Penderita Gangguan Jiwa Didominasi Pria


Jumat, 23 September 2016 - 02:30:45 WIB
Penderita Gangguan  Jiwa Didominasi Pria Seorang pria yang mengalami gangguan mental berjalan disekitaran Kecamatan Tanah Garam, Kota Solok dalam kondisi baju dibuka. (ALFIAN)

SOLOK, HALUAN — Berdasarkan data yang ada, di Sumatera Barat, laki-laki lebih dominan mengalami gangguan jiwa dibanding perempuan. Karena secara psikologis, laki-laki banyak menghadapi tekanan, tuntutan dalam kehidupan dan rasa tanggungjawab yang tinggi dalam keluarga.

“Bukan hanya itu, penye­bab gangguan jiwa juga dipe­ngaruhi persoalan-persoalan yang menusuk perasaannya namun sering dipendam karena keterbatasan tempat dalam berinteraksi serta kurang keter­bukaan,” jelas Wakil Walikota Solok, Reinier ketika membuka bimbingan teknis pendamping penderita gangguan jiwa di Aula Dinas Sosial Tenaga Kerja Kota Solok, Selasa (20/9).

Gangguan jiwa, lanjut Rei­nier, sebenarnya bukan hanya dikalangan laki-laki yang sudah berumah tangga, namun juga pada remaja. Penyebab tidak lain karena kurangnya pe­nanaman nilai-nilai agama dalam keluarga serta prilaku keluarga yang kurang wajar diterima remaja. Bukan hanya itu, malah ada juga yang dipe­ngaruhi hubungan keluarga ang kurang harmonis, didikan yang salah dan ditambah lagi ku­rangnya perhatian dan kasih sayang.

Mengingat penderta gang­guan jiwa makin hari makin banyak apalagi letak geografis Kota Solok dipersimpangan jalan, bukan tidak mungin daerah perlintasan itu tempat pembuangan bagi daerah lain dan ini perlu dilakukan an­tisipasi melalui rehabilitasi pada rumah sakit jiwa. “Pemerintah bersama masyarakat dan ele­men lainnya termasuk yang dilatih saat ini memiliki tang­gung jawab moral untuk me­nanggulangi,” ungkap Reiner.

Sebagai bekal bagi pen­dam­ping dalam penanggu­langan gangguan jiwa yang ditemui, peserta diminta serius mendengarkan arahan dan sosialisasi dari tim yang sengaja didatangkan dari dinas kese­hatan, rumah sakit gangguan jiwa dan instruktur lainnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kota So­lok, Edi Candra mengatakan,  jumlah pendamping yang dila­tih 20 orang, berasal dari utusan kelurahan. Pelatihan dilaksa­nakan selama 4 hari yang dibimbing langsung dari dokter rumah sakit jiwa, Dinas Ke­sehatan dan Dinas Sosial Te­naga Kerja.

“Perlunya dilatih tenaga pendamping di Kota Solok lantaran banyak ditemukan orang gila baik yang ada di Kota Solok maupun yang dian­tar oleh orang lain dari kabu­paten tetangga. Karena letak geografis Kota Solok diper­simpangan jalan. Terhadap kasus ini, Dinas Sosial perlu tanggap karena orang gila itu juga warga negara Indonesia ang perlu disela­mat­kan,” pung­kas Edi. (h/alf/hel)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 28 Juni 2020 - 19:54:39 WIB

    Gugus Tugas Covid-19 Dharmasraya Imbau Penderita ISPA Segera Melapor ke Puskesmas

    Gugus Tugas Covid-19 Dharmasraya Imbau Penderita ISPA Segera Melapor ke Puskesmas HARIANHALUAN.COM - Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mengimbau kepada warga yang datang dari luar daerah dan memiliki gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (I.
  • Rabu, 24 Juni 2020 - 21:59:40 WIB

    Sempat Dirawat di RS, Juni Penderita Tumor di Padang Pariaman Meninggal

    Sempat Dirawat di RS, Juni Penderita Tumor di Padang Pariaman Meninggal HARIANHALUAN.COM - Juni Arita (36) Warga Korong Puah Manih, Nagari Koto Dalam Selatan, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, penderita Gastro Intestinal Stromal Tumor (GIST) meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang.
  • Sabtu, 07 Maret 2020 - 19:56:03 WIB

    Hannisa, Gadis Kecil Penderita Leukimia di Solok Ditanggung BPJS

    Hannisa, Gadis Kecil Penderita Leukimia di Solok Ditanggung BPJS SOLOK, HARIANHALUAN.COM -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menanggung penuh biaya pengobatan Hannisa Khairani (8) warga Nagari Selayo Tanang, Bukit Sileh, Kabupaten Solok. Hannisa adalah gadis kecil yang menderita .
  • Kamis, 11 Januari 2018 - 22:27:10 WIB

    Polres Tanah Datar Bantu Anak Penderita Hydrocephalus

    Polres Tanah Datar Bantu Anak Penderita Hydrocephalus TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM - Penderitaan salah seorang anak berusia dua tahun mendapat perhatian Kapolres Tanah Datar. Awalnya anak penderita Hydrocephalus tersebut dijumpai Kapolres, AKBP Bayuaji Yudha Prajas di Pasar Bat.
  • Ahad, 08 Oktober 2017 - 17:44:41 WIB

    Ada 247 Orang Penderita Gangguan Jiwa di Solsel

    Ada 247 Orang Penderita Gangguan Jiwa di Solsel SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM -- Dinas Kesehatan Solok Selatan (Dinkes Solsel) memastikan setiap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak ada yang terlantar. Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes Solsel, Novirman pada Haluan (6/.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]