Kota Solok Bersiap Menuju KLA


Jumat, 23 September 2016 - 02:29:50 WIB
Kota Solok Bersiap Menuju KLA LENI Rosalin, dari Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sedang memberikan sosialisasi tentang standar Kota Layak Anak (KLA) di Aula SMK 1 Kota Solok awal minggu lalu. (ALFIAN)

SOLOK, HALUAN — Meski Kota Solok belum layak se­bagai Kota Layak Anak (KLA), namun setidaknya Kota Solok mulai dari sekarang harus bisa mempersiapkan diri sebagai Kota Layak Anak. Caranya tentu dengan mem­persiapkan infrastruktur dan komitmen bersama semua lini yang ada sehingga Kota Solok nantinya tampil sebagai Kota Layak Anak.

Untuk menuju Kota Layak Anak (KLA) sebenarnya ti­daklah susah dan sangat ter­gantung dari kebersamaan dan satu pandangan dari seluruh elemen masyarakat dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SK­PD), dengan cara mem­per­siapkan segala kebutuhan agar memenuhi persyaratan sebagai KLA. “Kendati saat ini Kota Solok belum layak sebagai Kota Layak Anak, namun harus mempersiapkan diri sejak seka­rang,” ujar Leni  Rosalin, Deputi bidang tumbuh kem­bang anak pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan Re­publik Indonesia di Kota Solok awal minggu lalu.

Berbicara dihadapan Wa­likota Solok, Forkopimda, Pimpinan SKPD, TP-PKK, pelajar ketika launching Kota Layak Anak dan Launching pemberian Kartu identitas Anak, Deputi bidang tumbuh kembang anak pada Ke­men­terian Pemberdayaan Perem­puan Republik Indonesia itu mengatakan, KLA sudah mulai dilaksanakan dibeberapa Kabu­paten dan Kota di Indonesia bahkan Kementerian tempat dia bernaung sudah menca­nangkan menuju Kota Layak Anak.

Di Sumatera Barat, KLA hendaknya diikuti oleh selu­ruh Kabupaten Kota. Jika semua Kabupaten Kota sudah siap menjadi Kota Layak Anak, maka sudah jelas Provinsi Sumatera Barat bisa dica­nangkan sebagai Kota Layak Anak. Saat ini, baru 2-3 ka­bupaten/kota di Sumbar yang mempersiapkan diri sebagai kota layak anak.

Perlunya digagas kabu­paten/kota sebagai Kota Layak Anak karena generasi muda itulah yang akan menggantikan kita kelak dalam melanjutkan pembangunan di republik ini. “Jika generasi muda yang disiapkan tidak memiliki Sum­ber Daya Manusia (SDM) yang baik, mustahil Indonesia men­jadi lebih baik. Makanya anak-anak Indonesia perlu dibina, diperhatikan lingkungannnya dan diberi asupan gizi yang baik sebajak dari kandungan sampai dewasa,” sebutnya lagi.

Kota Layak Anak itu sya­ratnya antara lain, adanya perhatian pada anak-anak, memiliki tempat bermain, punya lingkungan yang aman, sejuk dan indah bahkan per­hatian orangtua terhadap tum­buh kembang anak juga sangat peduli, jangan biarkan anak-anak bekerja yang bukan pe­kerjaannya. “Anak-anak yang seharusnya berada di sekolah malahan dibawa bekerja mem­bantu orangtuanya. Bangsa Indonesia tidak akan maju jika perhatian terhadap anak-anak­nya masih kurang,” ungkapnya.

Yang lebih gawat lagi, la­n­jut Leni, terjadinya pelecehan seksual terhadap anak. Dalam beberapa bulan belakangan di media cetak dan elektronik sering diberitakan tentang pelecehan seksual terhadap anak. “Perbuatan yang sangat terkutuk itu tidak lain karena lemahnya pengawasan terhadap anak,” terang Leni Rosalin. (h/alf)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]