­kan, jika laporan yang dibuat Maria Feronika ke Mabes Polri itu, sedikit pun tidak akan menghambat proses penyidikan dan pengembangan kasus yang kini tengah ditangani pihaknya.

"Kalau mereka melaporkan saya beserta Kasat Reskrim dan Kanit Tipikor, itu hak mereka, dan itu sah-sah saja. Yang jelas laporan itu tak akan mengganggu jalannya proses penyidikan yang saat ini sedang kami tangani," ujar Heru Yulianto saat ditemui Haluan di ruang kerjanya, Selasa (16/8).

 Terkait laporan yang dibuat oleh Maria Feronika tersebut, Kepolres Padang Pan­jang Heru Yulianto tampak tak berko­mentar banyak, pasalnya dirinya sendiri belum mengetahui inti dari laporan tersebut.

 "Saya belum mengetahui inti dari laporan itu. Jadi apapun yang terjadi nanti kita jalani saja, kalau nanti saya dipanggil Propam ke Mabes saya akan ceritakan proses penanganan kasus dari awal,"  terang Heru Yulianto.

Menurutnya, dalam mengungkap kasus ini, pihaknya telah bekerja sebaik dan seprofesional mungkin sesuai dengan aturan yang ada.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumbar, Brigjen Pol Drs Basarudin, memerintahkan jajaran Polres Padang Panjang untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi rumah dinas (rumdin) Wako Padang Panjang, yang telah menetapkan istri Walikota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika sebagai tersangka.

"Kita memang telah menetapkan Maria Feronika sebagai tersangka terkait kasus tersebut. Kami harap beliau bisa kooperatif, agar penyidikan bisa dituntaskan," kata Brigjen Basarudin.

Menanggapi statement Kapolda Sumbar dan Kapolres Padang Panjang, pengacara Maria Feronika, Amir Tras mengaku setuju dan sepakat NKRI adalah negara hukum. Jadi siapapun warga negara indonesia sama dimata hukum.

 "Saya selaku PH Ibu Maria Feronika Istri Walikota Padang Panjang, saat hari Kamis tgl 11 Agustus 2016 bermaksud mau bertemu Kapolres AKBP Heru Yulianto. Namun saya diarahkan ketemu KBO

Damanik dan Kanit Tipikor Ipda Bintang Siagian. Saya sudah me­nyam­paikan bahwa klien kami telah menempuh upaya hukum melaporkan ke Propram Mabes Polri," ujar Amir Tras.

Amir Tras juga mengatakan, bahwa pihaknya juga menghormati dan menghargai proses penyelidikandugaan Korupsi rumdin Walikota Padang Panjang yang telah ada tersangka dan ditahan, yakni RLS dan ada tersangka kedua, yakni kliennya sendiri, Maria Feronika. Dia juga mendukung dan menghormati instruksi Kapolda terhadap jajaran Kapolres Padang Panjang untuk mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut.

"Namun kami meminta juga kepada Kapolda untuk menghormati dan menghargai upaya hukum yang diambil klien kami, yang merasa dikriminalisasi hak kemerdekaannya dengan ditetapkan­nya Ibu Maria sebagai tersangka, tutupnya. (h/mg-pis)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]