SUAP RP500 JUTA PROYEK 12 JALAN DI SUMBAR

Yogan Ngaku Bantu Rp125 Juta


Senin, 29 Agustus 2016 - 03:23:24 WIB
Yogan Ngaku Bantu Rp125 Juta Yogan Askan.

Kicauan Pengusaha Sumbar Yogan Askan yang kini jadi tersangka kasus suap di KPK, terdengar makin nyaring. Mungkin karena tak ingin terseret sendiri, Yogan pun membeberkan pengusaha yang ikut membantu dana untuk menyuap I Putu Sudiarta. Dari Empat pengusaha, terkumpul dana Rp500 juta.

PADANG, HALUAN — Kasus suap pengalokasian proyek 12 ruas jalan Sumbar di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memasuki perkem­bangan baru. Sebagai ter­sangka dari kalangan pengu­saha, Yogan Askan tampaknya tak ingin mendekam sendiri di balik jeruji besi. Kini kicauannya mulai lebih ber­irama, khususnya terkait besa­ran sumbangan dari tiga pe­ngusaha Sumbar untuk me­nyuap Anggota Komisi III DPR RI, I Putu Sudiarta sebesar Rp500 juta.

Kicauan sebelumnya, Yo­gan hanya menyebut Suryadi Halim alias Tando, Jhon Hardi dan Hamnasri, selaku pengu­saha di Sumbar yang ikut menyumbang dana untuk Putu guna memuluskan pengalo­kasian proyek 12 ruas jalan di Sumbar. Harapannya, agar pro­yek 12 ruas jalan senilai Rp300 miliar itu masuk dalam APBN-P 2016. Tapi berapa sumbangan masing-masing pengusah itu, tak disebutkan. Namun sepanjang Minggu (28/8) kemarin, mulai beredar informasi soal besaran sumbangan masing-masing pe­ngusaha tersebut.

Melalui Kuasa Hukumnya dari Kantor Hukum Muhammad Ich­san & Partners, membenarkan informasi yang beredar tersebut. Menurut Muhammad Ichsan, berdasarkan fakta pemeriksaan terhadap Yogan Askan selaku kliennya, empat pengusaha (ter­masuk Yogan) memberikan kontribusi dalam nominal yang berbeda-beda.

“Saya menjawab ini berdasar­kan fakta pemeriksaan terhadap Yogan sebagai klien saya. Bukan asumsi, tapi fakta pemeriksaan. Besaran kontribusi itu, Tando (Suryadi Halim) menyumbang Rp250 juta, Hamnasri Rp50 juta, John Hardi Rp75 juta dan Yogan Askan Rp125 juta. Sebenarnya John Hardi ini Rp100 juta, tapi yang disetor itu Rp75 juta, jadi Yogan yang nomboki (menam­bahkan) Rp25 juta lagi,” jelas Muhammad Ikhsan.

Terkait berbedanya jumlah kontribusi tersebut, Ikhsan me­ngaku belum bisa menerang­kannya. Yang pasti menurutnya, kontribusi tersebut dilakukan karena ada yang dijanjikan oleh I Putu Sudiartana kepada kliennya melalui tersangka Suhaimi.

“Ini kita tidak bicara soal alokasi dana, proyek, tender dan segala macamnya yang seperti itu. Ini karena hal-hal yang dijanjikan I Putu melalui Suhaimi, jadi bukan soal proyek. Tidak mung­kin ada kontribusi secara spontan seperti itu, kalau tidak ada hal-hal yang dijanjikan,” katanya lagi.

Muhammad Ichsan kembali menegaskan bahwa belum jelas seperti apa konstelasi besaran pembagian kontribusi tersebut sehingga bisa terjadi. Namun dapat dipastikan karena ada yang dijanjikan, sehingga kontribusi itu dilakukan. Menurutnya lagi, Yogan dan pengusaha lainnya berada di tengah dan didorong untuk melakukan sebuah prestasi.

Ditambahkan, persoalan ada hal yang dijanjikan sehingga kontribusi (suap) itu terjadi harus dipisahkan dari persoalan alokasi dana yang kemudian meng­hadir­kan proyek untuk Sumbar. Karena persoalan alokasi dana bukanlah ranah pengusaha, termasuk Yo­gan. Hanya saja kebetulan Yogan adalah orang dari Partai De­mokrat.

“Jadi ini soal linknya, demo­krat to demokrat. Antara Demokrat Sumbar dengan Demokrat di Pusat. Jadi pengusaha ini, ter­masuk Yogan berada di tengah-tengah,” ungkapnya.

Terkait siapa yang mendorong Yogan Cs untuk mengumpulkan kontribusi dalam suap tersebut, Muhammad Ikhsan belum dapat membeberkan karena persi­da­ngan belum berjalan. “Namun siapa yang mendorong siapa, aktor intelektualnya siapa, siapa menyuruh siapa dan siapa mela­kukan apa, itu nanti akan ter­ungkap di persidangan. Yang jelas ini ada kaitannya dengan Pasal 55 KUHP tentang penyer­taan, sehingga harus ada tang­gung jawab bersama dari yang ikut serta.  Nantilah kita lihat karena ini materi persidangan,” pung­kasnya.

Sementara itu pengusaha Sum­bar, Suryadi Halim alias Tando yang dihubungi Haluan untuk meng­kon­f­irmasi kicauan Yogan ini, Minggu (29/8), tak menjawab SMS yang dilayangkan, meski ada pemberitahuan terkirim.

Seperti diberitakan sebelum­nya, awalnya uang suap sebesar Rp500 juta itu disebut dari satu pihak, tetapi kemudian terungkap ada pengusaha lain yang ternyata diduga turut serta melakukan suap. Putu menerima transfer antar bank sebanyak Rp500 juta itu dalam 3 termin yaitu Rp 150 juta, Rp 300 juta, dan Rp 50 juta.

“Diduga bukan cuma YA (Yo­gan Askan). Masih ada pengusaha lain yang masih ditelusuri peran­nya dalam kasus ini,” kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk An­driati beberapa waktu lalu.

Selain Yogan, KPK telah me­netapkan empat tersangka lainnya yaitu Anggota DPR RI dari Partai Demokrat I Putu Sudiartana, Novianti (Staf I Putu) Suhaimi (Rekan Putu/penghubung) dan Kadis Prasjaltarkim Sumbar Su­prapto.

Untuk tersangka Yogan dan Suprapto, KPK telah memeriksa Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Pj Gubernur Sumbar, Rey­donnyzar Moenek sebagai saksi. Termasuk memeriksa pengusaha Sumbar, Desrio Saputra sebagai saksi.

Pada Kamis, (25/8) lalu, Penyi­dik KPK telah melimpahkan ber­kas Yogan dan Suprapto ke penuntut umum. “Penyidik telah melimpahkan berkas perkara, tersangka dan barang bukti atas nama YA (Yogan Askan, red) dan SUP (Suprapto, red) ke penuntut umum untuk kemudian paling lambat dalam waktu 14 hari dilimpahkan ke pengadilan,” ucap Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Kamis (25/8) lalu. (h/isq/isr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 16 Agustus 2016 - 11:52:44 WIB
    PENGAMAT HUKUM TATA NEGARA UNAND SUHARIZAL

    Ada Tendensi Aneh di Pernyataan Yogan

    Ada Tendensi Aneh di Pernyataan Yogan PENGAMAT Hukum Tata Negara Universitas Andalas (Unand), Suharizal, menilai ada tendensi agak aneh dalam pernyataan tidak tertulis yang dikeluarkan Yogan Askan soal ketidaktahuan gubernur mengenai proyek pembangunan 12 ruas ja.
  • Selasa, 16 Agustus 2016 - 11:50:52 WIB

    Yogan Sebut Tiga Pengusaha Berkontribusi Suap

    Yogan Sebut Tiga Pengusaha Berkontribusi Suap PADANG, HALUAN — “Nyanyian” Yogan Askan terkait kasus suap pe­ngalokasian anggaran untuk 12 proyek ruas jalan di Sumbar dalam APBN-P 2016, bergema begitu kencang. Apalagi sejak Yogan menyebut tiga nama pengusaha di Pad.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]