Ribuan Warga Solok Shalat Idul Adha di Tengah Gerimis


Senin, 12 September 2016 - 13:33:15 WIB
Ribuan Warga Solok Shalat Idul Adha di Tengah Gerimis IDULADHA SOLOK--Seribuan jemaah memilih bertahan mendengarkan khutbah sholat Idul Adha 1437 H di Lapangan sepakbola Gor Batu Batupang Kotobaru, memilih bertahan meski gerimis membasahi. WANDI MALIN

AROSUKA, HALUAN--Suasana gerimis yang menyungkup pagi, tak menyurutkan niat seribuan jemaah yang tumpah ruah untuk mengikuti sholat Iduladha 1437 H di lapangan sepakbola Gor Batu Batupang Koto Baru, Senin (12/9).

Para jamaah yang telah datang untuk melaksanakan salat Iduladha sejak pukul 06.30 Wib itu memilih bertahan di lokasi hingga selesai solat, ketimbang keluar dari stadion untuk mencari tempat berteduh.

Pelaksanaan shalat Id tingkat kabupaten Solok yang pusatkan dilapangan sepakbola itu diikuti oleh Bupati Solok Gusmal, Wabup Yulfadri Nurdin dan sejumlah pejabat lainnya.

Sementara khutbah Hari Raya disampaikan oleh guru besar IAIN Imam Bonjol Padang Prof.DR Duski Samad.

Meski hujan gerimis, Bupati Solok Gusmal terlihat tidak menggunakan payung yang disediakan oleh ajudannya dan memilih bertahan di sela hujan bersama jamaah lainnya. Sedangkan beberapa jamaah terlihat ada juga yang menggunakan payung yang memang telah disediakan dari rumah.

Cuaca di daerah Solok pagi itu memang kurang sedikit bersahabat. Selain gerimis dan mendung yang membayangi, angin pun juga bertiup cukup kencang, membuat suasana semakin terasa dingin di Gor yang berdiri megah  di Puncak bukit itu.

Mevrizal salah seorang jema'ah kepada Haluan mengungkapkan, pihaknya bersama keluarganya memilih bertahan di lapangan terbuka itu lantaran, rukun Solat ID itu sama dengan solat Jum'at. Dimana khutbah merupakan rukun yang harus diikuti.

" Jadi kami memilih bertahan meski gerimis membasahi. Kalau keluar berarti salah satu rukun kita batal," bebernya.

Dalam khotbahnya Duski Samad menyampaikan, dalam ibadah kurban ada 3 pesan yang disampaikan. Yaitu  membiasakan hidup dengan  ketulusan hati, seperti yang diperagakan oleh nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS.

Sedangkan yang ke dua mengandung pesan ketaqwaan, di mana status jabatan dan besarnya quran yang disembelih tidak menentukan nilai seseorang di mata Allah, namun yang terpenting adalah keredaannya dan ketaqwaannya kepada Allah yang tercermin dari niat dan perilakunya.

Dan yang terakhir mengandung pesan kepeloporan dan keteladanan.

" Ibadah tidak hanya sekedar ritual belaka, tapi bagaimana membangun diri, keluarga dan bangsa, " kata Duski Samad (h/ndi)

 

Editor : Rivo Septi Andries

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]