DIANTARKAN LANGSUNG KETUA UMUM PDIP

Ahok-Djarot Daftar ke KPU DKI


Kamis, 22 September 2016 - 03:47:11 WIB
Ahok-Djarot Daftar ke KPU DKI

JAKARTA, HALUAN — Ketua Umum PDIP Megawati menghimbau agar kader PDIP mengikuti arahan ketua umum. Selain itu, Megawati juga merasa bertanggung jawab terhadap kestabilan bangsa dan negara.

“Kita tidak ingin mencari pemimpin di suatu daerah untuk menimbulkan sara, kita ini negara dengan ke­ma­je­mukan yang luar biasa, bhineka tunggal ika,” ujar Megawati di DPP PDIP Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (21/6), sebelum me­ngantarkan pa­sangan Ahok-Djarot untuk mendaftar ke KPUD DKI Ja­karta.

Dalam kesempatan ini Me­ga­wati juga mengatakan kepu­tusan memilih Ahok-Djarot adalah hak prerogatif ketua umum. Jajaran struktural di bawah PDIP dihimbau agar mengikuti keputusannya.

Setelah memberikan sam­butan, Megawati kemudian pergi mengiringi kedua calon yang diusung ke KPUD DKI Jakarta. 

Pasangan Ahok-Djarot men­jadi pasangan yang di­dukung oleh partai koalisi gemuk. PDIP me­miliki 22 suara di DKI Jakarta, Golkar 9 kursi, Nasdem 5 kursi dan Hanura 10 kursi. Lalu, apakah ini menjadi cermi­nan pasangan Ahok-Djarot di Pilgub DKI Jakarta tanpa lawan tanding?

Menurut Arya Fernandes, peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Pilkada DKI Jakarta me­mer­lukan paling tidak tiga pa­sa­ngan calon. Karena jika hanya ada dua pasangan yang muncul akan berpotensi terjadi pecah belah seperti Pilpres 2012. Efek pilpres menurutnya masih te­rasa sampai sekarang, apalagi isu-isu terkait sara.

Empat partai non Ahok menurut Arya sekarang sedang melakukan kalkulasi calon tanding. Empat partai lain di poros non Ahok tidak akan serta merta setuju mendukung nama pasangan Sandiaga-Mar­dani yang beberapa waktu lalu muncul. Menurutnya, PKS dan Gerindra tidak berkomunikasi secara baik kepada empat partai lain karena sangat di­butuhkan sosok pemimpin seperti Anies Baswedan, Rizal Ramli untuk melawan Ahok-Djarot.

“Maka dari itu, DKI butuh sosok pemimpin lain seperti Anies, Rizal, atau siapapun, yang penting dapat bertarung secara gagasan dan kebijakan. Karena sekarang kita juga krisis sosok pemimpin,” ujar Arya di diskusi bertajuk Ahok-Djarot Tanpa Lawan Tanding di Men­teng, Jakarta Pusat, Rabu (21/9) seperti dilansir detik.com.

Hal serupa juga di­sam­paikan oleh pengamat politik Ray Rangkuti. Ray ber­pen­dapat bahwa jika muncul nama Anies Baswedan dicalokan oleh 4 parpol yang non Ahok, akan terjadi pilkada yang hanya satu putaran. Sosok lain seperi Sandiaga Uno menurutnya belum tentu juga mau dijadikan wakil Anies. Apalagi, Sandiaga menjadi penggalang dana di­rinya untuk menjadi calon gubernur.

“Kalau Sandiaga sudah hampir pasti maju, entah dia bersama Yusril maupun Mar­dani, alternatif lain adalah Anies-Rizal karena mereka cukup dikenal, sosok bersih, dan tegas,” ujar Ray.

Menurut Ray, Rizal Ramli saat ini masih memiliki nilai jual sebagai penantang Ahok. apalagi, ia pernah head to head dengan Ahok terkait masalah masalah reklamasi.

“Jika lebih dari dua calon, dapat terjadi jual beli gagasan, sehingga Ahok tidak bisa ti­dur,” ujar Ray.  (h/ald)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 21 September 2016 - 02:04:30 WIB

    PDIP Resmi Usung Ahok-Djarot di Pilgub DKI

    PDIP Resmi Usung Ahok-Djarot di Pilgub DKI JAKARTA, HALUAN — Setelah melalui dinamika yang panjang akhirnya PDIP mengambil keputusan soal pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta. PDIP akhirnya mengusung duet Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]