KPK-Kejagung Berbeda Soal Uang Suap Farizal


Kamis, 22 September 2016 - 04:41:37 WIB
KPK-Kejagung Berbeda  Soal Uang Suap Farizal Tersangka Jaksa Farizal dari Kejati Sumbar dikawal petugas Kejagung usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/9). Farizal diduga menerima suap Rp365 juta dari terdakwa perkara distribusi gula impor tanpa label SNI di Sumbar yang merupakan Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto. (ANTARA)

Berapa Bos Gula Xaveriandy Sutanto menyerahkan uang pada Jaksa Farizal? KPK merilis angka Rp365 juta. Sementara pihak Kejagung yang menerima pengakuan Farizal hanya Rp60 juta. Apakah mungkin ada pihak lain yang menerima? INi akan didalami lebih lanjut dalam pemeriksa, kata Jubir KPK, Yuyuk Andriati.

JAKARTA, HALUAN — Komisi Pemberantasan Ko­rupsi (KPK) menyebut, Jaksa Farizal diduga menerima uang suap dari Xaveriandy Sutanto sebesar Rp365 juta. Padahal, Farizal adalah ketua tim jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani kasus Sutanto. Namun dalam pemerik­saan internal oleh jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jam­was) di Kejaksaan Agung, Farizal hanya mengaku menerima Rp60 juta. Itupun empat kali pe­ne­rimaan. 

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, Xaveriandy  menyerahkan uang sebesar Rp 365 juta kepada Jaksa Farizal. Pasalnya, Xaveriandy tersangkut kasus distribusi gula tanpa label Standar Nasional Indonesia (SNI) di Sumbar. Tujuannya agar mem­bantu perkara pidana yang disidangkan di Pengadilan Negeri di Padang dimana Jaksa Farizal bertindak sebagai Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Alih-alih berusaha membuk­tikan Xaveriandy bersalah di kasus distribusi gula tanpa SNI tersebut, Jaksa Farizal malah membantu Xaveriandy membuat eksepsi (nota keberatan). Eksepsi itu berisi semua bantahan terha­dap surat dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum. Farizal juga bertindak seolah penasihat hukum. Termasuk membawa saksi yang menguntungkan terdakwa.

“Berkas perkara Xaveriandy memang diteliti oleh Jaksa Fari­zal, diarahkan tidak ditahan di penyidik Polda Sumbar agar menjadi tahanan kota. Selan­jutnya berkas tersebut di P21 tanpa memperhatikan, apakah sudah memenuhi syarat formil atau materiil,” kata Kapuspenkum Kejagung, M Rum di kantornya, Jl Hasannudin, Jaksel, Rabu (21/9) seperti dilansir detik.com.

Anehnya, lanjut M Rum, mes­ki Ketua Tim JPU, ternyata Farizal ini tidak pernah mengikuti si­dang dan justru menerima sejum­lah uang. Hasil pemeriksaan Jamwas, Jaksa Farizal telah me­ngakui menerima uang Rp 60 juta dari Xaveriandy. Uang itu diterima empat kali.

“Hasil pemeriksaan jamwas, Jaksa Farizal menerima uang dari Xaveriandy sebesar Rp 60 juta. Uang itu diterima 4 kali. Farizal tidak melibatkan yang lain. Fari­zal sendiri yang menerima uang,” jelas M Rum kepada wartawan, seperti dilansir detik.com.

Sementara itu, usai diperiksa penyidik KPK selama enam jam, Rabu (21/9), Jaksa Farizal tidak berani menghadapi wartawan. Sebelumnya Farizal sempat keluar sendiri dari Gedung KPK, namun ketika diuber wartawan, farizal kembali masuk  gedung KPK. Lebih satu jam Farizal menunggu jemputan tim petugas dari Kejak­saan Agung yang akan memba­wanya kembali ke Kejagung. Farizal tidak ditahan KPK, karena masih ada pemeriksaan di Ke­jagung.

“Semua ini bentuk koordinasi lagi seperti yang kami lakukan tadi siang,” ujar Inspektur Muda Kepe­gawaian Kejaksaan Agung Wito di Gedung KPK, Rabu malam.

“Kami sama-sama menghor­mati hukum, proses di sini tetap jalan, proses untuk dugaan pe­langgaran disiplin juga sama-sama jalan,” kata dia.

Awalnya, Farizal yang akan diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK, datang pada pukul 11.48 WIB.

Farizal yang mengenakan kemeja krem tersebut didampingi sekitar 4 hingga 6 orang jaksa dari Kejaksaan Agung. Dia kemudian keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 18.00 WIB. Walau sebe­lumnya sempat beredar kabar Farizal akan ditahan KPK.

Sebelumnya Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan Farizal akan diberhentikan sementara dari jaba­tan jaksa dan akan segera diserah­kan ke KPK. Sanski admi­nistratif pun segera dijatuhkan ke Farizal.

“Itu nanti (diberi sanksi). Dinonaktifkan, diberhentikan sementara dulu. Kalau sudah terdakwa, diberhentikan perma­nen,” kata Prasetyo. (h/ald-isr)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]