Harga Terus Melambung, Petani Cabai Menangguk Untung


Jumat, 09 September 2016 - 01:56:27 WIB
Harga Terus Melambung, Petani Cabai Menangguk Untung PETANI cabai di Pessel sedang panen. Petani cabai bisa meraup untung karena harga cabai naik sejak sepekan terakhir. (HARIDMAN)

PAINAN, HALUAN — Pe­tani cabai di Pessel meraup keuntungan saat harga cabai di daerah itu tembus Rp­80.000 per kilogram. Ting­ginya harga cabai dipicu kurangnya pasokan dari Ke­rinci, Provinsi Jambi, se­men­tara produksi cabai lokal sangat terbatas.

Sementara kawasan yang masih memproduksi cabai dalam jumlah terbatas ter­sebut hanya di empat ke­camatan. Lahan cabai yang sedang produksi diantaranya di Ngalau Gadang dan Limau Limau Bayang Utara, Batang Kapas, Lengayang dan Ranah Pesisir. Harga cabai di­pre­diksi akan terus bergerak hingga lebaran haji.

Mira (34), ibu rumah tangga di Painan, Kamis (8/9) mengaku, hanya mampu membeli seperempat kilo­gram untuk satu minggu. Padahal kebutuhannya se­minggu biasanya satu kilog­ram. Ibu rumah tangga ini harus mengurangi membeli cabai merah keriting karena tidak lagi mampu membeli sesuai kebutuhan.

“Untuk mensiasati ma­sa­kan, saya mencampur cabai merah dengan cabai rawit yang kebetulan saya tanam di samping rumah,” katanya.

Terkait harga cabai, Ke­pala Dinas Pertanian Ta­naman Pangan Hortikultura, Peternakan dan Perkebunan Pessel, Afrizon Nazar men­ye­butkan, produksi cabai di daerah ini sedang turun.

“Pessel sebetulnya me­miliki lahan pertanian yang diolah untuk bertanam cabai yang cukup luas. Kini rata-rata kawasan yang di­kem­bangkan untuk hortikultura telah di akhir masa panen, jadi produksi sudah sedikit dan tidak mampu nenekan harga di pasaran,” katanya.

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]