Dukun Beranak Dilarang Tangani Persalinan


Jumat, 23 September 2016 - 02:25:05 WIB

PASAMAN, HALUAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, terus berupaya  menurunkan angka kematian ibu dan bayi di daerah itu.

Sejauh ini angka  kematian ibu dan anak dapat dite­kan. Selain meningkatkan kesa­daran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi, kapasitas bidan desa dan peningkatan fasilitas kesehatan ditingkat pertama ditiap puskesmas. 

Pihak Dinas Kesehatan juga terus berupaya memberi pela­tihan pentingnya keselamatan bagi ibu melahirkan terhadap para dukun beranak. Tercatat, sebanyak 135 orang dukun beranak saat ini telah bermitra dengan bidan desa. 

“Mereka (dukun beranak, red) sudah jadi dukun terlatih. Mereka tersebar diberbagai wila­yah terpencil di Pasaman. Kini, mereka tidak dibolehkan lagi melakukan pertolongan persali­nan langsung terhadap ibu mela­hir­kan,” kata Desrizal, kemarin.

Pihaknya, kata dia, telah membuat MoU bersama para dukun aktif itu. Dukun, yang selama ini membantu per­salinan bagi ibu melahirkan di daerah terpencil dan terisolir, kini sudah dilarang keras. 

“Dukun tidak boleh lagi melakukan pertolongan persa­linan, menggunting tali pusar bayi dan sebagainya. Kita sudah ada MoU, para dukun ini harus dirangkul,” katanya.

Ia mengatakan, para dukun itu kini hanya diperbolehkan untuk merawat, memandikan bayi. Lebih dari itu tidak diper­bolehkan. 

“Peran dukun sudah kita kurangi, SDM mereka terus ditingkatkan, melalui berbagai pelatihan. Termasuk, mem­berikan pemahaman penting­nya keselamatan ibu dan bayi,” tukasnya.

Masalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan masa­lah nasional yang perlu men­dapatkan perhatian utama, karena sangat menentukan Sumber Daya Manusia (SDM) diharapkan menjadi generasi penerus bangsa. 

“Untuk mengatasi berbagai permasalahan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), diharapkan dukungan dari semua pihak. Program peningkatan pema­haman tentang penanganan kasus kematian ibu dan anak bagi tenaga kesehatan akan terus dilanjutkan,” katanya.

Dia mengingatkan, bahwa penanganan masalah kesehatan ibu dan anak tidak hanya di­bebankan kepada jajaran Dinas Kesehatan saja, tetapi harus dilakukan secara bersama dan berkesinambungan. 

“Semua pihak harus saling mendukung, menurunkan ang­ka kematian ibu dan bayi bukan saja tugas Dinkes, tetapi banyak pihak,” katanya. (h/mg-yud)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]