Yuni Ushi Johan: Penerapan Full Day School Perlu Kajian


Rabu, 24 Agustus 2016 - 04:32:11 WIB
Yuni Ushi Johan: Penerapan Full Day School Perlu Kajian Psikolog Yuni Ushi Johan SPsi.

PADANG, HALUAN — Gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Me­n­dik­bud), Muhadjir Effendy tentang penerapan program Full Day School, dinilai Yuni Ushi Johan SPsi., Psikolog, masih memerlukan pertim­bangan yang matang.

Meski secara prinsip ia menyebut setuju dengan wacana tersebut, namun Yuni mengatakan, pene­rapan full day school masih memerlukan kajian yang lebih mendalam tentang berbagai hal yang terkait hal itu.

Kepada Haluan, Selasa (23/8), Yuni menyebutkan boleh jadi sebagian anak merasa enjoy dengan prog­ram ini. Sebab, pada ke­nyataannya, di Sumbar sejak beberapa tahun belakangan banyak juga sekolah yang menerapkan proses belajar mengajar dari pagi pukul 07.30 WIB sam­pai pukul 16.00 WIB. Se­telah pe­la­jaran wajib selesai, sis­wa akan di­be­rikan tambahan pe­la­jaran yang mem­berikan ni­lai le­bih ter­ha­dap pe­lajaran yang te­lah me­reka da­patkan.

Selain itu, ia juga melihat ba­nyak sekali sis­wa-siswa se­karang yang me­ngikuti kursus atau les mata pe­la­jaran setelah pulang sekolah, di tempat lain. Bahkan, kur­sus ini bisa sampai malam. Se­hing­ga jadwal sang anak pun padat s­e­harian berada di luar ru­mah.

“Nah, dengan adanya Full Day School, tentunya, akan semakin mudah me­ngawasi aktivitas belajar siswa. Dengan dididik oleh orang yang sama dan diawasi oleh orang yang sama, ha­silnya pasti akan lebih ba­gus,” tambahnya.

Malah yang jadi pertim­bangan Yuni, sekarang ada­lah guru yang akan mem­berikan pelajaran hingga sore hari. Sebab, biasanya jam kerja guru biasanya hanya sampai siang.

“Nah, dengan adanya tambahan pelajaran ini, apa­kah guru-guru juga akan siap menjalannya?” urai Yuni.

Akan halnya penera­pan program ini di pede­saan (karena banyak siswa yang membantu orang­tuanya sete­lah pulang se­kolah), tentunya hal ini juga perlu di­ta­nyakan pada siswa itu sendiri.

 Apakah anak-anak itu bi­sa menerima atau tidak, ka­re­na terkait dengan ke­bia­saan mereka untuk mem­­ban­tu orangftua se­pu­lang seko­lah.

“Ada baiknya peme­rintah membuat satu per­contohan untuk program ini. Jika memang hasilnya memuaskan, maka ke­mungkinan akan bisa dite­rapkan tentu semakin be­sar,” tutupnya. (h/atv)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]