TRADISI MENDOAKAN ARWAH PARA LELUHUR

Ritual Sembahyang Tinggi Warga Tionghoa


Jumat, 19 Agustus 2016 - 03:35:50 WIB
Ritual Sembahyang Tinggi Warga Tionghoa ETNIS Tionghoa menyelenggarakan ritual Sembahyang Tinggi, Kamis (18/8). Ritual ini dilakukan setahun sekali setiap bulan tujuh tanggal 15 dalam kalender imlek. (HUDA PUTRA)

PADANG, HALUAN—Etnis Tionghoa Kota Padang mera­yakan tradisi “Sembahyang Tinggi” atau biasa disebut “Cioko” di Kelenteng See Hin Kiong, Rabu (17/8) malam.

Wakil klenteng See Hin Kiong Syamsi Kosasih men­jelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan arwah para leluhur, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal.

Baca Juga : 43 RT di Padang Dilarang Gelar Salat Ied, Ini Daftarnya

Setiap tahunnya diperingati setiap tanggal 15 bulan tujuh, dalam penanggalan Imlek.

“Ini untuk mengenang lelu­hur yang sudah meninggal, disini lah kita mendoakan. Ini sambahyang yang besar dalam satu tahun seluruh lapisan masyarakat boleh hadir,” te­rangnya.

Baca Juga : Fenoma Pusat Perbelanjaan Bikin Macet, Pengamat: Perlu Kesadaran Semua Pihak

Lebih lanjut dirinya men­jelaskan rangkaian kegiatan Sembahyang Tinggi, dimulai dari pagi berupa pembacaan doa oleh biksu, lalu arak-arakan Tesu yang merupakan simbol dari raja setan.

“Setelah pelaksanaan sem­bayang tinggi, kegiatan puncak adalah rebutan makanan dan pembakaran Tesu. Ini agar kita semua dijatuhkan dari bencana dan bahaya, “ terangnya.

Heriyanto, salah seo­rang warga yang hadir dalam kegia­tan tersebut mengungkapkan sengaja ikut berebut makanan karena, dirinya yakin makanan tersebut dapat mendatangkan berkah.

“Makanannya sudah di doakan jadi akan menda­tang­kan berkah bagi yang menda­patkan nya,”ujarnya.  (h/mg-hud)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]