Produsen Roti Raup Keuntungan Rp20 Juta Sebulan


Jumat, 19 Agustus 2016 - 03:01:39 WIB
Produsen Roti Raup Keuntungan Rp20 Juta Sebulan Hal­vika Padma.

PADANG, HALUAN — Hal­vika Padma (25), produsen ro­ti, sudah meraup ke­untu­ngan sekitar Rp20 juta per bu­lan dengan cakupan wila­yah pe­ma­saran di Kecamatan Pa­uh dan Lubuk Kilangan, Pa­dang. Ia yakin akan meraih ke­un­tu­ngan yang lebih besar apa­bila mem­perluas wilayah pe­masa­rannya. Namun, hal itu be­lum bi­sa dilakukannya kare­na ke­ter­batasan peralatan pro­duk­si.

“Ada keinginan mem­per­luas wilayah pemasaran, tapi belum untuk tahun ini karena peralatan produksi belum maksimal,” ujar Halvika atau yang biasa disapa Rekaik, kepada Haluan, Kamis (18/8).

Sejauh ini, Rekaik meni­tipkan rotinya ke warung kelontong, warung P&D, kedai kopi, dan kedai minuman, yang terdapat di dua kecama­tan tersebut. Kawasan-kawa­san yang disasarnya adalah Gadut, Indarung, Padang Be­si, Sungai Balang, Perumnas Indarung, Pasar Baru, Batu Busuk, Limau Manis, dan Kampus Unand.

“Saya menitipkan roti ke warung Rp3.000 per roti. Sistemnya konsinyasi. Artinya, uang saya terima dari pemilik warung kalau roti sudah ter­jual,” tutur alumni Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Andalas itu.

Rekaik memproduksi roti berskala rumahan di rumah­nya, Komplek Nuansa Indah Blok A Umum, Ulugadut, Kecamatan Lubuk Kilangan. Roti yang ia produksi berjenis roti basah yang dibuat dari bahan, seperti tepung, susu bubuk, susu cair, telur, gula, dan mentega. Ragam isi roti­nya, antara lain kelapa kacang, kelapa jagung, cokelat, selai blueberry. Sementara varian tambahan (topping) pada roti­nya, misalnya keju, meses warna, meses cokelat, meses keju, cokelat parut, chocochip.

“Kami sedang mencoba membuat varian-varian lokal, seperti isi luo, dan isi kacang padi. Meski itu terkesan sudah ketinggalan zaman dan diting­galkan oleh kebanyakan pe­ngu­saha roti, tapi kami yakin masyarakat pencinta roti me­rin­dukan rasa roti seperti itu,” ucap alumni SMA INS Kayu Tanam itu.

Dalam seminggu, Rekaik memproduksi rotinya lima kali. Sekali produksi, ia meng­hasilkan 320 roti. Kalau dihi­tung seminggu, roti yang ia hasilkan sebanyak 1.600 roti, atau 6.400 roti sebulan.

Rekaik memulai usahanya rotinya pada Februari 2015. Keinginan berbisnis itu mun­cul karena ingin memberikan jaminan pekerjaan kepada adik dan sanak saudara. Da­lam pandangannya, menda­pat­kan pekerjaan pada kon­disi hari-hari ini sangat susah. Oleh karena itu, ia mem­ba­ngun bisnis agar adik atau sanak saudaranya tak me­nganggur setelah menye­lesai­kan pendidikan.

Perihal pilihannya berbis­nis roti, Rekaik menjelaskan, ro­ti hampir menjadi makanan ri­ngan pokok bagi masyarakat se­jak dulu hingga kini. Menu­rut­nya, itu peluang pasar. Ke­inginannya didukung oleh pe­ngalaman orangtuanya yang ber­pengalaman pada industri roti.

“Saya berguru mem­pro­duksi dan memasarkan roti kepada orang tua saya. Pada awalnya, semuanya saya kerja­kan sendiri. Sekarang, alham­dulillah sudah ada 4 orang tetangga yang mau membantu produksi,” ujarnya.

Tak seperti kebanyakan sarjana lain yang mencari pekerjaan setelah lulus ku­liah, Rekaik memilih untuk mem­bangun dan mem­besar­kan usahanya sendiri. “Me­ngutip kata-kata angku Mu­hammad Sja­fei, pendiri INS Kayu Ta­nam, lebih baik men­jadi ke­pala semut dari­pada men­jadi ekor gajah. Lebih baik jadi bos kecil daripada budak besar,” ka­tanya. (h/dib)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]