KPK akan Panggil Dirut Bulog


Sabtu, 24 September 2016 - 03:31:19 WIB
KPK akan Panggil Dirut Bulog Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusu­mayakti.

JAKARTA, HALUAN — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan akan memanggil Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusu­mayakti. Djarot akan dipanggil terkait dugaan tindak pidana korupsi pengurusan kuota gula impor yang diberikan oleh Bulog kepada CV Semesta Berjaya pada 2016 untuk Provinsi Sumbar.

Kasus itu menjerat mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gus­man sebagai tersangka.

“Saya yakin (keterangan Dja­rot) sangat dibutuhkan,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Mu­hammad Syarief, di KPK, Jakarta, Jumat (23/9). “Karena menurut informasi, semua yang ada hubu­ngannya dengan kasus itu, khu­susnya di bagian percakapan yang didapat oleh KPK, akan diperiksa,” kata dia.

Laode menambahkan, pe­nyidi­kan kasus tersebut akan kembali dilakukan Senin pekan depan. Sebab, saat ini masih ada agenda lain KPK. “Penyelidik, penyidik dan penuntut kami ada internal training yang ada di Bogor dan di Bandung,” kata dia.

KPK menangkap Irman di kediamannya pada Jumat (16/9/2016) malam. Ia ditangkap bersa­ma Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto; istri Xa­veriandy, yaitu Memi; dan adik Xaveriandy, yaitu Willy Sutanto.

Penyidik KPK juga menga­mankan uang Rp 100 juta yang dibungkus plastik berwarna pu­tih. Uang tersebut diduga meru­pakan suap dari Xaveriandy kepa­da Irman untuk pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog.

Berdasarkan gelar perkara yang dilakukan pimpinan KPK dan penyidik, Irman, Xaveriandy, dan Memi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara suap ini.

Pengacara keluarga Ketua DPD RI Irman Gusman, Tommy Singh, tak membantah kliennya memberi rekomendasi ke Bulog.

Menurut Tommy, pemberian rekomendasi tak menyalahi hu­kum. Apalagi, Irman disebut menyalahi wewenangnya sebagai penyelenggara negara karena hal tersebut. Namun, Direktur Utama Pe­rum Bulog Djarot Kusumayakti membantah adanya rekomendasi dari Ketua DPD RI Irman Gusman, terkait kuota impor gula CV Semesta Berjaya.

Menurut dia, belum pernah ada rekomendasi yang diberikan oleh Irman terkait hal apa pun. Uang suap yang diterima Irman diduga sebagai hadiah atas pem­berian rekomendasi yang disam­paikan lisan kepada Bulog.

“Rekomendasi disampaikan melalui pembicaraan mengguna­kan telepon,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif melalui pesan singkat, Minggu (18/9) lalu.

Meski demikian, KPK belum memberi tahu siapa pejabat Bulog yang menjadi lawan bicara Irman saat menyampaikan rekomendasi.

Dalam jumpa pers di Gedung KPK, Sabtu (17/9), Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, uang sebesar Rp 100 juta yang dibe­rikan oleh Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto kepada Irman, terkait pemberian rekomendasi kepada Bulog. Tujuannya, agar Bulog memberikan jatah impor gula kepada CV Semesta Berjaya di Sumbar. (h/ald)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]