Pembeli Perumahan Alam Asri Kolok Kecewa


Kamis, 22 September 2016 - 04:18:20 WIB

SAWAHLUNTO, HALUAN — Setelah hampir dua tahun melakukan akad kredit dan pembayaran cicilan pembelian unit rumah di Perumahan Alam Asri Kolok Sawahlunto, namun pembeli masih belum bisa menempati unit yang mereka idamkan.

Perumahan yang di­ba­ngun PT. Padang Raya Real Estate sejak tahun 2013 lalu itu, hingga kini masih mang­krak, tidak bisa ditempati pembelinya. Pasalnya, selain belum lengkapnya fasilitas umum, kelanjutan pem­ba­ngu­nan juga tidak ada kepas­tian.”Padahal, kami telah melakukan akad kredit me­lalui Bank Tabungan Negara (BTN), dan membayar cicilan dan angsuran kredit,” ujar Dodi, salah seorang pembeli unit di Perumahan Alam Asri Kolok, Rabu (21/9).

Dodi yang membeli unit rumah dengan nama istrinya Puput Purwanti itu, mengaku sangat kecewa dengan ke­tidakjelasan kelanjutan proses pembangunan atas unit rumah yang dibelinya dua tahun silam itu.

Saat ini, Dodi bersama is­trinya Puput mengaku se­nga­ja menghentikan pembayaran angsuran cicilan kredit. Se­bab, setelah hampir dua tahun kredit, perumahan yang me­reka bayar tetap belum bisa ditempati.”Kami belum bisa menempatinya. Fasilitas yang seharusnya belum lengkapi. Mulai dari akses jalan hingga listrik,” ujar pasangan Dodi dan Puput, yang mengaku juga telah membayar kele­bihan tanah senilai puluhan juta rupiah itu.

Tidak hanya pasangan Dodi dan Puput, kekecewaan juga diungkapkan Yanti. Wa­nita yang juga pegawai di Dinas Kesehatan Sawahlunto ter­sebut, telah menyetorkan uang muka belasan juta ru­piah.

Selain itu, terang ibu tiga anak itu, pembayaran ang­su­ran kredit juga terus dila­ku­kan. Sementara, penempatan unit rumah yang dicicil itu pun belum bisa dilakukan. “Bagaimana mau menem­pati, akses ke perumahan masih sangat susah untuk dilalui,” ungkapnya kecewa.

Ketidakjelasan itu, mem­buat Yanti dan keluarga me­nga­mbil keputusan untuk menghentikan sementara pembayaran cicilan. Dengan ha­rapan, BTN dan PT. Pa­dang Raya Real Estate seba­gai pihak terkait, dapat mem­berikan kejelasan atas kelang­sungan pembangunan.

Berbeda dengan Puput dan Yanti, Beni dan David justru mengaku lebih parah lagi. Sebab, meski telah menyetorkan uang muka, Beni dan David hingga saat ini belum melakukan akad kredit.”Saya dan keluarga hanya memegang kwintasi pembayaran uang muka. Sedangkan untuk akad kredit belum ada kabar beritanya. Sebab, developer juga sulit untuk dihubungi,” katanya.

Kini, menurut Puput, bersama belasan pembeli yang tela menyetorkan uang muka serta membayar cicilan lainnya, akan mendatangi pihak BTN, untuk mena­nya­kan kelanjutan pembangunan perumahan itu.”Dalam pekan ini, kami sudah sepakat de­ngan para pembeli yang ada, untuk mendatangi BTN di Padang, terkait kelanjutan pembangunan perumahan ini,” ujar Puput.

Sebelumnya, tiga tahun lalu PT. Padang Raya Real Estate merencanakan pem­bangunan perumahan, de­ngan target menyediakan hunian sebanyak 361 unit. Kehadiran perumahan ter­sebut, diharap­kan mampu menjawab kebu­tuhan peru­mahan di Kota Sa­wah­­lunto.Namun, sayangnya kelanjutan pembangunan pe­rumahan Alam Asri Kolok hingga kini tidak ada ke­pas­tiannya. (h/dil)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 28 Mei 2019 - 15:47:53 WIB

    Toko Baju di Pasaman Barat Diburu Pembeli

    Toko Baju di Pasaman Barat Diburu Pembeli PASBAR,HARIANHALUAN.COM - Tradisi berburu baju lebaran jelang idul fitri 1440 Hijriah, sejumlah toko baju di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mulai diburu para pembeli. Sama setiap tahunnya, tradisi memakai baju lebaran atau .
  • Senin, 27 Juni 2016 - 05:22:08 WIB

    Pembelian Seragam, SMAN 1 Pariaman Bebaskan Orang Tua Siswa

    Pembelian Seragam, SMAN 1 Pariaman Bebaskan Orang Tua Siswa PARIAMAN, HALUAN — Pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pariaman bebaskan orang tua siswa untuk membeli seragam di sekolah maupun di luar sekolah..
  • Kamis, 25 Juni 2015 - 18:30:54 WIB

    Sepekan Ramadan, Seluruh Sektor Sepi Pembeli

    PAYAKUMBUH, HALUAN — Ramadan sudah berlalu delapan hari. Namun, di segi ekonomi belum ada tanda-tanda lonjakan berarti. Kegiatan jual beli di pusat pertokoan bertingkat, di pasar tradisional Ibuah serta di pasar pabukoan.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]