TERANCAM PASAL PEMERASAN

Juru Parkir Liar Bakal Dipidana


Jumat, 23 September 2016 - 03:16:24 WIB
Juru Parkir Liar Bakal Dipidana Salah seorang pemilik kendaraan tampak tengah memperhatikan tatacara penggunaan kartu pintar dalam rangkaian sosialisasi sistem parkir meter, Kamis (22/9). Pemerintah terus mendorong penerapan sistem parkir meter di sejumlah kawasan di Kota Padang. (HUDA PUTRA)

PADANG, HALUAN – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Padang akan mengambil langkah hukum kepada juru parkir liar yang masih memungut uang parkir di titik-titik lokasi parkir meter. Langkah ini diambil untuk merealisasikan parkir meter yang telah diresmikan sejak 1 September 2016 lalu.

Kepala Dishubkominfo Kota Padang, Dedi Henidal mengaku terpaksa mengambil langkah tegas ini setelah melihat kondisi di lapangan yang banyak menghalang-halangi parkir meter berjalan di tiga titik ruas jalan Kota Padang.

Tiga minggu semenjak parkir meter diresmi­kan, juru parkir illegal masih mondar-mandir meminta uang jasa parkir kepada pemilik kendaraan. Padahal areal tersebut telah dikontrak­kan Pemko Padang kepada PT MATA untuk penanganan parkir.

“Kami terpaksa mengambil tindakan tegas kepada juru parkir illegal yang masih memungut uang parkir kepada pemilik kendaraan. Mereka sudah melakukan pemalakan dan mencaplok wilayah kerja orang lain. Yang berhak mengelola parkir di Jalan Pondok, Permindo dan Niaga adalah PT MATA. Secara sah dan legal, investor ini yang mengelola,” kata Dedi Henidal ke­pada Halu­an, Kamis (22/9).

Ia juga mengatakan dampak tidak terealisasinya parkir meter secara maksimal selama ini dikarena­kan masih banyak juru parkir illegal yang masih beroperasi. Bagaimana pidana kepada jukir illegal yang akan dipidana sebenarnya telah diatur oleh UU.

“Menurut hukum yang diatur dalam KUHP pasal 368 tentang Jukir Illegal bisa dipidanakan karena melakukan pemerasan dan kekerasan. Di dalam pasal ini diterangkan, barang siapa yang dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan dampak merugikan negara itu sudah melawan hukum. Hal inilah yang banyak terjadi di jalan Permindo, Niaga dan Pondok. Jadi untuk mempidanakan jukir yang nakal ini tidak main-main,” katanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Jukir dari LBH Padang, Aulia Rizal mengatakan Pemko Padang belum bisa melakukan penindakan seperti ini karena saat ini masih dalam tahap negosiasi membahas nasib jukir yang selama ini bekerja titik tempat parkir meter diberlakukan.

“Pemko tidak bisa menindak sewenang-wenang seperti ini. Sekarang ini masih tahap negosiasi untuk mendudukkan nasib jukir yang selama ini bekerja. Jangan dengan datangnya perusahaan (investor), malah bertambah pengang­guran. Harusnya tampung mereka dengan hak dan jatah kontrak yang sesuai menurut tanggungan pribadi masing-masing,” tegas Aulia saat dikon­firmasi Haluan.

Ia juga mengatakan kontrak yang ditawarkan kepada juru parkir tidak sesuai dengan kebutuhan hidup mereka. Tidak ada tunjangan anak, istri dan kesehatan untuk mereka. Yang ada hanya kontrak tunjangan konsumsi dan transportasi dengan nominal total keseluruhan sebesar Rp1.9 juta.

“Kawan-kawan ini memenuhi hidup keluarga dan dirinya sebagai juru parkir. Penghasilan mereka tidak tetap. Jika mereka merasa masih kurang, pasti akan kerja keras dari pagi hingga malam untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jika dibatasi dengan Rp1.9 juta dirasa itu sangat kurang karena ada jukir yang memiliki anak banyak,” kata Aulia. (h/mg-ang)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 18 April 2017 - 14:15:58 WIB

    Juru Parkir Meter Minta Gaji Rp4 Juta Per bulan

    Juru Parkir Meter Minta Gaji Rp4 Juta Per bulan PADANG, HALUAN - PT Mas Arya Tunggal Abadi (MATA) tolak permintaan calon juru parkir yang minta dibayar Rp4juta per bulan. Penolakan tersebut diberikan PT Mata setelah para juru parkir mendatangi kantor PT MATA..
  • Rabu, 14 September 2016 - 02:45:03 WIB

    Parkir Meter Belum Jalan, Juru Parkir Masih Minta Uang Jasa

    Parkir Meter Belum Jalan, Juru Parkir Masih Minta Uang Jasa PADANG, HALUAN — Penerapan parkir meter sejak 1 September 2016 hingga kemarin (13/9) masih am­buradul. Rencana Pemko Padang menggandeng PT MATA sebagai pihak swasta untuk mengatur ken­daraan di Jalan Niaga, Pondok dan Per.
  • Rabu, 31 Agustus 2016 - 04:13:35 WIB

    Akademi Teknik Gigi Nasional, Perguruan Tinggi Pertama Miliki Jurusan Teknik Gigi

    Akademi Teknik Gigi Nasional, Perguruan Tinggi Pertama Miliki Jurusan Teknik Gigi PADANG HALUAN —Aka­demi Teknik Gigi Nasional yang terletak di Jalan Gajah Mada nomor 10 Padang saat ini me­ne­rima mahasiswa baru. Pene­ri­ma­an dimulai dari bulan Agustus hingga akhir September..
  • Selasa, 30 Agustus 2016 - 04:24:43 WIB

    Juru Parkir Tolak Sistem Parkir Meter

    Juru Parkir Tolak Sistem Parkir Meter PADANG, HALUAN —Pem­ko Padang, berencana akan memulai penggunaan parkir meter di tiga titik, yakni Jl. Permindo, Jl. Niaga dan Jl. Pondok pada 1 September 2016. Kebijakan ini, justru dinilai menjadi musibah bagi sebagian j.
  • Selasa, 09 Februari 2016 - 09:41:38 WIB
    Tawarkan Pendidikan Khusus

    STKIP Adzkia Padang Segera Buka Jurusan Baru

    PADANG, HALUAN — Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Adzkia Padang siap membuka empat jurusan baru. Diharapkan tahun ini, pihak kampus segera mendapat izin dari Dirjen Perguruan Tinggi (Dikti) dan Kopertis s.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM