50 PERSEN OBAT YANG DIRESEPKAN DI DUNIA TIDAK TEPAT

Masyarakat Harus Cerdas Menggunakan Obat


Jumat, 23 September 2016 - 03:03:44 WIB
Masyarakat Harus Cerdas Menggunakan Obat AGENT of Change (perwakilan yang akan mensosialisasikan) penggunaan obat saat dilantik oleh perwakilan Kemenkes RI, Dinkes Sumbar dan Dinkes Padang, di salah satu hotel di Padang, Kamis (22/9). (RIVO SEPTI ANDRIES)

PADANG, HALUAN — Pe­ngobatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan klinis, dosis dan kebutuhan atau yang dise­but Penggunaan Obat Rasional (POR) di Indonesia masih dapat ditemui. Data dari WHO tercatat 50% obat-obatan di dunia diresepkan dan diberikan secara tidak tepat, tidak efektif, dan tidak efisien.

Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Analisis Farmako Ekonomi, Direktorat Pelayanan Ke­farmasian Kementrian Kese­hatan RI, DR Dara Amelia saat membuka acara Sosiaiasi Ge­ra­kat Masyarakat Cerdas Men­g­gunakan Obat di satu hotel di Padang, Kamis (22/9).

Menurutnya dengan so­sialisasi gerakan tersebut, akan terbentuk jaringan lintas sektor yang dikordinasikan oleh Din­kes Kota Padang.

“Dengan terbentuknya ja­ringan, maka kelompok-ke­lom­pok kesehatan seperti orga­nisasi profesi, dan kelompok lainnya akan menyebarkan informasi penting tersebut langsung kepa­da masyarakat,” terangnya.

Ia menjelaskan penggunaan obat yang rasional kepada masyarakat adalah dengan bantuan pendamping (tenaga kesehatan), karena masyarakat tidak terlalu paham dengan obat. Untuk itu ia berharap agar masyarakat yang tidak paham sebaiknya bertanya kepada apoteker yang ada di apotek.

Dalam acara ter­sebut di­ikuti dihadiri oleh 175 orang, lalu ada pem­bentukan agent of change yang bertujuan untuk menyebarkan informasi.

Sementara Kepala Bidang Jaminan Sarana Kesehatan Dinkes Kota Padang, Novita Latina mengatakan, sosialiasi dilakukan agar masyarakat lebih cerdas dalam meng­gu­nakan obat, baik dalam mem­beli resep obat maupun da­lam penggunaan secara sendiri tanpa bantuan petugas kes­e­hatan (Swa­medika).”Seperti diketahui, banyak masyarakat yang hanya membeli obat tanpa melihat tata cara dan aturannya. Ini seiring dengan banyaknya beredar promosi berbagai obat. Minimal masyarakat perlu membaca efek samping obat, yang sudah tertera di kemasan dan dosisnya,” terang Novita.

Ia menambahkan, Dinkes Kota Padang akan berkordinasi dengan lintas sektor untuk mensosialisasikan penggunaan obat yang tepat. Ditargetkan masyarakat setiap tahun men­jadi lebih banyak yang menye­barkan informasi penggunaan obat. (h/rvo)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]