SIDANG PENGADAAN TANAH KAMPUS III IAIN IB

Saksi dari BPN Dianggap Tidak Relevan


Jumat, 23 September 2016 - 03:37:46 WIB
Saksi dari BPN Dianggap Tidak Relevan SALMADANIS (baju putih) dan Ely Satria Pilo (Tengah) ikut berdiri saat terjadi perdebatan di antara JPU dan Saksi dari BPN Kota Padang dengan tim pengacara keduanya. (JULI ISHAQ)

PADANG, HALUAN — Meskipun Farizal selaku ketua tim jaksa penuntut tidak hadir karena tersandung masalah di KPK, Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Padang tetap melanjutkan sidang dugaan korupsi dalam pengadaan tanah Kampus III IAIN Imam Bonjol Padang, yang me­nyeret Mantan Wakil Rektor IAIN IB Profesor Salmadanis, serta rekanan notaris bernama Ely Satria Pilo, Kamis (22/9).

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengha­dirkan enam saksi dari Tim Aprai­sal dan Badan Pertanahan Nas­io­nal (BPN) Kota Padang. Perde­batan sengit terjadi antara saksi dari BPN dan jaksa, dengan Pena­sihat Hukum (PH) para terdakwa. PH menilai saksi dari BPN Kota Padang yang dihadirkan tidak relevan sebagai pemberi ke­terangan.

Dalam keterangannya, Feri Rinaldi dari tim apraisal menya­takan bahwa pihak IAIN Imam Bonjol (IB) Padang mengajukan permintaan jasa penaksiran harga tanah. Ia pun datang ke IAIN IB dan menemui Profesor Salma­danis selaku Ketua Panitia Penga­daan Tanah untuk pembangunan Kampus III IAIN Imam Bonjol Padang di Sungai Bangek.

“Kontrak terjalin dengan nilai Rp97 juta, tanda tangannya tang­gal 10 November 2010. Termasuk di dalamnya tanah dengan pemilik atas nama Haji Adrian seluas 92 ribu meter persegi yang terbagi pada zona a dan zona b, ter­gantung letak tanah. Zona A kami taksir senilai Rp32 ribu dan Zona B Rp30 ribu. Tapi belum semuanya bersertifikat,” jelasnya

Sementara itu, Rivaldi dari BPN Kota Padang mengatakan bahwa tugasnya adalah kembali mengukur tanah di Sungai Bangek yang diketahui bermasalah. Pe­kerjaan itu dilakukan pada 2015 lalu. Pengukuran sendiri diajukan oleh beberapa pemilik seperti Haji Adrian, Yandi Sofyan, Syaflinda, Yusni, Zulkifli dan Rul Zalmi.

“Dari hasil pengukuran me­mang ada tanah yang tidak sesuai hasil ukurnya dengan alas haknya, karena ada berbentrokan dengan beberapa tanah yang telah bersertifikat atas nama pemilik lainnya. Waktu pengukuran, memang sebagian pemilik tanah hadir, sedangkan yang lainnya mewakili saja,” jelasnya.

“Seperti saat saya lakukan pengukuran tanah di lapangan, atas alas hak punya Syaflinda, hasinya memang lebih besar yang di alas hak. Saya potong saja karena ada hak tanah bersertifikat milik orang lain yang termasuk dalam alas hak Syaflinda ini,” lanjutnya Rivaldi.

Dia juga mencontohkan pada tanah milik Yeni Sofian, di mana di alas hak tertera luas 32.095 m2. Untuk diketahui, luas ini sesuai dengan yang dibayarkan ganti ruginya oleh IAIN Imam Bonjol Padang. Sedangkan pada pengu­kuran ulang yang dilakukan BPN pada 2015, hanya ditemukan jumlah 3.200 m2 tanah atas milik Yeni Sofian ini.

“Selain itu, pada 2015 juga ada persil tanah lain yang masuk permohonan pengukurannya ke BPN, masih atas nama Syaflinda seluas 20.000 m2. Tapi saat kami cek di lapangan tidak ada fisik­nya, sehingga tak jadi diukur” ucapnya yang mengaku baru bertugas sebagai Kasi Pengukuran sejak 2013.

Atas keterangan saksi, Fauzi Novaldi Cs selaku Penasihat Hukum (PH) Salmadanis, serta Septi selaku PH Ely Satria Pilo, menilai saksi yang dihadirkan oleh Parjo dan Ekky Cs tidak relevan untuk memberikan kete­rangan atas tanah-tanah yang bermasalah (fiktif dan mark up), yang ditemukan oleh inspektorat pada 2015 lalu.

“Aneh ketika Petugas BPN sekarang menganulir produk BPN tahun 2010-2011. Padahal peta bidang untuk lokasi itu telah diterbitkan, artinya, proses pe­ngukuran dan pemetaan telah dilakukan. Kok, sekarang proses yang dulu tidak diakui oleh petugas sekarang,” kata Fauzi.

Fauzi cs menyimpulkan bah­wa saksi yang dihadirkan oleh jaksa bukanlah saksi fakta yang berhubungan melakukan pengu­kuran pada 2010-2011. Menu­rutnya, untuk mencari kebenaran materil, saksi fakta yang diha­dirkan. Yaitu petugas BPN yang menandatangani surat-surat da­lam peta bidang, seperti Zairullah yang saat itu menjabat Kasi Pengukuran. Jabatan yang dijabat oleh Revaldi saat ini.

“Jadi yang disajikan oleh BPN pada hari ini adalah keterangan dari saksi yang tidak relevan. Karena menghadirkan penguku­ran di tahun 2015 saat ditemukan permasalahan. Bukan hasil pengu­kuran di 2010-2011 yang menjadi pertimbangan pemba­yaran ganti rugi oleh pihak IAIN Imam Bonjol saat itu,” katanya lagi.

Ia juga menilai ada kejang­galan dalam hal ini, di mana jika dijumlahkan ada tanah seluas 4,4 hektare yang harus dibebaskan oleh IAIN IB kepada pemilik yang saat ini tiba-tiba memiliki serti­fikat atas tanah yang bermasalah. “Kalau ditaksir ada 10 miliar itu yang harus dibayarkan oleh negara. Kami pikir ada yang bermain di sini,” pungkasnya.

Dijelaskan dalam dakwaan, Salmadanis bersama Ely Satria Pilo dinilai berupaya memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan cara menerbitkan sertifikat palsu untuk beberapa objek tanah guna pembangunan kampus III IAIN IB Padang pada tahun anggaran 2010 lalu.

Salmadanis diduga mem­berikan pekerjaan kepada Ely Satria Pilo selaku notaris untuk membuat sertifikat atas beberapa objek tanah, yang beberapa objek dinyatakan sebagai objek tanah fiktif, dan beberapa objek lain dinyatakan sebagai objek yang telah dikerucutkan harganya. Perbuatan tersebut dinilai meng­akibatkan kerugian Negara sebesar Rp1.946.701.050.

Atas perbuatannya, Salma­danis dan Ely Satria Pilo diancam pidana dalam pasal 3 Juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf a dan b, Ayat (2) dan Ayat (3) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (h/isq).

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 27 Mei 2020 - 17:37:25 WIB

    Kesaksian Pekerja di Koppas Plaza Lantai 2, Ada Ledakan Sebelum Kebakaran

    Kesaksian Pekerja di Koppas Plaza Lantai 2, Ada Ledakan Sebelum Kebakaran HARIANHALUAN.COM - Pekerja peleburan logam menceritakan kepada haluan.com mengenai kronologi kebakaran yang menghanguskan dua petak toko di Koppas lantai dua Plaza Pasar Raya Padang, Rabu (27/5/2020) siang..
  • Sabtu, 01 Februari 2020 - 19:59:04 WIB

    Jadi Saksi Pernikahan Rayola, Ini Kata Wagub Sumbar

    Jadi Saksi Pernikahan Rayola, Ini Kata Wagub Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Resepsi pernikahan artis Penyanyi Lagu Pop Minang, Rayola Laksmi dengan Rifa Rizkianto digelar hari ini, Sabtu (1/2/2020) di Gedung Dt Rangkaso Basa, Kota Padang. Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit.
  • Rabu, 21 Desember 2016 - 00:39:13 WIB

    Ruang Sepi Galeri Arsip, Saksi Perjalanan Padang Kota Lama

    Ruang Sepi Galeri Arsip, Saksi Perjalanan Padang Kota Lama Mampirlah sejenak ke ruang kecil di Galeri Arsip Statis Kota Padang yang terletak di Kantor Arsip, Perpustakaan dan Dokumentasi Kota Padang. Ruangan berukuran lebih kurang 8x10 meter ini tidak begitu mencolok, seperti ruangan.
  • Jumat, 28 Oktober 2016 - 01:25:42 WIB
    SIDANG KASUS PENGADAAN TANAH IAIN IMAM BONJOL

    Saksi: Saat Pengukuran Tak Ada Masalah

    Saksi: Saat Pengukuran Tak Ada Masalah PADANG, HALUAN — Empat saksi meringankan dihadirkan Profesor Salmadanis, dalam sidang lanjutan korupsi pengadaan tanah untuk Kam­pus III IAIN Imam Bonjol, Kamis (27/10). Dalam keterangannya di Penga­dilan Tipikor Padang, .
  • Jumat, 21 Oktober 2016 - 01:48:56 WIB
    MANTAN KEPALA KESBANGPOL GUGAT GUBERNUR

    Pengacara IKA Tolak Saksi

    Pengacara IKA Tolak Saksi PADANG, HALUAN – Tiga saksi dari pihak Gubernur Sumbar selaku tergugat, dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara 16/G/2016/PTUN-Padang, Kamis (20/10), tentang gugatan mantan Kepala Kesbangpol Sumbar Irvan Khairul Ananda (IK.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]