Pak Ogah, Tanggung Jawab Siapa?


Kamis, 22 September 2016 - 04:25:15 WIB
Pak Ogah, Tanggung Jawab Siapa? Beberapa orang Pak Ogah terlihat tengah mengatur lalu lintas di salah satu titik ruas jalanan utama di Kota Padang, Rabu (21/9). Perlu aturan yang tegas dan efektif untuk menindak keberadaan mereka. (MUHAMMAD AIDIL)

PADANG, HALUAN—Pe­la­k­sana Tugas (Plt) Ka­sat­pol PP Kota Padang, Eddy Asri membantah bahwa pihaknya tidak memberikan pelayanan yang optimal kepada anak-anak yang menjadi ‘Pak Og­ah’ di jalur putar arah sim­pang Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang beberapa wak­tu lalu.

Sebelumnya, instansi pe­ne­gak peraturan daerah (per­da) ini mendapatkan laporan sejumlah masyara­kat yang menuding Satpol PP Kota Padang tidak mem­berikan pelayanan dalam me­ner­tib­kan anak-anak ya­ng menga­tur lalu lintas di jalan utama, seperti di Jalan Hamka dan Tabing dengan nomor lapo­ran : 0172/KLA­/0217.2016/pdg-05/IX/2016 tanggal 14 Sep­tem­ber 2016.

Sebut Eddy, pihaknya selalu melakukan pener­tiban terhadap anak-anak yang menjadi Pak Ogah secara rutin, terutama di jalur putar arah di sepanjang jalan Ham­ka dengan mela­kukan pener­tiban atau me­nempatkan anggota untuk menjaga di tempat-tempat Pak Ogah berkumpul.

Tindakan terhadap an­ak-anak yang menjadi pe­nga­tur lalu lintas amatir ini oleh Satpol PP dengan me­mang­gil orang tua anak tersebut dan mereka mem­buat surat perj­an­ji­an bahwa tidak akan mengulangi per­buatan se­rupa. “Kami juga mengambil solusi jika sudah ditertibkan berulang kali akan di­kirim­kan ke Dinas Sosial Kota Padang untuk dilakukan pe­m­binaan,” ucap Eddy.

Jumlah anak-anak yang menjadi Pak Ogah yang diter­tibkan oleh Satpol PP Kota Padang mulai bulan Januari 2016, terangnya adalah 146 orang, dimana beberapa di­antara­nya sudah ditertibkan berulang kali oleh petugas. Namun, dari data yang be­r­hasil dihim­pun Haluan dari Dinas So­sial Kota Padang, tercatat hanya 129 Pak Ogah yang dilakukan pembinaan dan pernyataan untuk tidak me­ngu­langi perbuatan serupa.

Kepala Bidang Pelatihan dan Rehabilitasi Sosial Di­nas Sosial Kota Padang, Miral Masri Datuak Ban­daro ke­pada mengatakan setiap Pak Ogah, anak ja­la­nan (anjal) ataupun gelan­dangan dan pengemis (ge­peng) yang diserahkan oleh Satpol PP Kota Padang akan didata dan ditelusuri latar belakang anak-anak ter­sebut.

“Setelah kami data, ka­mi akan melakukan pem­binaan dan rehabilitasi bagi mereka yang sudah di­aman­kan ber­kali-kali. Kendala kami ada­lah pada anggaran yang ter­batas, hanya sekitar Rp30 juta pada tahun 2016 ini,” ucap Miral.

Akan Tindak Pak Ogah

Keberadaan Pak Ogah di be­­berapa ruas jalanan di Kota Padang mendapat per­hatian serius dari Ka­pol­resta Pa­dang, Komisaris Besar Polisi Chairul Aziz. Chairul menga­ta­kan Pak Ogah tidak ada be­danya dengan orang yang suka minta-minta di jalan yang mengganggu keinda­han kota.

“Mereka itu berlaku la­yak­nya tukang parkir, se­harus­nya mereka itu bisa diamankan oleh Satpol PP Kota Padang karena me­ng­ganggu Ketertiban Umum dan Ketentraman Masya­rakat. Didata, dipulangkan atau seperti apa tergantung kebijakan dari Pemerintah Kota (Pemko),” imbuhnya.

Ia menilai, per­ma­sa­la­h­an Pa­k Ogah tersebut se­perti­nya hanya diarahkan penyelesaiannya hanya ke Polisi saja, tanpa tersentuh oleh stakeholder yang lain.

“Polisi bisa saja nanti mengamankan mereka, ta­pi kalau mereka tidak ter­bukti melakukan tindak pidana, tentu akan kita pulangkan. Sebenarnya mereka itu ha­nya­lah pe­nga­ngguran yang butuh pekerjaan,” tuturnya.

Pantauan Haluan di be­berapa ruas Jalan Hamka, terlihat masih adanya be­berapa Pak Ogah yang men­gatur lalu lintas setiap mobil yang hendak berputar arah. Hal ini sering menyebabkan kemacetan, terutama pada pagi dan sore harinya ketika sebagian besar warga Kota Padang pergi dan pulang dari aktifitas mereka. (h/mg-adl)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]