Jamwas Usulkan Pemberhentian Jaksa Farizal


Sabtu, 24 September 2016 - 03:32:28 WIB
Jamwas Usulkan Pemberhentian Jaksa Farizal Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Widyo Pramono

JAKARTA, HALUAN -  Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Widyo Pramono mengatakan sudah me­ngusulkan pemberhentian sementara (nonaktif) Jaksa Farizal. Farizal diduga menerima duit dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandi Sutanto terkait kasus gula tanpa SNI untuk mengurus perkaranya di Pengadilan Negeri Padang.

“Yang jelas kita sudah usul­kan dia untuk diberhentikan sementara,” ujar Widyo, Jumat (23/9) seperti dilansir detik.com.

Dengan penonaktifan ini, lanjut Widyo, Farizal untuk sementara dibebastugaskan dari penanganan perkara. “Dengan adanya kasus yang harus ditin­daklanjuti dia nggak boleh mena­ngani perkara, lagi diperiksa di jajaran pengawasan,” tegas Widyo.

Saat ini jaksa Farizal masih dalam pemeriksaan tim Jamwas. Menurut Widyo, Farizal diduga menerima duit Rp 60 juta dari Bos Gula Xaveriandy. Namun Widyo belum mendapatkan kabar soal pengakuan Farizal mengenai duit dari pihak berperkara ini

“Dan itu masih ada kemung­kinan pengembangan pemerik­saan. yang bersangkutan kan masih diperiksa. Saya belum dapat laporan dari inspektur II, tentang perkembangan pemerik­saan lebih lanjut,” imbuhnya.

Kapuspenkum Kejagung M Rum sebelumnya menyebut Fari­zal sudah mengakui menerima uang Rp 60 juta dari Xaveriandy dengan 4 tahap penerimaan. Namun KPK menduga Farizal menerima uang Rp 365 juta.

“Berkas perkara Xaveriandy memang diteliti oleh Jaksa Fari­zal, diarahkan tidak ditahan di pe­nyidik Polda Sumbar dan menjadi tahanan kota di Sumbar. Selan­jutnya berkas tersebut di P21 dengan tidak memperhatikan, artinya kurang teliti untuk apakah sudah memenuhi syarat formil atau materiil. Selanjutnya JPU Farizal ini tidak pernah mengikuti sidang dan menerima sejumlah uang. Sementara jumlahnya Rp 60 juta empat kali terima. Tapi itu belum final,” kata Kapuspenkum Keja­gung, M Rum di kantornya, Jl Hasannudin, Jaksel, Rabu (21/9).

Berdasarkan penelusuran ka­sus ini, Xaveriandy sehari-hari menjadi Direktur dari CV Rimbun Padi. Xaveriandy disidik atas pengembangan kasus yang dila­kukan Polda Sumatera Barat ter­kait kuota impor dan telah menyita 30 ton gula dalam Gu­dang di Jalan 22 Jalan By Pass, Kota Tangah, Kota Padang. Gula yang diduga ilegal karena tak memiliki SNI itu bermerek Berlian Jaya.

Kasus itu telah dilimpahkan ke PN Padang pada awal Agustus 2016 dan dijerat pasal 113 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp 5 miliar. (h/ald)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]