Pak Ogah Jangan Diberi Uang


Kamis, 22 September 2016 - 04:13:39 WIB

Film seri si Unyil produksi PPFN mulai mengudara di Stasiun TVRI tanggal 5 April 1981. Salah satu tokoh dalam film boneka ini adalah Pak Ogah. Ia dikenal sebagai seorang tunakarya yang kepalanya gundul dan kerjanya sehari-hari adalah duduk di pos ronda dan meminta uang dari orang-orang yang lewat.

Pak Ogah digambarkan orang yang pemalas dan kerjanya hanya meminta-minta. Dua kalimat Pak Ogah yang paling terkenal adalah, “Ogah, aah” dan “Cepek dulu dong.” Artinya, orang baru bisa lewat di depan Pak Ogah kalau dia sudah diberi uang cepek atau seratus. 

Hingga saat ini, orang yang suka me­minta-minta seperti di putaran jalan digelari Pak Ogah. Jika dulu Pak Ogah diberi cepek atau seratus, Pak Ogah sekarang menerima setidaknya Rp1.000, sesuai pula dengan nilai uang sekarang.

Pak Ogah ini seperti berperan untuk mengatur lalu lintas. Ada kalanya Pak Ogah ini berjumlah dua, tiga dan bahkan empat orang. Mereka berdiri di putaran jalan mengatur kendaraan yang akan berbelok. Kendaraan dari jalur lurus distop untuk memberikan kesempatan kendaraan lain berbelok. Setelah itu, pengendara yang mendapatkan bantuan memberi uang Rp1.000. Ada juga yang Rp2.000.

Aksi Pak Ogah ini dulunya hanya di Ibukota Negara Jakarta, kemudian menjalar ke kota-kota di daerah termasuk Kota Padang. Sejumlah putaran jalan yang tidak ada petugas di sana, tampil Pak Ogah mengatur lalu lintas dengan harapan imbalan uang. Padahal kehadiran Pak Ogah ini tidak dibutuhkan. Bahkan banyak pengendara yang mengeluhkannya. Jika tidak diberi uang, tidak enak juga.

Pak Ogah jelas tidak punya kewenangan untuk mengatur lalu lintas. Kehadiran mereka hanya mengganggu ketertiban lalu lintas. Apalagi anak-anak yang menjadi Pak Ogah, bisa-bisa dia terserempet mobil dan ini akan menimbulkan petaka. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memiliki kewenangan untuk melakukan pembinaan, pengendalian dan pengawasan terhadap penyelenggaraan ketertiban umum. Karena itu, Satpol PP harus bertindak tegas terhadap Pak Ogah ini.

Aksi Pak Ogah di persimpangan jalan di Kota Padang sudah meresahkan pengendara. Karena itu, Pak Ogah ini mesti ditertibkan. Artinya, ke depan tidak ada lagi Pak Ogah di persimpangan jalan atau pada titik-titik tertentu.

Pihak Satpol PP Kota Padang mengaku kesulitan untuk memberantas habis Pak Ogah ini. Pembinaan sudah diberikan, termasuk memanggil orangtua mereka. Namun beberapa orang di antaranya kem­bali mengulangi perbuatan yang sama.  Satpol PP beralasan tidak ada payung hukum yang kuat untuk memberikan sanksi kepada Pak Ogah ini.

Kapolresta Padang Komisaris Besar Polisi Chairul Aziz. Chairul mengkhawatirkan Pak Ogah ini menjadi sebuah profesi nantinya. Jika ini terjadi tentu secara tidak langsung dapat mengganggu keindahan kota.  Langkah terbaik untuk memberantas Pak Ogah ini adalah dengan tidak memberi mereka uang. Masyrakat jangan dengan alasan kasihan lalu memberikan uang. Ini jelas tidak mendidik. Soalnya akan menjadi kebiasaan.

Banyak juga di antara pengendara me­ngaku kalau Pak Ogah ini tidak diberi uang, di­kha­watirkan mobilnya akan digores dan seba­gainya. Jika ini yang terjadi sudah merupakan tindak pidana, bisa dilaporkan ke polisi. Pelaku tindak pidana ini akan diproses hukum. Sekali lagi, jangan beri Pak Ogah uang. (*) 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 20 Mei 2020 - 18:07:28 WIB

    Merasakan Lelahnya Pak IP

    Merasakan Lelahnya Pak IP Saya sudah bertemu di banyak kesempatan dengan beliau. Badannya kurus, namun begitu kokoh, bukan kurus yang ringkih. Pak Gubernur Irwan Prayitno atau Pak IP biasanya disapa. Saya sempat mengidolakan beliau dulu, waktu masih m.
  • Selasa, 30 Juli 2019 - 23:14:27 WIB

    Surat drg Romi Kepada Jokowi: Pak Presiden, Saya Mohon Keadilan

    Surat drg Romi Kepada Jokowi: Pak Presiden, Saya Mohon Keadilan PADANG,HARIANHALUAN.COM- Dokter gigi Romi Syofpa Ismael tengah memperjuangkan nasibnya yang mengalami diskriminasi gagal menjadi (PNS) di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, karena kondisi disabilitas. .
  • Senin, 30 Juli 2018 - 00:25:13 WIB
    Mendekatkan Telinga ke Bibir Masyarakat

    Doa Orang-orang Bertapak Kasek untuk Zul Evi Astar

    Doa Orang-orang Bertapak Kasek untuk Zul Evi Astar Kecamatan Tigo Lurah memang butuh sentuhan khusus. Terutama nagari-nagari terluar seperti Garabak Data. Hingga saat ini, akses jalan masih belum bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat, tak semuanya terjamah penerangan list.
  • Sabtu, 28 Juli 2018 - 11:41:11 WIB

    Selamat Jalan, Pak Marlis

    Selamat Jalan, Pak Marlis Selamat Jalan Pak Marlis Oleh: Hasril Chaniago .
  • Ahad, 15 Juli 2018 - 15:41:26 WIB

    Rumah Kelahiran Pahlawan Nasional yang Terlupakan

    Rumah Kelahiran Pahlawan Nasional yang Terlupakan AGAM,HARIANHALUAN.COM-Betapa gemuruhnya sambutan terhadap kemenangan Lalu Muhammad Zohri dalam lomba lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018) lalu..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]